alexametrics
Sabtu, 20 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022

Pengamat : Pathul Bisa Gagal Dapat Tiket Pilbup Loteng

MATARAM-Posisi HL Pathul Bahri tengah terjepit. Gerakan politik Lale Prayatni melobi DPP Gerindra seperti serangan ke jatung pertahanan Wakil Bupati Loteng itu.

Namun Pathul bukan politisi “kaleng-kaleng”. Pathul tentu tidak akan tinggal diam. Bahkan sebagai politisi matang yang telah membaca segala kemungkinan, dia tentu telah mempersiapkan sekenario lain. Termasuk bila Gerindra mengeluarkan SK bukan untuknya.

Lantas, partai mana yang akan mengusung Pathul? “Yang paling berpeluang Golkar walapun peluangnya tipis,” kata Pengamat Politik UIN Mataram Agus, Selasa (14/7).

Golkar dinilai masih abu-abu sampai saat ini. Sekalipun beberapa pengurus elite di tingkat DPD menyebut arah Golkar ke Pathul-Nursiah.

Tetapi itu belum bisa menjadi jaminan. Golkar tentu tidak mau membebek dan memposisikan diri sebagai partai lapis dua.

Kecuali politisi asal Mertak Tombok itu punya tawaran politik menggiurkan. Tetapi hasil survei telah menghempas sang wabup Loteng ke posisi yang sama dengan Bapaslon lain.

Situasi ini membuat tawaran politiknya berpotensi bias, mengingat Bapaslon lain tak kalah heroiknya memburu Golkar. “Boleh jadi DPP punya pilihan sendiri,” ulasnya.

Ragunya Golkar mengusung Pathul-Nursiah sebenarnya sudah terlihat dari SK Golkar di empat kabupaten/kota. Di sana tidak ada nama Pathul-Nursiah di Loteng.

Baca Juga :  Musda Golkar NTB Berpeluang Digelar di Jakarta

Pengamat melihat, Loteng bisa saja ditunda karena ada koorelasinya dengan Musda Golkar yang sebentar lagi digelar. Bila yang terpilih bukan Suhaili, maka ada ruang bagi Ketua DPD baru tetap bisa mengikat Loteng.

Misalnya, ketua yang baru bermanver dengan mendorong calon dari Bodak lagi. Sehingga jangkar Golkar ke Bodak tidak putus. “Berbagai kemungkinan bisa terjadi dalam politik,” ulasnya.

Selain Golkar partai yang berpeluang usung Pathul antara lain PKS, Hanura, dan PBB. Tetapi Agus ragu Pathul bisa dengan mudah merebut partai-partai itu. “Boleh jadi dia gagal mendapatkan partai,” ulasnya.

Sinyal keraguan Pathul mengunci Golkar sebenarnya sudah nampak. Langkah buru-buru deal politik dengan Berkarya dinilai bukan untuk merangkul banyak partai, tetapi untuk antisipasi bila Golkar tak bisa dikunci.

Dibanding Golkar yang kantongi 7 kursi perolehan Berkarya hanya 1 kursi di Loteng. Bahkan andai Pathul bisa mengunci Gerindra lalu berkoalisi dengan Berkarya syarat minimal usung Calon Kepala Daerah (Cakada) di Loteng belum tercukupi.

Gerindra ditambah Berkarya total 8 kursi. Sedangkan syarat minimal di Loteng 10 kursi. “Ini lebih terlihat plan B, daripada strategi merangkul banyak partai,” ulasnya.

Tetapi dalam politik lagi, kesempatan Pathul tetap terbuka diusung Golkar. Terutama bila Pathul-Nursiah berhasil melejitkan elektabilitas secara signifikan. “Saya kira Golkar akan percaya diri,” ulasnya.

Baca Juga :  Peta Politik Loteng Berubah, PPP Belum Tentukan Arah Dukungan

Dalam beberepa survei elektabilitas Pathul-Nursiah masih di bawah 20 persen. “Idealnya petahana harus mengunci elektabilitas lebih dari 35 persen karena sudah lebih dahulu dikenal publik,” ujarnya.

Tetapi yang terjadi di NTB malah anomali. “Dalam situasi seperti ini agak berat bagi petahana memenangkan pemilihan dan mendapat partai,” pungkasnya.

Sementara itu, Lale Prayatni membenarkan minggu lalu ke DPP Partai Gerindra. Lale mengisyatakan strategi pendekatan merebut SK Gerindra dengan memperkuat hubungan kekeluargaan antara dirinya dengan pengurus elit Gerindra. “Ke Jakarta itu untuk menyambung darah kekeluargaan,” katanya.

Dari informasi yang diserap Lombok Post, Lale Prayatni memiliki garis keturunan yang sama dengan Ketua Umum Partai Gerindra NTB H Prabowo Subianto. Dari kedekatan kekeluargaan itu, Lale optimis berharap direstui Prabowo. “Kalau peluang saya tetap optimis dengan ikhtiar dan doa. Bagaimana akhirnya Allah yang menentukan,” terangnya.

Tidak hanya itu, Lale pun telah menjadi kader partai Gerindra dan mengtongi KTA. Menyempurnakan pertarungan di panggung politik, istri Sekda NTB HL Gita Aryadi itu pun telah mengudurkan diri dari ASN. “Pertanggal 6 Juli,” pungkasnya. (zad/r2)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/