alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

Pengamat : Pathul Bisa Gagal Dapat Tiket Pilbup Loteng

MATARAM-Posisi HL Pathul Bahri tengah terjepit. Gerakan politik Lale Prayatni melobi DPP Gerindra seperti serangan ke jatung pertahanan Wakil Bupati Loteng itu.

Namun Pathul bukan politisi “kaleng-kaleng”. Pathul tentu tidak akan tinggal diam. Bahkan sebagai politisi matang yang telah membaca segala kemungkinan, dia tentu telah mempersiapkan sekenario lain. Termasuk bila Gerindra mengeluarkan SK bukan untuknya.

Lantas, partai mana yang akan mengusung Pathul? “Yang paling berpeluang Golkar walapun peluangnya tipis,” kata Pengamat Politik UIN Mataram Agus, Selasa (14/7).

Golkar dinilai masih abu-abu sampai saat ini. Sekalipun beberapa pengurus elite di tingkat DPD menyebut arah Golkar ke Pathul-Nursiah.

Tetapi itu belum bisa menjadi jaminan. Golkar tentu tidak mau membebek dan memposisikan diri sebagai partai lapis dua.

Kecuali politisi asal Mertak Tombok itu punya tawaran politik menggiurkan. Tetapi hasil survei telah menghempas sang wabup Loteng ke posisi yang sama dengan Bapaslon lain.

Situasi ini membuat tawaran politiknya berpotensi bias, mengingat Bapaslon lain tak kalah heroiknya memburu Golkar. “Boleh jadi DPP punya pilihan sendiri,” ulasnya.

Ragunya Golkar mengusung Pathul-Nursiah sebenarnya sudah terlihat dari SK Golkar di empat kabupaten/kota. Di sana tidak ada nama Pathul-Nursiah di Loteng.

Pengamat melihat, Loteng bisa saja ditunda karena ada koorelasinya dengan Musda Golkar yang sebentar lagi digelar. Bila yang terpilih bukan Suhaili, maka ada ruang bagi Ketua DPD baru tetap bisa mengikat Loteng.

Misalnya, ketua yang baru bermanver dengan mendorong calon dari Bodak lagi. Sehingga jangkar Golkar ke Bodak tidak putus. “Berbagai kemungkinan bisa terjadi dalam politik,” ulasnya.

Selain Golkar partai yang berpeluang usung Pathul antara lain PKS, Hanura, dan PBB. Tetapi Agus ragu Pathul bisa dengan mudah merebut partai-partai itu. “Boleh jadi dia gagal mendapatkan partai,” ulasnya.

Sinyal keraguan Pathul mengunci Golkar sebenarnya sudah nampak. Langkah buru-buru deal politik dengan Berkarya dinilai bukan untuk merangkul banyak partai, tetapi untuk antisipasi bila Golkar tak bisa dikunci.

Dibanding Golkar yang kantongi 7 kursi perolehan Berkarya hanya 1 kursi di Loteng. Bahkan andai Pathul bisa mengunci Gerindra lalu berkoalisi dengan Berkarya syarat minimal usung Calon Kepala Daerah (Cakada) di Loteng belum tercukupi.

Gerindra ditambah Berkarya total 8 kursi. Sedangkan syarat minimal di Loteng 10 kursi. “Ini lebih terlihat plan B, daripada strategi merangkul banyak partai,” ulasnya.

Tetapi dalam politik lagi, kesempatan Pathul tetap terbuka diusung Golkar. Terutama bila Pathul-Nursiah berhasil melejitkan elektabilitas secara signifikan. “Saya kira Golkar akan percaya diri,” ulasnya.

Dalam beberepa survei elektabilitas Pathul-Nursiah masih di bawah 20 persen. “Idealnya petahana harus mengunci elektabilitas lebih dari 35 persen karena sudah lebih dahulu dikenal publik,” ujarnya.

Tetapi yang terjadi di NTB malah anomali. “Dalam situasi seperti ini agak berat bagi petahana memenangkan pemilihan dan mendapat partai,” pungkasnya.

Sementara itu, Lale Prayatni membenarkan minggu lalu ke DPP Partai Gerindra. Lale mengisyatakan strategi pendekatan merebut SK Gerindra dengan memperkuat hubungan kekeluargaan antara dirinya dengan pengurus elit Gerindra. “Ke Jakarta itu untuk menyambung darah kekeluargaan,” katanya.

Dari informasi yang diserap Lombok Post, Lale Prayatni memiliki garis keturunan yang sama dengan Ketua Umum Partai Gerindra NTB H Prabowo Subianto. Dari kedekatan kekeluargaan itu, Lale optimis berharap direstui Prabowo. “Kalau peluang saya tetap optimis dengan ikhtiar dan doa. Bagaimana akhirnya Allah yang menentukan,” terangnya.

Tidak hanya itu, Lale pun telah menjadi kader partai Gerindra dan mengtongi KTA. Menyempurnakan pertarungan di panggung politik, istri Sekda NTB HL Gita Aryadi itu pun telah mengudurkan diri dari ASN. “Pertanggal 6 Juli,” pungkasnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

BRI Dorong Loyalitas Nasabah dan Pengembangan UMKM

Acara Panen Hadiah Simpedes BRI kembali digelar untuk masyarat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks