alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

Paslon Boleh Bagi-bagi Barang, Jangan Lebih dari Rp 60 Ribu

MATARAM-Tidak selamanya pemberian pasangan calon (Paslon) kepala daerah pada warga masuk kategori politik uang. Dalam PKPU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Kampanye, paslon kepala daerah diperbolehkan memberikan sesuatu ke masyarakat sebagai bahan kampanye dengan nilai barang maksimal Rp 60 ribu.

Bahan kampanye dapat berupa pakaian, penutup kepala, alat makan dan atau minum, kalender, kartu nama, pin, alat tulis, payung, hingga stiker berukuran 10×5 cm. “Tetapi ingat bentuknya tidak boleh uang,” kata Koordinator Divisi Hukum, Humas Data, dan Informasi Bawaslu NTB Suhardi.

Namun Suhardi menekankan pemberian harus diberi identitas sebagai bahan kampanye. “Misalnya sarung harganya di bawah Rp 60 ribu harus dilengkapi dengan stiker,” katanya mencontohnya.

Begitu pun pemberian dalam bentuk gelas, piring, dan berbagai alat makan lainnya harus ada keterangan sebagai bahan kampanye. “Sebab kalau tidak ada keterangan, maka akan masuk kategori pemberian (politik uang),” jelasnya.

Publik banyak yang terjebak pada pemahaman tidak boleh memberikan apa pun, apalagi uang. Termasuk dengan jumlah dan nilai berapa pun. “Itu ada di PKPU No 11/2020 angka 3, bunyinya setiap bahan kampanye apabila dikonversikan dalam  bentuk uang nilai paling tinggi Rp 60 ribu,” jelasnya.

Lantas bagaimana Bawaslu mengindentifikasi angka bahan kampanye yang diberikan pada warga nilainya tidak lebih Rp 60 ribu? “Kan ada harga pasar yang ditentukan pemda, mau kasih lebih dari satu, tidak masalah asalkan harga setelah dihitung tidak lebih dari Rp 60 ribu,” sebutnya.

Ada akuntan publik yang bertugas menaksir harga pemberian barang. Sehingga pemberian paslon tidak melebihi ketentuan. “Jadi bukan masuk dalam politik uang,” tegasnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mandiri Syariah Launching Fitur E-mas di Mandiri Syariah Mobile

Berdasarkan tren dan kebutuhan customer tersebut, kami melakukan inovasi produk layanan digital berbasis emas melalui fitur e-mas di MSM,” jelas Syafii.

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks