alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Bawaslu Panggil Selly, Khlaik dan Akhada

MATARAM-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Mataram memanggil tiga ASN yang berniat ikut kontestasi Pilkada Kota Mataram 2020. Mereka dipanggil setelah ketahuan mendaftar di sejumlah partai politik (parpol).

“Baru satu yang kita panggil hari ini (Rabu, Red),” kata  Kordinator Divisi Hukum Penanganan Pelanggaran  dan Sengketa (HPPS) Bawaslu Kota Mataram  Dewi Asmawardhani, kemarin (15/1).

Sesuai UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, ASN harus  mundur apabila sudah mendaftarkan diri di KPU. Namun kata dia, sesuai UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 Tahun 2004 tentang  pembinaan jiwa korps dan kode etik, PNS dilarang berpolitik praktis. Bahkan  tidak boleh hadir dalam deklarasi pasangan calon (paslon).

“Ini ASN sudah mempublish diri maju pada Pilwali,” kata dia.

Dewi sudah bersurat ke tiga ASN, yakni Hj Putu Selly Andayani, dr Akhada, dan H Ahsanul Khalik. “Kemarin (Rabu, Red) kita panggil Pak Dokter (Akhada),” terang perempuan berjilbab ini.

Selanjutnya, hari ini giliran H Ahsanul Khalik, dan Jumat (17/1) Hj Putu Selly Andayani. “Kita akan klarifikasi,” ujar dia.

Meski  ASN belum mendaftarkan diri di partai atau sudah mengundurkan diri tetap dipanggil. Karena beberapa aspek terus dipantau Bawaslu dari media sosial (medsos).

Dewi sudah melayangkan surat kepada tiga ASN tersebut. Tak hanya bakal calon saja yang dipanggil, namun juga ketua penjaringan partai tempatnya mendaftar dan kepala BKD. Pemanggilan ini dilakukan guna melihat sisi netralitas ASN.

Para ASN ujar dia, akan klarifikasi terkait pencalonannya. Setelah itu, pihaknya akan melakukan kajian untuk diplenokan. “Jika memenuhi unsur pelanggaran akan dibawa ke KASN,” terang dia.

Ia tak menampik beberapa balon yang digadang-gadang maju pada Pilwali sudah bergerak di lingkungan. Dan ini menjadi sorotan Bawaslu. “Kita bukan hanya melihat dari baliho yang dipasang. Namun aktivitas mereka kita pantau di medsos,” urai dia.

Dewi tak ingin pelanggaran Pemilu 2019 terulang pada Pilkada 2020. ASN ketahuan berpolitik praktis dan diberikan sanksi. “Pada Pemilu 2019 ada tiga ASN Kota Mataram terang-terangan berpolitik praktis. Dan itu diberikan sanksi,”  beber dia.

Ketua Bawaslu Kota Mataram Hasan Basri mengatakan, sejauh ini sejumlah ASN terang-terangan mempublish diri maju sebagai balon wali kota dan wakil wali kota. Sehingga, mengacu pada PP Nomor 42 tahun 2004, kata Hasan, itu dilarang.

“Mestinya gubernur, wali kota/bupati sebagai pejabat Pembina kepegawaian (PPK) menegur ASN yang melanggar aturan tersebut. Kalau mau berpolitik jangan sembunyi-bunyi. Jangan bermain di wilayah abu-abu,” kata Hasan.

Ia berharap PPK bisa mengimbau para ASN yang perpolitik praktis. Jika ingin maju kata dia, lebih baik terang-terangan. Jangan abu-abu seperti sekarang ini. “Aturan dari internal mereka yang tidak membolehkan. Tak boleh ASN berpolitik praktis,” tutur Hasan. (jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Kisah Para Korban PHK yang Menolak Menyerah di Desa Sokong

Pandemi Covid-19 membuat banyak warga yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan di Desa Sokong. Tapi, mereka menolak menyerah. Hasilnya kini, mereka bukannya mencari pekerjaan. Malah mereka justru mencipta pekerjaan.

Begini Cara Booking Service Online Via Motorku X

”Caranya sangat mudah, semua hanya dalam genggaman saja,” ucap Marketing Sub Dept Head Kresna Murti Dewanto.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks