alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Ahyar Beri Sinyal Makmur-Ahda Belum Final

MATARAM-Politisi senior Kota Mataram H Ahyar Abduh sepertinya mulai berubah pikiran. Ia menegaskan kalau posisi anaknya H Badruttamam Ahda untuk berdampingan dengan HL Makmur Said pada Pilwali Kota Mataram 2020 belum final. Alias masih bisa berubah.

“Dalam rumus politik untuk konteks Pilwali, belum ada satupun pasangan yang final,” kata tokoh yang pernah memenangkan tiga pertarungan Pilkada Kota Mataram itu.

Sekadar diketahui, Ahyar memenangkan Pilkada Pertama dalam posisi sebagai wakilnya HM Ruslan (Alm). Sementara kemenangan kedua dan ketiga ia raih dalam Pilkada Kota Mataram 2010 dan 2015.

Kini, setelah gong pilwali dipukul, ada setidaknya tiga bakal calon (balon) yang akan bertarung. H Mohan Roliskana bersama TGH Mujiburrahman; Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Mannan; dan HL Makmur Said dengan Badruttamam Ahda, putra dari Ahyar Abduh.

Masing-masing balon juga telah bergerak. Mencari dukungan ke masyarakat Kota Mataram. Juga memburu surat rekomendasi partai politik (parpol). Karena bukan orang partai, Makmur dan Ahda yang terlihat paling getol mencari dukungan parpol. Meski di awalnya, Makmur Said hendak maju secara independen.

Di awal Maret lalu, HL Makmur Said menyebut waktu deklarasi menunggu rekomendasi lengkap dari sejumlah parpol. Setidaknya ada sekitar empat partai yang arah dukungannya menuju mereka.

Seperti Partai Gerindra; PKB; Hanura; serta PKPI. Pasangan Makmur-Ahda juga mengupayakan dukungan dari PAN serta PP.

Lobi-lobi politik tersebut rupanya belum membuat Ahyar yakin. Katanya, peta politik Kota Mataram masih sangat dinamis. Terus berjalan hingga waktu pendaftaran dan penetapan pasangan calon oleh KPU pada September nanti.

”Di sana baru final. Kalau ada rekomendasi partai. Kalau sekarang, dalam rumus politik, tidak ada yang final. Belum waktunya juga saya katakan itu final,” jelas Ahyar.

Kata Ahyar, selama pandemi covid, ia nyaris tidak memikirkan soal politik. Sebagai Wali Kota Mataram, Ahyar fokus bagaimana cara penanganan dan pencegahan covid di wilayahnya tetap berjalan lancar.

Namun, setelah tahapan Pilwali kembali dibuka. Ditambah sudah ada kepastian soal penyelenggaraannya. Ahyar menyebut harus memikirkan lagi soal politik. Terutama untuk suksesi putranya, Badruttamam Ahda.

Tentu soal suksesi ini, Ahyar mengatakan, akan memisahkan posisinya sebagai kepala daerah. Ada ketentuan yang harus dipatuhinya. ”Jelas beda posisi. Tidak ada hubungannya dengan wali kota,” kata Ahyar.

Begitu juga dengan pejabat di bawahnya. Sebagai Wali Kota Mataram, Ahyar mengingatkan agar birokrat Pemkot Mataram tidak ikut-ikut berpolitik. Ada aturan dan ketentuan yang harus diikuti.

”Kalau dilanggar ada sanksinya,” tuturnya.

Soal Pilwali Desember nanti, Ahyar juga berharap masyarakat bisa aktif terlibat. Selalu menjaga kondusivitas dan kamtibmas. ”Jangan sampai ada konflik, sampai ada gesekan. Itu yang utama,” tandas Ahyar.

Sementara itu, HL Makmur Said mengatakan, komitmennya tetap berpasangan dengan Badruttamam Ahda. Keduanya tetap solid. Bahkan tetap melakukan kegiatan bersama menemui tokoh dan membantu masyarakat.

”Kita masih solid kok,” tuturnya.

Sejauh ini, Makmur menyebut banyak masyarakat yang menemui mereka di posko pemenangan. Menyampaikan aspirasi, untuk program kerja apabila Makmur-Ahda terpilih kelak.

”Tetap ketemu walau pandemi. Tentu dengan memperhatikan protokol covid,” ujarnya.

Disinggung soal dukungan partai, Makmur mengatakan belum ada perubahan. Komunikasi tetap dilakukan secara intensif. Bahkan, ada beberapa parpol yang siap untuk menjalin koalisi dengan mereka.

”Alhamdulillah masih tetap komit. Semoga tidak ada perubahan,” kata Makmur. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks