alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Dampak Korona, Partisipasi Pemilih di Pilwali Mataram 2020 Diprediksi Turun

MATARAM-Angka partisipasi pemilih pada Pilkada Kota Mataram diprediksi menurun di masa pandemi Covid-19. “Jika Korona masih terjadi sampai Desember, partsipasi pemilih jelas turun,” kata Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Mataram Hasan Basri pada Lombok Post, Senin (15/6).

Dia mengatakan, di tengah wabah Korona orang takut kemana-mana. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja, warga khawatir keluar rumah. “Orang sekarang mikir kalau mau ke mana-mana,” kata Hasan.

Apalagi lanjutnya, jika hanya untuk memilih pada Pilkada. Tentu mereka akan berpikir dua kali datang ke TPS. “Tentu orang akan berpikir apa yang saya dapatkan,” ucap dia.

Guna mengantisipasi hal tersebut, Hasan akan mengajak organisasi kemasyarakatan (Ormas) lintas agama. “Saya lihat orang ketimuran patuh terhadap tokoh agama. Kalau kiyai bilang ini, maka akan dituruti,” terang dia.

Begitu juga dengan yang agama yang lain. Seperti pastor bisa mengajak para jemaatnya untuk memilih pada Pilkada Desember mendatang. Selain itu, ia akan membangun kerja sama dengan kampus dan pondok pesantren (Ponpes).

Paling tidak, kata dia, ada MoU (Memorandum of Understanding) terkait pencegahan dan hukum pada Pilkada di kampus dan ponpes. Misalnya, dari perspektif penegakan keadilan di masa pandemi Covid-19.

Kampus nantinya akan membuat pojok pengawasan untuk dipajang pamplet, buku, dan panduan Pilkada. “Kampus yang mahasiswa banyak seperti UIN, Unram, Ummat, UNU, dan NW akan kita libatkan membuat pojok pengawasan Pilkada,” tutur dia.

Diutarakan, ditengah masa pandemi Covid-19 sosialisasi Pilkada tatap muka tidak memungkinkan. Mengumpulkan orang banyak saat ini tidak bisa dilakukan karena melanggar protokol kesehatan. “Paling kalau kita turun ke lingkungan bisa mengumpukan sampai lima orang,” ucapnya.

Masa pandemi Korona juga  membuat psikis terganggu. Ada anggapan orang yang akan didatangai positif Korona. Misalnya dalam verifikasi faktual (verfak) harus mememui 10 ribu orang yang menyatakan dukungan pada jalur perseorangan. Tentu petugas yang turun ke warga harus beda-beda protokol kesehatan diterapkan. Tidak mungkin orang yang positif akan dihadapi dengan hanya menggunakan masker dan jaga jarak. Melainkan harus ada APD (alat pelindung diri) lengkap.

Kordinator Divisi Hukum Penanganan Pelanggaran Sengketa (HPPS)  Bawaslu Kota Mataram Dewi Asmawardhani menambahkan, untuk pelanggaran Pilkada Kota Mataram akan lebih banyak dilakukan secara tatap muka. Keterangan dari pelanggar harus jelas dan harus menunjukkan bukti.

“Kalau kita pakai daring (dalam jaringan) sinyal belum tentu bagus. Suaranya bisa putus-putus,” kata dia. (jay/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks