alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Usung Baihaqi-Diyah Ganefi, Koalisi Biru Tanpa NasDem

MATARAM-Setelah membangun komunikasi politik cukup lama Poros Biru di Kota Mataram resmi berkoalisi di tingkat daerah. Namun koalisi ini minus NasDem.

Padahal komunikasi politik Poros Biru terdiri dari Demokrat, PAN, dan NasDem cukup intens di Kota Mataram. Demokrat dan PAN sepakat berkoalisi dan mengusung H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi. “Nama koalisinya, Koalisi Partai Biru,” kata Bakal Calon Wakil Wali Kota Mataram Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi, Minggu (14/5) lalu.

Tetapi sekalipun NasDem absen, tampak hadir Partai Berkarya. Dengan demikian koalisi Biru itu terdiri dari Demokrat, PAN, dan Berkarya. Koalisi dengan total 8 kursi ini berpeluang mengusung Bakal Pasangan Calon (Bapaslon). Tinggal menunggu restu dari DPP masing-masing partai.

Sementara itu, Ganefi belum mengetahui alasan absennya NasDem. Padahal dalam komunikasi politik poros biru sebelumnya, komunikasi yang terbangun cukup baik. “Bisa langsung dikonfirmasi ke NasDem,” pintanya.

Ketua DPW Partai NasDem NTB H Muhammad Amin pun menyampaikan alasan absen dalam kesepakatan koalisi di tingkat daerah itu. Menurutnya proses komunikasi harus dibangun dari tingkat daerah.

Tidak bisa langsung lompat ke DPW Partai NasDem NTB. “Belum ada informasi dari DPD NasDem Kota Mataram tentang itu (membangun koalisi)” katanya.

Lagipula kata mantan Wakil Gubernur NTB itu, NasDem saat ini masih berkomunikasi dengan DPD dan DPP terkait arah dukungan di Kota Mataram. Karena itu belum bisa memfinalkan arah dukungan dan ke mana partai akan berkoalisi.

Amin menilai atas dasar itu, NasDem Kota Mataram belum menyampaikan ke mana  arah koalisi. “Barangkali DPD NasDem Kota Mataram sudah tahu bahwa proses pencalonan dari DPP belum final,” imbuhnya.

Sehingga dukungan politik dan koalisi belum bisa dipastikan ke manapun. “Nanti saya coba konfirmasi dulu (ke DPD Kota Mataram)” ujarnya.

Amin belum bisa memastikan NasDem akan melanjutkan komunikasi politik sesama partai Biru di kota atau keluar. Partai NasDem masih harus melewati mekanisme yang tertuang dalam Peraturan Organisasi (PO) NasDem. “Semua masih berproses,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPW Partai Berkarya NTB H Darmawan sesumbar dapat menumbangkan Petahana di Kota Mataram. “Saya akan cari uang Rp 25 miliar untuk memenangkan calon ini,” katanya.

Dia menyebut tak segan jual tanah demi memaksimalkan kerja politik memenangkan pasangan Baihaqi-Ganefi. Darmawan merasa Kota Mataram butuh perubahan dan hal itu baru bisa dilakukan bila pemimpin bukan itu-itu saja. “Bukan buat money politik (Rp 25 miliar itu) tetapi siapapun tahu kita butuh uang melakukan kampanye menggerakan tim,” kelitnya.

Biaya puluhan miliar dinilai akomodatif menunjang gerak mesin politik memenangkan pasangan Baihaqi-Ganefi. Darmawan optimis perjuangannya akan didukung banyak orang yang menginginkan perubahan di ibu kota. “Masa 20 tahun Kota Mataram, tidak ada trotoar (memadai) di belakang kantor Gubernur NTB,” cetusnya.

Hal remeh seperti itu tak mampu diselesaikan pemerintahan saat ini. Sehingga Darmawan merasa sudah saatnya trah atau dinasti politik diganti. “Harus ada pembaharuan,” ujarnya.

Hari ini rencanannya dia dan Ketua DPW PAN NTB H Muazzim Akbar akan terbang ke Jakarta dan mendatangi kantor DPP masing-masing. Tujuan salah satunya agar SK rekomendasi diterbitkan buat pasangan Baihaqi-Ganefi. “Surat SK Demokrat kabarnya terbit 29 Juni, ya kita target deklarasi 5 Juli untuk pasangan ini,” pungkasnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks