alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Pilwali Mataram Berpeluang Diundur Lagi, KPU : Tunggu Setelah 29 Mei!

MATARAM-Muncul keraguan pilkada dapat digelar Desember ini. Sekalipun Perppu sudah terbit dan memberi kepastian hukum. “Pascaperppu kita masih tunggu perkembangan tanggap darurat 29 mei ini,” kata Ketua KPU Kota Mataram Husni Abdin, kemarin (15/5).

Karena itu, KPU pusat telah bersurat ke Gugus Tugas Nasional untuk mengetahui kepastian penanganan Pandemi Covid-19. “Inti pertanyaan dalam surat ada dua, kapan covid berakhir atau selesai dan kapan covid bisa ditangani,” tuturnya.

Jika Gugus Tugas Nasional ternyata memperpanjang penanganan pandemi sampai Juni apalagi Juli maka bisa dipastikan pilkada digelar tahun 2021. Hal ini sesuai dengan Perppu pasal 201 A ayat 3. “Jadi saya rasa kuncinya ada di tanggal 29 Mei,” ulasnya.

Tetapi bila pemerintah mengakhiri masa tanggap darurat sehingga memungkinkan melaksanakan agenda pilkada, maka peluang digelar Desember terbuka. “Kita tunggu saja balasan surat itu,” terangnya.

Husni sendiri memprediksi pilkada akan dilaksanakan di tahun 2021. “Ini pendapat saya pribadi ya,” tekannya.

Dengan situasi pandemi belum tertangani maksimal sulit bagi Penyelenggara Pemilu melaksanakan tahapan pilkada. Jika dipaksakan dikhwatirkan persiapan tidak maksmial maksimal sehingga pilkada tidak berkualitas.

Menunda pelaksanaan pilkada di tahun 2021 tidak perlu dengan menerbitkan produk hukum baru. Perppu no 2 tahun 2020 tentang Pilkada menurutnya telah mengakomodir pelaksanaan pilkada ditunda. “Nggak perlu, kan sudah terakomodir di pasal 201A ayat 3,” terangnya.

Di ayat itu pilkada bisa ditunda sampai pandemi berakhir. “Ya saya kira paling lambat enam bulan setelah perppu itu terbit,” ulasnya.

Pelaksanaan Pilkada di bulan Desember tidak disertai teknis penyelenggaran bila pandemi masih ada. Sehingga mau tidak mau kalau pandemi masih berlangsung pilkada akan digeser ke obsi Maret 2021. “Kita belum bisa pakai teknis e-voting karena itu butuh persiapan fasilitas dan sosialiasasi yang tidak mudah, e-voting saya kira bisa digunakan di 2024,” pungkasnya. (zad/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks