alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Makmur-Ahda Kantongi SK Dukungan PKPI

MATARAM-Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda akhirnya mengantongi SK PKPI. “Alhamdulillah, sudah kita terima baru saja (kemarin malam, Red),” kata Makmur, Kamis (16/7).

SK PKPI itu bernomor 039/SKEPD/DPN PKP IND/VII/2020. Surat itu terbit pada tanggal 15 Juli dan ditandangani langsung Ketua Umum PKPI Diaz Hendropiryono dan Sekretaris Jendral Verry Surya Hendrawan.

Tetapi baru bisa diserahkan secara simbolik Kamis malam. “Kami tentu ingin setiap langkah terukur dan pasti,” ulasnya.

Dukungan PKPI sangat berarti bagi Bapaslon Makmur-Ahda. Hal ini untuk memastikan koalisi partai dapat dibangun dan mencukupi ke panggung Pilwali Kota Mataram 2020. “Dalam waktu dekat kami targetkan bisa dapat SK dari partai lainnya,” terangnya.

Penyerahan SK dilakukan secara simbolik oleh Ketua DPP PKPI NTB Andi Laweng. Turut hadir pula Bakal Calon Wakil Wali Kota Mataram H Badruttamam Ahda.

Andi mengatakan PKPI butuh proses dan analisa panjang sampai memutuskan menerbitkan SK untuk pasangan Makmur-Ahda. “Beliau sudah lama berproses,” katanya.

Mulai dari usulan Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota, diteruskan Dewan Pimpinan Provinsi (DPP), sampai akhirnya ditetapkan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKPI. “Tentu dengan terbitnya SK ini, kami akan sampaikan ke DPP dan DPK untuk ditindaklanjuti sebagai instruksi partai dan dilaksanakan sebaik-baiknya oleh kader,” ulasnya.

Pasangan Makmur-Ahda dinilai sebagai figur ideal memimpin Kota Mataram. Gabungan antara mantan birokrat senior dengan anak muda dianggap kombinasi tepat. “Ada mantan birokrat senior, berpengalaman, didamdingi anak muda dengan pendidikan agama yang sangat mumpuni,” ulasnya.

Hal ini salah satu pertimbangan PKPI memantapkan terbitkan SK untuk Makmur-Ahda. Terbitnya SK ini sekaligus menepis berbagai spekulasi tentang paket ini. “Kami bahkan yakin pasangan ini akan menang,” pungkasnya. (zad/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks