alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Pilwali Mataram, Makmur-Ahda Tawarkan Kartu Sakti

MATARAM-Bakal Calon Wali Kota Mataram HL Makmur Said mulai panas. Menyusul kepastian partai pengusung yang siap mengantarkannya maju di Pilkada Kota Mataram.

Kepada masyarakat Kota Mataram, Makmur menawarkan kartu sakti. Namanya Kartu Mataram Ingin Makmur (MIM). “Kartu ini yang akan menjamin masalah ekonomi, kesehatan, dan pendidikan warga Mataram,” jelasnya.

Untuk masalah kesehatan, saat ini masyarakat memang memiliki program BPJS Kesehatan. Namun ini tidak menjamin semua terakomodir. Khususnya masyarakat miskin di Kota Mataram. Basis Data Terpadu mencatat ada sekitar 40 ribu masyarakat miskin di Kota Mataram. Tidak semuanya menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Sehingga ia mengatakan, perlu ada BPJS lokal yang disiapkan oleh pemerintah daerah. “Kalau warga mau berobat gratis, bisa pakai kartu ini,” ungkapnya.

Kemudian untuk ekonomi, dengan kartu ini masyarakat bisa mendapatkan kucuran modal dengan bunga yang sangat rendah. Subsidi bunga dibantu oleh pemerintah dan mereka tidak perlu menggunakan agunan atau jaminan untuk mendapat pinjaman.

“Kalau satu orang Rp 25 juta, Rp 1 miliar bisa 40 yang terbantu. Nggak pakai jaminan, bunganya rendah. Inilah cara menciptakan lapangan kerja,” paparnya.

Kemudian untuk sekolah, dengan menggunakan kartu MIM, siswa kurang mampu bisa diterima dengan gratis di sekolah. Mereka juga mendapatkan bantuan seragam, tas dan fasilitas sekolah lainnya.

“Kemiskinan disebabkan dua hal, ketika orang sakit dan anak masuk sekolah. Karena biaya awal masuk sekolah tinggi, orang tua bisa menjual apa saja demi anaknya. Begitu juga ketika orang sakit,” jelasnya.

Sehingga, kartu MIM inilah yang ingin ditawarkan oleh Makmur untuk masyarakat Kota Mataram. “Tugas pemimpin yang terpilih nanti adalah mengembalikan ekonomi yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Ini akan menjadi prioritas kami jika mendapat amanah,” tandasnya. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks