alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Yakin Kader Solid, Golkar Mataram Kompak Dukung HARUM

MATARAM-Partai Golkar telah memutuskan mengusung Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum) pada Pilkada Kota Mataram 2020. Atas dasar itu, Ketua Tim Pemenangan Paket Harum H Didi Sumardi sangat yakin suara pendukung Partai Golkar tak akan terpecah.

“Partai Golkar sudah klop mendukung dan mengusung paket Harum. Tidak ada lagi ke mana-mana,” tegas pria yang juga menjabat Ketua DPRD Kota Mataram ini.

Didi menampik adanya irisan dukungan Golkar ke pasangan lain. Kata dia, irisan dukungan Golkar ke pasangan lain hanya bersifat personal. Bukan secara organisasi kepartaian.

Didi yakin dengan kekuatan figur Mohan-Mujib. Menurutnya, figur dari bapaslon menjadi sentral menghimpun dukungan dari masyarakat Kota Mataram. “Kami yakin, figur ini yang diinginkan masyarakat,” yakinnya.

Dia juga melihat sekarang ini masyarakat sudah dewasa dan cerdas. “Sentralnya ada di figur. Apalagi paket Harum banyak didukung partai lain,” ungkap politisi senior ini.

Senada, Anggota Tim Pemenangan Paket Harum Abdul Malik menegaskan, tidak ada basis dukungan Golkar pecah. Sesuai arahan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartato, Kader Golkar wajib mendukung paket Harum. “Tidak ada kader Golkar yang abu-abu,” tegasnya. “Kita solid mendukung paket H Mohan-TGH Mujib,” imbuhnya.

Sebagai informasi, belakangan beredar kabar, pendukung Golkar akan terpecah mendukung tiga pasangan calon di Pilkada 9 Desember mendatang. Yakni ke pasangan Harum, pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru), dan pasangan HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda (Muda).

Ketiga bapaslon memiliki pendukung militan. Mohan-Mujib misalnya. Mereka merupakan kader Golkar. Bahkan, sampai saat ini Mohan masih menjadi Ketua DPD II Golkar Kota Mataram. Sementara TGH Mujiburrahman kader Golkar yang menjadi anggota DPRD Kota Mataram. Sehingga, basis dukungan Golkar ke paket Harum cukup kuat.

Namun di balik itu ada nama Baihaqi yang masih menjadi kader Golkar. Yang tak kalah pentingnya, Baihaqi merupakan menantu dari Sekretaris DPD I Golkar NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda yang kini menjabat Ketua DPRD NTB. Jadi, tidak menutup kemungkinan pasangan Baihaqi-Diyah mendapat irisan dukungan Golkar.

Tak hanya Baihaqi, basis dukungan Golkar kemungkinan juga akan mengarah ke paket Muda. Seperti diketahui Ahda merupakan putra sulung Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh yang juga pernah menjabat Ketua DPD II Golkar. Bahkan Ahyar kini digadang-gadang menjadi calon kuat memimpin Golkar NTB. (jay/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks