alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

Kampanye Sehat, Masrun-Habib Bagi Masker ke Warga Loteng

SETIAP kali kampanye, pasangan calon bupati dan calon wakil bupati H Masrun-TGH Habib Ziadi selalu bagi-bagi masker. Begitulah cara pasangan ini mewujudkan kampanye sehat di Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Masker tersebut diberikan kepada warga. Baik yang ditemukan tidak memakai masker ataupun yang memakai masker juga tetap kebagian.

“Yang sudah pakai masker tetap diberikan dengan harapan, ada cadangan masker di rumah,” kata Agus Setiawan, ketua tim relawan Masrun-Habib pada Lombok Post.

Alat pelindung diri tersebut katanya menjadi hal yang wajib digunakan. Sehingga, sebelum pertemuan dan diskusi berlangsung dalam tatap muka, tim relawan dan tim pemenangan biasanya memeriksa terlebih dahulu peserta yang hadir. Sekaligus mengatur posisi jarak duduk dan jarak berdiri.

Dalam setiap kampanye tatap muka, kata Agus, pasti selalu didahului dengan imbauan dan seruan tentang protokol kesehatan.

Kenapa pihaknya memilih selalu membagi masker? Karena kata Agus, pasangan Masrun-Habib tidak ingin warga Loteng tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Dengan membagi masker, maka diharapkan tak ada warga yang tak punya masker di rumah mereka.

Selain itu, pihaknya ingin mendorong kesadaran agar mematuhi protokol kesehatan. Dengan begitu, masyarakat memakai masker bukan semata lantaran aka nada razia.

“Itu mengapa setiap kali kami turun dengan calon bupati atau calon wakil bupati, tetap tersedia ribuan masker di kendaraan,” terang Agus.

Dia menekankan, prinsip pesta demokrasi kali ini, bukan semata-mata mencari kata aman dan kata damai saja. Melainkan juga mencari sehat. Dan karenanya, hal tersebut menjadi tanggung jawab bersama. Tidak bisa diserahkan ke pemerintah dan aparat semata. Melainkan perlu dukunan semua pihak.

“Momen Pilkada ini bagi pasangan Masrun-Habib adalah bagian dari kita bergotong royong melawan Covid-19,” tegas Agus.

Dan tentu di balik itu semua, Pilkada juga mesti menjadi ajang untuk saling menghargai perbedaan pilihan, perbedaan pandangan, dan perbedaan langkah. Bukan menciptakan perpecahan, apalagi gejolak sosial dan gejolak politik. (dss/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

JPS Mataram Disalurkan Setelah Pilkada

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh patut mendapat dua jempol. Kebijakannya terkait bpenyaluran bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap enam patut diapresiasi. “Penyaluran JPS tahap keenam akan dilakukan setelah Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang,” tegas Ahyar, Selasa (25/11).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks