alexametrics
Sabtu, 5 Desember 2020
Sabtu, 5 Desember 2020

Debat Rasa Cerdas Cermat, Akademisi: BARU Pembeda dari Para Calon

MATARAM-Banyak pihak mengkritik jalannya debat kandidat calon wali kota (Cawali) dan calon wakil wali kota (Cawawali) Mataram, Sabtu (14/11/2020). Mereka mengeluhkan teknis debat yang dinilai kehilangan substansi.

Acara itu dianggap bukan debat tetapi mirip lomba cerdas cermat. “KPU harus mengevaluasi teknisnya,” saran Akademisi Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Rossi Maunofa W, Senin (16/11/2020).

Rossi berharap KPU tidak mengulangi lagi kesalahan merancang teknis debat ketiga nanti. Hilangnya segmen paslon saling lempar pertanyaan telah membuat publik kecewa. “Di mana-mana yang namanya debat itu adu argumentasi dan saling mengkritisi gagasan,” ulasnya.

Tetapi untungnya masih ada yang membuat penonton tidak kecewa berat. “Setidaknya dari penampilan calon wali kota nomor 4 itu jadi pembeda,” ujarnya.

Calon Wali Kota Mataram nomor urut 4 H Baihaqi mampu menghilangkan kesan pidato. Berbagai pertanyaan mampu dijawab jelas dan tuntas. “Gagasannya menarik, disampaikan dengan gaya meyakinkan,” imbuhnya.

Sekalipun performa Baihaqi belum bisa juga disebut sempurna. “Ya karena keterbatasan waktu,” ulasnya.

Gestur Baihaqi saat memaparkan visi-misi dan menjawab pertanyaan dinilai lebih hidup. Begitupun narasinya menggunakan kalimat yang jelas dan terang. Namun Rossi melihat performa itu, belum bisa diimbangi calon wakil wali kotanya. “Masih terlihat belum luwes,” ujarnya.

Sisalnya paslon lain seperti terjebak pada kesan tengah pidato dan berpacu dengan waktu. “Kita berharap di debat III nanti, lebih hidup antar paslon bisa saling beradu argumentasi,” harapnya.

Calon Wali Kota Mataram nomor urut 4 H Baihaqi ikut mengeluhkan debat yang dilakoninya Sabtu (14/11/2020). “Bukan debat tapi cerdas cermat,” celetuknya.

Awalnya Aqi, sapaan akrabnya, telah mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk tampil di debat kedua itu. “Sudah ada persiapan untuk mendalami visi-misi kami dan paslon lain, tapi tidak ada sesi itu,” ungkapnya.

Melalui sesi saling lempar pertanyaan, publik diharapkan bisa menilai mana paslon yang punya ide realistis dan konkret, mana yang gagasan rapuh. “Jadi bukan sekadar ide gagah-gagahan, tetapi secara konseptual mewakili keinginan masyarakat Kota Mataram dan mampu diwujudkan,” ulasnya.

Ketua Tim Pemenangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (BARU) Zainul Aidi, turut menyampaikan kekecewaan atas format debat kedua. “Bagaimana paslon kami mau mengembangkan performa, kalau pertanyaan antar paslon di krangkeng dari pertanyaan yang sudah disiapkan?” kritiknya.

Segmen paslon menjawab pertanyaan dan dikomentari paslon lain, pun tidak bisa maksimal. “Waktu mengomentari cuma 60 detik, tidak ada waktu mengomentari gagasan paslon lain, sementara kami harus sampaikan konsep juga untuk permasalahan itu,” ulasnya.

Harapan debat akan berjalan lebih menarik dan seru tidak bisa terwujud. Sementara keunggulan paslon BARU menurutnya ada pada gagasannya yang kuat dan realistis. “Benar-benar debatnya di luar ekspektasi kami,” tegasnya.

Dari sisi performa, Zainul mengaku sangat puas dengan penampilan Baihaqi dan Ganefi di atas panggung. “Semua dijawab dengan tepat waktu, kaya ide dan gagasan, tidak ada satu detik terbuang percuma ketika kami diberi kesempatan,” ulasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin mengatakan, konsep debat terkesan seperti cerdas cermat karena terikat aturan. “Kita memang agak kaku karena aturan,” katanya.

Aturan itu terkait segmen acara. Hanya saja Husni tidak merinci aturan mana dimaksud sebagai rujukan konsep segmen acara.

Husni berjanji di debat ke tiga nanti suasana debat akan lebih menarik untuk ditonton. “Lebih rileks lebih santai,” katanya. (zad/adver)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Koalisi Rapatkan Barisan, Survei PRESISI Sebut JODA Ungguli NADI

Partai politik (parpol) koalisi paslon Djohan Sjamsu dan Danny Carter Febriyanto Ridawan (Jadi) akan merapatkan barisan menuju pemenangan Joda, pada pilkada Lombok Utara, 9 Desember, mendatang.

Parpol Pengusung Tidak Kendorkan Mesin, Kawal Pemenangan NADI di KLU

Pada hari-hari terakhir kampanye, partai politik pengusung paslon Najmul Akhyar dan Suardi (Nadi) terus memacu mesin partai. Seluruh perangkat partai digerakkan untuk memastikan kemenangan pasangan Nadi. Paslon Nadi didukung sejumlah parpol. Seperti Partai Nasdem, PBB, Partai Demokrat, Partai Golkar, PPP, Hanura dan Gelora.

Kilas Balik Jalan Panjang SALAM

Gerakan pasangan Selly-Manan (SALAM) sepanjang masa kampanye Pikada Kota Mataram, bukan sekadar parade politik penuh kepentingan janji manis belaka. Kilas balik jejak kampanye jago koalisi PDIP - PKS ini juga memberi edukasi dan menginspirasi masyarakat dalam banyak aspek. Mulai dari aspek politik, ekonomi, sosial budaya, nilai keberagaman, hingga penegakan protokol kesehatan di masa pandemi.

Akhir Tahun, Okupansi Hotel di Mataram Masih Rendah

Bulan Desember harusnya menjadi bulan yang paling ditunggu pengusaha hotel yang ada di Kota Mataram. Di akhir tahun, hunian hotel biasanya memasuki puncaknya. Namun pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini membuat okupansi masih anjlok.

Bupati Sumbawa Barat Positif Terjangkit Virus Korona

Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin terkonfirmasi positif covid-19. Pria yang kini kembali mencalonkan diri sebagai Bupati tersebut sedang menjalani isolasi mandiri di rumah sakit Harapan Keluarga, Kota Mataram.

Cegah Penyebaran Covid-19, Satgas Terus Tingkatkan Testing dan Tracing

Satgas penanganan Covid-19 mengklaim, 11 provinsi sudah mencapai target testing Covid-19 sesuai dengan standar Badan Kesehatan Dunia WHO yaitu 1:1.000 penduduk per minggu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Debat Pamungkas, BARU Sindir SALAM Takut Pajang Logo PDI Perjuangan

Debat terakhir pasangan calon wali kota dan wali kota Mataram telah berakhir Senin (30/12) lalu. Seluruh paslon telah menyampaikan visi misi dan program kerja jika mereka terpilih memimpin Mataram di periode mendatang.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Selamat! Ini Pemenang Simpedes BRI Periode 1 Tahun 2020

”Mudah-mudahan dengan acara ini, nasabah BRI semakin loyal, semakin berkembang, dan semakin semarak bertransaksi,” tuturnya.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks