alexametrics
Selasa, 1 Desember 2020
Selasa, 1 Desember 2020

Survei Polram Sebut NADI Unggul Tipis dari JODA di Lombok Utara

MATARAM-Lembaga Survei Political Research and Marketing Institute (Polram) kembali merilis hasil survei. Kali ini untuk survei elektabiltas Pasangan Calon (Paslon) di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Peneliti Polram Azhari Evendi menuturkan telah menerjunkan Surveiyor untuk mengumpulkan sampel dari 500 responden. “Tersebar di 43 Desa di Kabupaten Lombok Utara,” terangnya.

Proses wawancara dilakukan dengan tatap muka dengan menggunakan aplikasi kobocollect. “Sebelumnya (saat survei di Kota Mataram) kami menggunakan google form, tetapi melihat situasi di KLU tidak semua tersedia jaringan, jadi kami siapkan aplikasi yang bisa diisi secara offline,” ulasnya.

Sebelum menyampaikan hasil survei, Azhari mengatakan bila para Enumerator telah dilengkapi dengan surat rekomendasi dari Bakesbangpoldagri dan surat tugas. “Kami ada rekomendasi dari Bakesbangpoldagri NTB dan daerah,” ulasnya.

Barulah para Enumerator mendatangi setiap RT di semua desa. “Kami ambil sampel di 4 RT perdusun,” ulasnya.

Dari hasil survei, Polram memperoleh beberapa catatan menarik terkait Calon Kepala Daerah (Cakada) yang diinginkan masyarakat KLU. “Sebanyak 39,6 persen atau paling besar mendasari pilihannya atas dasar keperibadian, seperti moral, akhlak, integritas, dan lain-lain calon kepala daerah,” terangnya.

Sementara masyarakat yang memutuskan pilihan karena alasan diiming-imingi uang atau materi lainnya sangat kecil. “Hanya 1,0 persen,” ulasnya.

Kriteria paslon yang diinginkan masyarakat KLU yakni figur yang tidak diskriminatif dan merangkul semua golongan. “Itu paling besar yakni 30 persen,” ungkapnya.

Sementara, kriteria pemimpin yang cerdas, pintar, dan berwawasan luas ternyata bukan alasan utama. Kriteria ini ada di urutan keempat paling bawah. “Sekitar 4,2 persen,” ulasnya.

Azhari lantas mengungkapkan hasil survei elektabilitas dua paslon di KLU. “28 persen menginginkan paslon nomor urut 1 (JODA) dan 32,8 persen memilih paslon nomor urut 2 (NADI),” ungkapnya.

Namun demikian Polram melihat peluang perubahan hasil juga masih besar. Hal ini karena swing voter relatif masih tinggi di KLU. “Sekitar 33,6 persen, masih besar,” ulasnya.

Azhari melihat swing voter sebagian besar merupakan kelompok pemilih pemula dan milenial. Mereka diprediksi belum menentukan pilihan karena para paslon dianggap belum terlalu menarik dari sisi kemasan visi-misi. “Tugas para timlah kini untuk meyakinkan swing voter itu agar memilih mereka,” terangnya.

Kreativitas para paslon dan tim dalam meyakinkan publik, sangat menentukan apakah para swing voter akan ke salah satu paslon, tersebar merata, atau malah golput. “Tapi ingat, langkah manuver politik yang keliru oleh salah satu paslon pun dapat berakibat bumerang bagi paslon, karena itu hati-hati juga dalam membuat (konten) kreativitas,” sarannya. (zad/r2)

 

Elektabilitas Paslon di KLU, hasil survei Polram:

Paslon                                                             Elektabilitas

H Djohan SjamsuDanny Karter F.               30,2 persen

H Najmul Akhyar-H Suardi                            36,2 persen

————————–

Ragu-ragu                                                      18,0 persen

Tidak Menjawab                                            15,6 persen

 

Sumber : Survei Polram dari tanggal 8-12 November 2020

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kolaborasi dan Pemasaran Digital Bantu Dongkrak Produk Produk Lokal

Delapan bulan lebih pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Situasi ini tidak hanya  berpengaruh pada sektor kesehatan, tapi juga dunia usaha. Meski kondisi sulit, beberapa UMKM masih mampu bertahan bahkan berkembang dengan sejumlah inovasi. Profesional, kolaborasi dengan berbagai pihak dan pemanfaatan teknologi digital jadi jurus yang banyak dipakai para UMKM lokal dalam mendongkrak penjualan produk-produk mereka.

Kisruh Aset Pemprov di Trawangan, Kejati Diminta Telusuri Aliran Dana

”Informasi dari kami banyak, Kejati juga banyak yang sudah didapatkan,” kata Koordinator Wilayah III KPK Aida Ratna Zulaiha.

Ekspor Ditutup, Ratusan Ribu BBL di NTB Tertahan di Penampungan

”Satu bulan saja tidak ada kejelasan, pasti ekspor ilegal terjadi. Barang yang tertahan sekarang itu kan duit semua,” kata Ketua Dewan Pembina Lombok Lobster Association (LLA) Mahnan Rasuli, Minggu (29/11/2020).

UMKM Lokal Bisa Pamer Produk di NTB Mall Offline

”Ini potensi pasar baru yang menjanjikan untuk menjual produk lokal,” ujar Fathurrahman, kepala Dinas Perdagangan NTB.

Guru Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan, Dikbud Lobar Masih Berhitung

”Iya, kami telah menerima arahan dari Pak bupati dan sedang kami tindak lanjuti,” kata Sekretaris Dinas Dikbud Lobar Khairuddin, pada Lombok Post, Minggu (29/11/2020).

Sumo Sale Nissan, Diskon Terbesar di Tahun 2020

"Promo diskon Sumo Sale ini untuk All New Nissan Livina promonya sampai akhir tahun," kata Branch Head Indomobil Nissan Sandubaya Ryo Hadiyanto pada Lombok Post, Minggu (29/11/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Selamat! Ini Pemenang Simpedes BRI Periode 1 Tahun 2020

”Mudah-mudahan dengan acara ini, nasabah BRI semakin loyal, semakin berkembang, dan semakin semarak bertransaksi,” tuturnya.

Bantuan Subsidi Upah, Guru Honorer dapat Rp1,8 Juta

Pemerintah memperluas sasaran penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU). Kali ini, giliran tenaga pendidik dan guru non-PNS yang akan mendapat bantuan hibah sebesar Rp 1,8 juta. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebutkan, bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan ekonomi para dosen, guru, dan tenaga kependidikan non-PNS yang selama ini ikut terdampak pandemi COVID-19.
Enable Notifications    OK No thanks