alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Digoyang Isu “Bubar”, Makmur Klaim Dapat SK PKPI Seminggu Lagi

MATARAM-Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda dirumorkan goyang lagi. Pemicunya pernyataan Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh yang menyebut semua Bapaslon belum ada yang final.

Menanggapi itu Makmur menanggapi kalem. “Yang jelas seminggu lagi kami akan kantongi SK rekomendasi PKPI,” katanya, Selasa (16/6) lalu.

Isu-isu politik yang menerpa dirinya dinilai hal biasa. Makmur merasa tidak perlu menanggapi berlebihan.

Sebaliknya mantan Sekda Kota Mataram itu semakin percaya diri dan merasa diperhitungkan. “Kalau diterpa isu berarti kita calon yang diperhitungkan, Alhamdulillah,ujarnya.

Pernyataan Wali Kota Mataram yang menyebut semua pasangan — termasuk Makmur-Ahda  –belum final ada yang menafsikan terlalu jauh. Faktanya belum ada satu pasangan sampai saat ini yang sudah final pegang tiket ke KPU. “Sekarang saya tanya balik yang pegang SK partai atau B.1KWK, pasangan mana?” imbuhnya seraya tersenyum.

Bahkan sekalipun ada pasangan pegang SK rekomendasi partai tertentu, menurutnya belum mencukupi untuk mendaftar. “Memang kursinya sudah cukup?” sentilnya.

Karenanya statemen Wali Kota yang menyebut belum ada pasangan final dinilai tidak ada yang keliru. Hanya penafsiran banyak orang yang dianggap terlalu jauh. “Yang disampaikan Pak Wali benar, memang belum ada kok pasangan final kantongi tiket,” ujarnya.

Karenanya, Makmur pun tak terlalu ambil pusing dengan rumor yang berkembang. Sampai dengan kemarin dia dan Ahda masih turun untuk melakukan aksi sosial di tengah masyarakat. “Tidak hanya Korona jadi ancaman kesehatan kita tetapi ada DBD pun tak kalah berbahaya jadi saya dengan Yayasan AAF kemarin turun untuk melakukan fogging,” terangnya.

Sementara usai kantongi SK PKPI, Makmur optimis bisa kantongi SK partai lain. “Setelah PKPI baru yang lain, tunggu saja,” pungkasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Ahda enggan menanggapi kabar hubungannya goyang dengan Makmur.

Terpisah Ketua DPD Partai Gerindra NTB H Ridwan Hidayat menegaskan semua usulan Bapaslon ke DPP Gerindra belum ada yang berubah. “Iya termasuk di Kota Mataram,” katanya belum lama ini.

Namun Pandemi Covid-19 membuat penerbitan SK rekomendasi di DPP Gerindra masih terkendala. “Antara Juli atau Agustus rekomendasi partai terbit,” pungkasnya. (zad/r2)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks