alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Selly-TGH Manan, Fasilitasi Anak dengan Kelebihan Khusus

Siapkan Pola Pendidikan yang Lebih Asyik untuk Anak Kota Mataram

Bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan mafhum betapa setiap anak memiliki kelebihan dan kepandaian masing-masing. Mereka juga memiliki talenta bawaan lahiriah masing-masing pula. Bagi Selly-TGH Manan, anak-anak Kota Mataram tak harus menjadi pandai dan pintar dalam segala bidang. Namun, semua talenta harus mendapat perhatian yang sama untuk terus diasah.

——————————–

 

BAGI pasangan Selly-TGH Manan, semua anak adalah istimewa. Itu sebabnya, salah satu visi besar Mataram Berkah Cemerlang yang digagas pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram yang didukung PDI Perjuangan dan Partai Keadilan Sejahtera ini, adalah menciptakan Kota yang ramah anak. Sekaligus memberikan kesempatan yang setara untuk semua anak bisa berkembang, bertumbuh menjadi generasi muda dengan talenta membanggakan.

Selly-Manan memastikan akan memfasilitasi anak-anak dengan ‘kelebihan khusus’ di Kota Mataram. Ini termasuk para penderita autisme, dan juga anak-anak indigo, yang memerlukan pendekatan tersendiri dalam menempuh pendidikan.

“Anak dengan kelebihan khusus ini tentu banyak di Kota Mataram. Mereka juga punya hak yang sama dengan anak-anak pada umumnya, terutama dalam mendapatkan layanan pendidikan. Selly-Manan akan memfasilitasi mereka,” kata TGH Abdul Manan, di Mataram, kemarin (17/8).

Ia menjelaskan, konsep pendidikan untuk anak dengan kelebihan khusus ini tentu tak bisa disamakan dengan anak-anak pada umumnya. Karena itu Selly-Manan akan melakukan inovasi melalui Dinas Pendidikan nantinya untuk menciptakan pola pendidikan yang lebih tepat.

Tuan Guru Abdul  Manan mengatakan, pola pendidikan anak dengan kelebihan khusus ini akan mengutamakan partisipasi orang tua. Pendidikan dengan pola asuh keluarga yang tepat, dinilai akan membantu anak-anak dengan kelebihan khusus ini meraih cita-cita mereka sesuai kelebihan dan talenta masing-masing.

“Partisipasi orangtua juga akan dioptimalkan sehingga para orangtua pun tak perlu minder jika anak mereka terlahir dengan kelebihan khusus,” tutur ulama yang juga Ketua MUI kota Mataram ini.

Sementara itu secara terpisah, Hj Putu Selly Andayani mengungkapkan, kepedulian dan perhatian Selly-TGH Manan untuk anak-anak dengan kelebihan khusus ini merupakan salah satu mimpi besar mewujudkan Mataram Cemerlang.

Bunda Selly, begitu ia akrab disapa, menjelaskan program ini terinspirasi sebuah film india edukatif “Taare Zameen Par” atau “Like Star On The Earth” atau “Seperti Bintang di Bumi.”

Film yang dibintangi aktor Bolywood Aamir Khan ini ini sangat sederhana. Berkisah tentang seorang anak berusia 8 tahun bernama Ishaan Awasthi yang selalu dimarahi oleh guru di sekolahnya karena tidak bisa membaca maupun menulis dengan baik. Dia dianggap anak bodoh dan malas. Di rumah, Ishaan selalu menjadi sasaran omelan orang tua. Padahal, dari beberapa scene, Ishaan memiliki suatu bakat terpendam di bidang seni menggambar. Imajinasinya sangat tinggi. Hasil gambarnya terlihat sangat istimewa untuk anak seumurannya. Namun tetap saja, tidak ada yang menghargai hasil karya Ishaan. Semakin lama, orang tua Ishaan sudah tidak tahan. Mereka memindahkan Ishaan ke sekolah asrama yang jauh dari rumahnya.

Di sinilah masalah dimulai. Ishaan yang tidak bisa jauh dari orang tuanya mendadak depresi dan kehilangan semangat hidup. Bahkan untuk melakukan hobinya pun, ia tidak mau. Di tengah kemalangan tersebut, muncul guru seni baru bernama Ram Shankar Nikumbh yang diperankan Aamir Khan. Guru Ram melihat kejanggalan dari perilaku Ishaan yang tidak seperti kebanyakan muridnya.

Ia memeriksa catatan Ishaan dan melihat tulisan anak tersebut yang sangat jelek dan tidak tertata dengan baik. Akhirnya dengan beberapa pertimbangan, Guru Ram mengajari Ishaan cara menulis dan membaca. Pelan-pelan sampai ia mengerti.

Guru Ram merasa Ishaan bukan anak bodoh. Ia hanya mengalami gejala disleksia dan itu bisa disembuhkan dengan cara belajar pelan-pelan sesuai kemampuannya. Setelah itu Ram pun menemukan metode yang tepat untuk mendidik Ishaan sesuai talentanya. Ishaan pun menjadi bintang di sekolahnya.

“Terinspirasi film ini, kami Selly-Manan melihat tentu banyak anak-anak seperti Ishaan termasuk di Kota Mataram. Mereka juga butuh perhatian dan pola asuh yang lebih pula,” kata Hajjah Selly.

 

Pelajaran Pola Asuh atau Parenting

 

Hajjah Selly mengungkapkan, film “Like Star On The Earth” itu mengajarkan sesuatu tentang parenting. Bahwa setiap anak itu spesial dengan kemampuannya masing-masing.

“Sebagai orang tua bahkan guru di sekolah, kita tidak bisa memarahi mereka begitu saja ketika melakukan kesalahan,” katanya.

Misalnya Ishaan Awasthi dalam film tersebut tidak melakukan kesalahan dalam hal pendidikan. Ia hanya tidak tahu tentang huruf dan angka karena mengidap disleksia. Apakah kita akan menyalahkannya karena mengidap penyakit itu? Apakah kita akan menghukumnya karena tidak bisa membaca karena lambat dalam menerima pelajaran?

“Jawabannya tidak. Kita harus membantunya dengan pendampingan yang lebih juga,” ujarnya.

Menurutnya, anak-anak membutuhkan pengakuan. Sedikit pujian dan penghargaan untuk karya mereka akan sangat tertanam dalam benak hingga dewasa kelak.

Para orangtua diharapkan untuk tidak memaksakan anak-anak mereka harus pandai dan pintar dalam banyak hal, atau bidang pendidikan. Mereka perlu diasah kemampuan sesuai talenta bawaan, bakat dan passion anak-anak, termasuk yang berkelebihan khusus.

Selly-Manan juga akan menggagas pola pendidikan yang lebih mengasyikan untuk anak-anak, terutama yang berkelibihan khusus. Pelibatan para guru dan orang tua akan dioptimalkan.

“Guru saja punya gelar tertentu dan ahli di bidang masing-masing, tapi mengapa anak murid harus memahami semua mata pelajaran dengan baik? Ini yang akan kita dorong,” tegasnya.

Menurut Bunda Selly, film “Taare Zameen Par” mengajarkan sebuah ilmu parenting yang begitu bijak. Adalah wajar ketika anak beberapa kali mendapat nilai kurang memuaskan untuk mata pelajaran tertentu. Dan ada baiknya mereka harus mencintai semua mata pelajaran, apalagi dengan bumbu paksaan.

Ditegaskannya, semua anak punya kemampuan dan kelebihan di bidangnya masing-masing. Karena itu, sebisa mungkin, sebagai guru dan orang tua, bisa mengajari dan membuat anak mereka paham di ilmu tertentu itu.

“Untuk ke depannya, biarkan anak yang memilih. Masa depan mereka ditentukan dengan usahanya sendiri. Bukan atas paksaan orang lain,” tandasnya.

Mataram Berkah Cemerlang, bagi Selly-Manan bukan sekadar konsep tanpa arah. Tumbuh kembang anak dan pendidikan menjadi salah satu fokusnya. Sebab, anak-anak inilah yang kelak mengisi kemajuan Kota Mataram pada waktu mendatang.

“Menciptakan Kota yang berkah dan Cemerlang tidak selamanya kita bicara infrastruktur, tapi bagaimana SDM masyarakat ini terus ditingkatkan,” katanya.

Itulah alasan kenapa Selly-Manan sangat menaruh fokus dan perhatian pada anak-anak. Termasuk anak-anak Kota Mataram yang berkelebihan khusus. (kus/r6/advertorial)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

ebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks