alexametrics
Kamis, 22 Oktober 2020
Kamis, 22 Oktober 2020

Pilkada Serentak NTB, Potensi Saling Jegal Masih Terbuka

MATARAM-Bawaslu NTB mengantisipasi potensi sengketa usai penetapan Pasangan Calon (Paslon) 23 September mendatang. Baik sengketa antara penyelenggara pemilu dengan peserta dan peserta dengan peserta.

Tanda-tanda atau potensi sengketa itu samar-samar mulai mendengung belakangan ini. “Ada di suatu daerah tapi kami belum bisa ekspose karena terkait kode etik, siapa tahu (potensi itu) tidak jadi, karena ternyata Memenuhi Syarat (MS),” kata Kordiv Penyelesaian Sengketa Bawaslu NTB Hj Yuyun Nurul Azmi, kemarin, (17/9).

Yuyun enggan mendetilkan apakah potensi itu berkenaan dengan sengketa antara peserta dengan KPU atau peserta dengan peserta. Tetapi langkah antisipasi perlu ditempuh untuk memperesiapkan diri bila benar sengketa itu ditempuh.

Sengketa di Bawaslu memang bukan barang baru. Bahkan beberapa waktu lalu, beberapa sengketa pemilu disidangkan di Bawaslu Kabupaten/Kota. “Misanya sengketa Bapaslon Independen di Loteng,” katanya mencontohkan.

Berikutnya di Kota Mataram sengketa Bapaslon Independen bahkan berlanjut sampai tingkat banding. “Sekarang kabarnya sedang banding di PTTUN Surabaya (Bapaslon Dianul Hayezi-Badrun Nadianto, Red),” ulasnya.

Karena itu Bawaslu merasa perlu mengantisipasi lagi potensi sengketa, karena masih ada beberapa lagi tahapan persiapan. “Kalau sengketa kesehatan mungkin tidak ada,” terangnya.

Hasil tes kesehatan di tujuh kabupaten/kota MS. Namun peluang masih terbuka di syarat perseorangan calon. “Misalnya sengketa syarat administrasi keabsahan ijazah, tidak mencukupi parpol, atau ada parpol yang cabut dukungan, itu semua berpotensi,” ujarnya.

Salah satu yang berpeluang besar jadi sengketa yakni terkait dukungan partai Berkarya. KPU menetapkan versi Muchdi Pr diakui. Di sisi lain, Berkarya versi Tommy Soeharto saat ini mengajukan gugatan ke PTUN.

Jika hasil persidangan nanti, berbeda dengan keputusan Kemenkumham dan KPU RI, maka peluang sengketa parpol terbuka. “Potensi-potensi semacam itulah yang kami baca dan harus antisipasi,” tegasnya.

Proses pengajuan sengketa diberi ruang selama tiga hari pascapenetapan Paslon. “Tetapi entah bagaimana bentuk sengketanya nanti kita lihat,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Bawaslu NTB Muhammad Khuwailid mengatakan langkah antisipasi ini diperlukan. Salah satunya dengan menyelenggarakan Raker Teknis Porses Penyelesaian Sengketa Pemilihan Kepala Daerah. “Termasuk cara menggali fakta persidangan dan cara penyelesaian,” katanya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kenali La Nina, Waspadai Dampaknya

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya, apakah memang musim hujan telah datang ? Berdasarkan prakiraan awal musim kemarau tahun 2020/2021 oleh BMKG, musim kemarau tahun 2020 ini sifatnya memang tidak sekering tahun sebelumnya.

17 Ribu Tenaga Kesehatan NTB Bakal Divaksin Lebih Dulu

Pemprov NTB telah menyetor nama-nama tenaga kesehatan untuk diberikan vaksin anti Covid-19. ”Daftar tenaga medis sudah saya serahkan ke pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (20/10).

Kampanye Sehat di Dompu Pasangan Eri-HI Bagi Masker untuk Para Lansia

PASANGAN Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu Eri Aryani-H Ichtiar (Eri-HI) terus menyuarakan kampanye sehat. Salah satunya dengan bagi-bagi masker saat ada kegiatan kampanye tertutup.

Juri Kampung Sehat NTB Mulai Menilai Pemenang di Sumbawa

Tim Penilai Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi sedang berada di Sumbawa. Penilaian kini sedang dilakukan pada tiga pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di wilayah tersebut. Yang sudah dinilai hingga kemarin Kelurahan Samapuin dan Desa Moyo Hilir.

XL Axiata, Pertama di Asia Tenggara yang Pakai SAP S/4HANA Cloud

“XL Axiata berhasil melakukan transformasi menjadi pemimpin dalam hal penyedia layanan digital dan data. Kami sangat percaya dan berkomitmen penuh terhadap transformasi digital sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan,” kata Yessie D. Yosetya, Director & Chief Information-Digital Officer XL Axiata.

Anggota DPR RI Ragukan NTB Siap Selenggarakan MotoGP

”Kami belum melihat ada promosi besar-besaran di tengah masyarakat,” katanya dalam keterangan pers di restoran Taliwang H Moerad, Rabu (20/10/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7
Enable Notifications    Ok No thanks