alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

HARUM Prioritaskan Penggunaan Produk Daur Ulang dari UMKM Mataram

MATARAM-Dalam 10 tahun terakhir, Pemkot Mataram telah melakukkan banyak hal dalam penanganan sampah. Mulai dari keberpihakan anggaran hingga meluncurkan sejumlah program.

Namun sebesar apapun upaya pemerintah, hasilnya tak optimal jika tak ada kesadaran masyarakat untuk terlibat dan peduli terhadap persoalan sampah. “Kita butuh sebuah trobosan kebijakan untuk menjadikan penanganan sampah ini sebagai sebuah budaya. Sebuah gaya hidup yang bisa  kita adopsi bersama,” ujar Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.

Saat ini, potensi timbunan sampah di Mataram mencapai 119.704 ton per tahun. Dari jumlah itu, sekitar 15 ribu ton atau 13,6 persen belum tertangani. Selain keterbatasan sarana pengangkutan, kondisi ini diperparah oleh rendahnya kesadaranmasyarakat untuk mau bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan.

Karena itulah, H Mohan memandang selain penambahan armada dan penguatan personel, dibutuhkan sejumlah trobosan penanganan jangka panjang. Yakni kebijakan yang mampu secara sistematis membangun kesadaran kolektif untuk menangani sampah.

“Karena itu, ke depan Kami akan membuat penanganan sampah ini menjadi bagian dari kurikulum yang diajarkan dan dipraktekkan di semua jenjang pendidikan. Melalui mata pelajaran ini, anak-anak akan dibiasakan untuk bisa bertanggungjawab terhadap sampah yang mereka hasilkan dan ada disekitarnya,” tambahnya.

Bentuknya satu kali dalam seminggu ada pelajaran terkait penanganan dan pengolahan sampah. Seperti mendaur ulang barang sisa. Pengenalan teknologi pengolahan sampah. Pengenalan dampak lingkungan hingga studi banding penanganan sampah dan lainnya.

Kemudian, seluruh siswa dibiasakan untuk bertanggungjawab terhadap kebersihan mulai dari dalam kelas. Jadi sebelum masuk dan sepulang sekolah, kelas dan lingkungan sekolah harus bersih dan menjadi tanggungjawab bersama.

“Harapannya kedepan pembiasaan secara masif ini akan membentuk sikap peduli sejak dini. Sehingga menjadi budaya dan menjadi solusi bagi penanganan sampah di masa depan,” imbuhnya.

Disamping itu, kedepan Pemkot Mataram akan mengharuskan seluruh instansi pemerintah untuk menggunakan produk daur ulang yang dihasilkan warga Mataram. Produk tersebut dapat digunakan secara langsung atau menjadi oleh-oleh resmi untuk pemerintah saat kunjungan-kunjungan kedinasan.

“Ini penting untuk merangsang tumbuhnya pasar bagi produk-produk daur ulang yang dihasilkan UMKM kita,” sambungnya.

Bersamaan dengan itu, program penanganan sampah berbasis lingkungan dijalankan. Yakni warga di setiap lingkungan diajak untuk mau menangani sampah secara mandiri di tingkat lingkungan. Sehingga beban pungut angkut buang ke TPA berkurang.

Program ini akan menggandeng kelompok kelompok peduli lingkungan seperti Bank-bank Sampah hingga Kelompok Peduli Sungai (KPS). “Soal pendanaan selain dari dinas kita bisa memanfaatkan dana kelurahan untuk penanganan sampah ini di tingkat lingkungan,” imbuhnya.

Untuk memperkuat pembiasaan penanganan sampah program Jumat bersih yang dulu pernah dijalankan  akan dihidupkan kembali. Dimulai dari sleuruh instansi pemerintah dan sekolah.

“Nanti akan ada lomba antar lingkungan dan instansi terbaik dalam penanganan sampah. Akan ada reward khusus bagi pemenang. Sehingga warga akan berkompetisi untuk menjaga kebersihan lingkungan,”  tutupnya.

Yang tak kalah penting penguatan koordinasi antar instansi terkait baik dengan Pemkab Lombok Barat, Provinsi maupun pusat. Hal ini agar program penanganan sampah bisa berjalan beriringan. Terlebih saat ini seluruh sampah kota harus mengandalkan TPA Regional di Kebon Kongok Lobar.

Kemudian Mataram berada di area hilir, tiga sungai yang sleuruhnya berasal dari Lobar. Sinergi dengan Pemkab Lobar dan Badan Wilayah Sungan (BWS) sangat dibutuhkan.

“Intinya kita butuh sinergi menyeluruh. Dan kami optimis jika pola ini berjalan, dalam waktu singkat persoalan sampah akan segera tertangani,” yakinnya. (jay/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

JPS Mataram Disalurkan Setelah Pilkada

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh patut mendapat dua jempol. Kebijakannya terkait bpenyaluran bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap enam patut diapresiasi. “Penyaluran JPS tahap keenam akan dilakukan setelah Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang,” tegas Ahyar, Selasa (25/11).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks