alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

KPU Mataram Disorot Bawaslu Terkait DPTb

MATARAM-Bawaslu Mataram meminta KPU Mataram tidak pasif menunggu wajib pilih mengurus A5 atau surat pindah memilih. Hal ini disampaikan Ketua Bawaslu Mataram Hasan Basri usai menghadiri rapat pleno rekapitulasi daftar pemilih tetap tambahan (DPTb), kemarin.

Dari rekapitulasi DPTb yang sudah dilakukan, jumlah DPTb jika dikonversi dengan jumlah DPT-HP justru terjadi penurunan. ”Mataram ini daerah urban. Banyak kampus, sekolah, daerah industri dan lapas,” ujarnya.

Misalnya di Kecamatan Sekarbela, tidak ada sama sekali wajib pilih yang masuk DPTb. Padahal Sekarbela juga wilayah tinggal mahasiswa dari luar Mataram. ”Kami lihat untuk kalangan pelajar dan mahasiswa ini masih banyak yang belum dicover. Tidak mungkin di Mataram ini tidak ada mahasiswa dari luar daerah,” cetusnya.

Selain itu, di Kecamatan Cakranegara wajib pilih yang masuk DPTb hanya dua. Lagi-lagi ini tak masuk dalam logikanya. Cakranegara iadalah kawasan ekonomi dan industri. Banyak pekerja dari luar Mataram. ”Kalau KPU mau serius melayani hak pilih, maka mereka harus jemput bola. Jangan menunggu orang melapor,” tandasnya.

Dari data KPU NTB, jumlah total pemilih masuk DPTb di enam kecamatan yang ada di Mataram hanya 383 orang. Terdiri dari Kecamatan Ampenan sembilan orang, Cakranegara dua orang, Mataram enam orang, Sandubaya satu orang, Kecamatan Sekarbela nihil, dan Selaparang 365 orang.

Kemudian untuk jumlah pemilih keluar atau pindah memilih ke daerah lain 399 orang. Kecamatan Ampenan 138 orang, Cakranegara 101 orang, Mataram 51 orang, Sandubaya 60 orang, Sekarbela sebanyak 34 orang, dan Selaparang 15 orang.

Ketua KPU Mataram Husni Abidin menjelaskan rekapitulasi DPTb ini adalah yang pertama. KPU masih memiliki waktu selama 30 hari kedepan untuk melengkapi DPTb II. Karena dalam aturan DPTb harus selesai 30 hari sebelum 17 April. ”Untuk DPTb II nanti kita harus menjemput bola dan tidak hanya menunggu,” janjinya.

Dia tidak menampik jika potensi pemilih yang bisa masuk DPTb lebih dari hasil DPTb awal ini. Karena secara faktual masih ada pemilih yang berpotensi pindah memilih belum terdata. Untuk DPTb awal ini, KPU lebih memprioritaskan pemilih yang ada di Lapas Mataram.

Misalnya saja untuk kalangan mahasiswa dan pelajar sampai saat ini baru sebagian yang sudah masuk DPTb. Tetapi masih lebih banyak yang belum terdata. ”Kita akan bekerja keras untuk DPTb II ini. Harus jemput bola tidak bisa hanya menunggu saja,” pungkasnya. (puj/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gali Terowongan, Napi Narkoba asal China Kabur dari Lapas Tangerang

KAPOLRES Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengungkapkan, pihaknya menemukan beberapa barang bukti berupa linggis, pahat, obeng dan lainnya yang digunakan terpidana mati kasus narkoba asal Tiongkok tersebut. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang pegawai dan satu orang sipil.

Desa Mantang Masuk Nominasi Juara Lomba Kampung Sehat

Desa Mantang menjadi salah satu desa yang masuk nominasi juara pada Lomba Kampung Sehat di Lombok Tengah. Total ada 10 desa terbaik dari 139 desa dan kelurahan yang mengikuti lomba dari Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks