alexametrics
Sabtu, 20 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022

Pengamat: Nasib KIB di Daerah Daerah ditentukan Hasil Pemilu

MATARAM-Koalisi Indonesia Bersatu yang digagas Golkar, PPP, dan PAN di pusat dinilai masih sulit linier sampai daerah.

Hal ini diungkapkan Pengamat Politik Ihsan Hamid, menanggapi peluang tiga partai ini berkoalisi di NTB untuk kepentingan Pilgub 2024.

“Saya pikir masih sangat dinamis, belum permanen. Masih ada sejumlah momentum politik yang memungkinkannya berubah,” kata pengajar Ilmu Politik di UIN Mataram itu, kemarin (17/5).

Belum kokohnya fondasi koalisi di pusat menurutnya, akan berdampak pada upaya meneruskan koalisi di daerah.

“Itu masih bersifat gagasan saja, meskipun tidak menutup kemungkinan bisa saja benar-benar berlanjut sampai pilpres untuk usung Capres/Cawapres sendiri, tetapi untuk linier sampai daerah tentu fondasi koalisi harus lebih kokoh lagi melalui sejumlah komitmen politik,” ujarnya.

Kandidat Doktor UIN Syarif Hidayatullah itu melihat langkah Golkar, PAN, dan PPP membangun koalisi sebagai upaya untuk menghindari polarisasi politik yang cenderung mengarah ke beberapa tokoh dan partai tertentu saja.

Baca Juga :  Sudah Dipangkas, Insentif Tenaga Kesehatan Mataram Belum Juga Cair

“Kehadiran koalisi ini bagus, karena memang tujuannya menghindari polarisasi,” analisanya.

Tetapi untuk ditarik ke daerah Ihsan melihat belum ada tanda-tanda koalisi ini bakal linier sampai NTB.

Bahkan untuk menghadapi Pilgub 2024. “Untuk koalisi daerah (Pilkada) itu sangat ditentukan hasil Pilpres dan Pileg. Sehingga di daerah masih sangat dinamis, tidak otomatis koalisi pusat ini akan berlanjut ke daerah. Bisa saja berbeda, karena hasil Pileg masing-masing parpol di daerah bisa hasilnya berbeda dari perolehan saat ini,” urainya.

Sementara itu, elite partai merespons positif ide koalisi Golkar-PPP-PAN di NTB.

Koalisi ini dianggap menjanjikan untuk menjadi poros politik menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024.

“Saya kira itu menarik ya, koalisi linier (dari pusat hingga provinsi),” kata Sekretaris DPW PPP NTB Muhammad Akri.

Baca Juga :  Kapolda NTB Kerahkan Jajaran Fokus Awasi Penyaluran Bantuan Korona

Ide ini dianggap dapat memolarisasi arus isu yang dominan saat ini dikuasai Zul-Rohmi Jilid 2.

Dampak dari isu itu telah membangun persepsi publik, hanya dua partai yang paling siap menghadapi Pilgub 2024 yakni PKS dan NasDem. Begitu juga figur yang paling siap yakni Zul-Rohmi.

“Tetapi koalisi linier ini tentu harus diikuti juga dengan Surat Keputusan Bersama tiga partai dari DPP, kalau ini diinginkan terealisasi sampai daerah,” imbuhnya.

Sampai dengan saat ini, belum ada perintah dari DPP PPP untuk mempersiapkan koalisi linier sampai daerah.

“Belum ada, masih kita anggap sebagai bangunan koalisi pusat, kita tunggu instruksi dari pusat,” imbuhnya. (zad/r2)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/