alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Rumor Tinggalkan Makmur, Ahda : Etika Politik Lebih Penting!

MATARAM-Rumor Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) H Makmur Said-H Badruttamam Ahda atau paket Muda mulai oleng dan retak akhirnya ditanggapi langsung oleh putra wali kota. “Beliau (Makmur, Red) itu mentor (politik) saya,” katanya pada Lombok Post, Rabu (17/6) lalu.

Politik kerap diidentikan sebagai segala cara meraih kekuasaan. Tetapi sebagaimana dalam hubungan sosial — ada politik — hubungan Ahda percaya politik yang beretika mendatangkan hasil yang baik pula. “Etika politik lebih penting,” tekannya.

Pada dasarnya sebelum SK partai terbit tidak ada yang final bisa masuk ke panggung Pilwali. “Karena itu saat ini kita sedang berikhtiar,” terangnya.

Dia dan Makmur masih terus turun di tengah keterbatasan situasi akibat Pandemi Covid-19 menggelar sosialisasi. Meyakinkan partai-partai bahwa paket Muda siap ikut kontestasi Pilwali Kota Mataram 2020.  “Sudah lama kami turun bersama masa saya tiba-tiba akan tinggalkan beliau,” tegasnya.

Sampai saat ini dia dan Makmur masih komit ikut panggung Pilwali. Saat ini hanya perlu mengupayakan agar secepatnya partai-partai yang sebelumnya telah memberi sinyal dukungan politik bisa segera menerbitkan SK partai.

Terkait pernyataan orang tuanya — H Ahyar Abduh — bahwa paket Makmur-Ahda belum final dia punya penafsiran sendiri. “Ya beliau (Ahyar, Red) politisi senior, bisa saja itu untuk menghangatkan situasi politik yang sudah terlalu lama dingin karena Korona ini,” ujarnya sembari tersenyum.

Ahda yakin ayahnya telah memikirkan dan mempertimbangkan apa yang disampikan. Sehingga dia merasa tidak perlu ikut sibuk mencari arti hakiki kalimat bersayap yang disampaikan di hadapan media. “Ya kita ikuti saja semua proses ini dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPW PKB NTB HL Hadrian Irfani masih mengatakan masih menunggu laporan perkembangan hasil komunikasi politik yang dibangun Makmur-Ahda usai menerima surat tugas dari DPP PKB. “Kita masih menunggu seperti apa perkembangannya,” katanya.

Laporan itu akan dijadikan pertimbangan selanjutnya apakah DPP PKB akan menerbitkan SK partai atau mempertimbangkan arah politik yang lain. “Tapi sampai saat ini PKB masih memberi kesempatan pada pasangan Makmur-Ahda,” pungkasnya. (zad/r2)

 

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks