alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Selly-Manan Kantongi Tiket Pillwali yang Lain Belum Pasti

MATARAM-Di saat sejumlah Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) tengah berupaya mencari dukungan, Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan akhirnya mengantongi Surat Keputusan (SK) dukungan PKS. SK dengan nomor 029/SKEP/DPP-PKS/2020 tentang Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram.

Terbitnya SK itu dibenarkan DPW PKS NTB. “Nggih (iya sudah terbit)” kata Ketua DPW PKS NTB H Abdul Hadi, Rabu (17/6) lalu.

Dengan demikian Bapaslon ini jadi yang pertama mengamankan tiket bertarung di Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Mataram 2020. Setelah sebelumnya mengamankan SK PDIP pada pertengahan Februari lalu.

PDIP dan PKS sama-sama menguasai 5 kursi di DPRD Kota Mataram. Lebih dari cukup untuk memenuhi syarat minimal delapan kursi bertarung di Pilwali Kota Mataram.

Anggota Tim Pemenangan Pemilu Wilayah (TPPW) PKS NTB Sambirang Ahmadi mengatakan paket Salam telah memenuhi semua syarat diusung di Kota Mataram. Terutama dari popularitas, elektabilitas, dan kekuatan mesin pemenangan. “Dari figur Bu Selly sampai PDIP, kami melihat sebagai kekuatan politik yang dominan di kota,” ungkapnya.

PDIP yang lebih dahulu mengeluarkan SK partai dinilai punya mesin politik yang loyal. “Sama dengan kader PKS yang solid, loyal, dan militan, kalau digabung saya rasa akan jadi kekuatan politik yang dominan di kota,” ulasnya.

Sementara Selly dianggap punya pengalaman dan kemampuan mumpuni sebagai pemimpin. “Beliau pernah menjadi Penjabat Wali Kota,” ujarnya.

Selly berlatar belakang birokrat, sosok perempuan mumpuni, dan representasi figur nasionalis. Sedangkan Manan berlatar belakang ulama, dekat dengan umat, dan religius.

Perkawinan keduanya dinilai tepat untuk melunturkan dominasi dinasti dan menakhodai Kota Mataram lima tahun ke depan. “Bila warga kota berharap pemimpin baru ya inilah yang baru,” harapnya.

Terbitnya SK PKS menandai koalisi PKS-PDIP di Kota Mataram terwujud. Sambirang berharap komitmen ini dapat segera diwujudkan oleh PDIP di daerah lain. Termasuk di Sumbawa yang selama ini disebut benang merah komitmen politik PKS-PDIP. “Ya kita berharap PDIP berlabuh bersama PKS di Sumbawa,” harapnya.

Sambirang mengungkapkan SK PKS di Kota Mataram jadi yang ke lima terbit. “Bima, Sumbawa, KSB, KLU, dan Mataram sudah ada SK-nya, tinggal Loteng dan Dompu yang belum,” pungkasnya.

Sementara itu Bakal Calon Wali Kota Mataram TGH Abdul Manan mensyukuri terbitnya SK PKS untuk paket Salam. “Alhmadulillah,” katanya.

Ketua MUI Kota Mataram itu berharap adanya kepastian tiket bertarung, sebagai pertanda telah datang perubahan yang didamba warga ibu kota. “Paket Salam serius berikhtiar cepat harapan warga Kota Mataram,” katanya.

Menjadi Bapaslon pertama yang kantongi tiket bertarung di Pilwali diharapkan pula sebagai tanda-tanda baik untuk meraih kemenangan. “Mudahan dipermudah seterusnya pada kontestasinya dan memenangkannya,” pungkasnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks