alexametrics
Rabu, 4 Agustus 2021
Rabu, 4 Agustus 2021

Wagub Rohmi Tunggu Lampu Hijau DPP NasDem

MATARAM-Belakangan Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalillah dikabarkan telah memutuskan tidak lagi menjadi politisi nonpartai. Mantan kader Demokrat itu disebut memilih bergabung dengan partai NasDem.

Kabar ini masih enggan dikonfirmasi Rohmi. Namun sejumlah orang terdekatnya, menyebut bila Rohmi telah ber-KTA NasDem.

Anggota DPRD NTB dari Fraksi NasDem HM Khairul Rizal yang juga suami Rohmi juga mengisyaratkan kepastian Rohmi bergabung dengan partai NasDem.

“Kalau suaminya (di NasDem), ya (Wagub) ikut,” ucap Rizal sembari tersenyum.

Kepastian Rohmi bergabung dengan NasDem, diprediksi karena masih tarik ulur posisi yang akan didapatnya. Sebagai politisi yang saat ini menduduki jabatan strategis pemerintahan, Rohmi dianggap selayaknya menempati kursi strategis di kepartaian.

Hal ini memperkuat rumor yang menyebut Rohmi memang sudah lama membidik kursi Ketua DPW Partai NasDem NTB yang masih diduduki H Muhammad Amin.

Namun, Rakorwil NasDem yang digelar pada 2-3 Juni lalu fokus merancang strategi NasDem dalam meraih target politik di tahun 2024. Baik untuk Pemilu dan Pilkada Serentak 2024.

Tidak ada instruksi dari DPP NasDem melakukan penyegaran mesin politik. Hal inilah yang diperkirakan membuat Rohmi masih enggan mendeklarasikan diri bergabung dengan NasDem.

Sementara itu, Rizal menyebut agenda Rakorwil memang bukan panggung melakukan restrukturisasi kepengurusan. “Ada tahapannya sendiri, NasDem ini kan penunjukan dari DPP langsung (model partai Komando, Red), setelah Rakorwil baru dibahas kepengurusan,” katanya.

Sejauh ini banyak kader NasDem yang duduk di pemerintahan belum terakomodir dalam kepengurusan. “Yang telah jadi pengurus di fraksi baru Multazam (Sekretaris DPW) dan Raihan Anwar (Ketua DPD NasDem Bima) selebihnya termasuk saya belum masuk kepengurusan,” ungkapnya.

Idealnya untuk memperkuat penetrasi partai dalam pemerintahan, maka kader partai yang menjadi pejabat publik dari kepala daerah sampai anggota DPRD harus masuk dalam kepengurusan. “(Penempatannya) sepenuhnya kewenangan DPP,” tegasnya.

Rohmi memiliki alasan kuat membidik kursi ketua partai. Salah satunya untuk mempermudah jalan pencalonannya kembali di Pilkada Serentak 2024 dan meningkatkan daya tawar politik.

Di antara sekian partai yang tumbuh subur di NTB, NasDem dinilai memiliki histori kuat dengan Rohmi dan Ormas NWDI-nya, sebagai tempat berlabuh berikutnya setelah meninggalkan Demokrat.

Namun Rohmi sampai saat dikonfirmasi terakhir, belum mau bicara sedikitpun terkait kebenaran akan bergabung dengan NasDem. “Jangan wawancara (politik, Red) dulu deh,” kelit Rohmi.

Terpisah, Sekretaris DPW NasDem NTB Multazam mengatakan belum mengetahui status keanggotaan Rohmi mengingat otoritas penerbitan KTA sepenuhnya ada di DPP NasDem.

“Belum (terkonfirmasi) sampai hari ini Ibu Wagub bergabung ke NasDem. Kalau misalnya ada komunikasi dengan Ketua Wilayah, Jajaran Wilayah, mungkin kami bisa pastikan (Bahwa Wagub telah ber-KTA NasDem),” katanya.

Menurutnya, kalaupun benar kabar Rohmi ingin bergabung, Multazam menegaskan menyambut baik dan menyarankan agar dilakukannya koordinasi/komunikasi yang baik antara Rohmi dengan pengurus partai di DPW, terutama dengan Ketua DPW NasDem NTB.

“Sekali lagi saya tekankan, NasDem welcome untuk siapa saja boleh bergabung,” tegasnya.

Multazam juga berharap pihak manapun yang berencana bergabung tidak semata-mata sekadar memburu jabatan strategis di partai, melainkan memiliki motivasi besar membesarkan partai. “Intinya, kami sangat welcome siapapun itu. Mari kita besarkan partai ini bersama,” ajaknya. (zad/r2)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks