alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

H Masrun : Wujudkan Lombok Tengah Mendunia Lewat Pariwisata

PRAYA-Visi “Lombok Tengah Mendunia” bukan mustahil. Selama pemerintah dan masyarakat secara kolaboratif mau sinergi mewujudkannya.

Bakal Calon Bupati (Bacabup) H Masrun melihat urat nadi atau modal utama mewujudkan visi itu sudah dipunyai Loteng. “Kita punya potensi pariwisata,” kata pria yang kian ramai dibicarakan dan jadi idola itu, Jumat (17/7).

Panorama dan kultur masyarakat Loteng masih sangat natural. “Pengakuan nasional dan internasional telah didapat di Loteng, seperti di kawasan The Mandalika,” imbuhnya.

Perlu diingat, The Mandalika saat ini satu dari lima destinasi super prioritas di Indonesia. “Potensi sumber daya alam kita luar biasa,” ulasnya.

Keindahan seni dan budaya, berpadu dengan keindahan alam. Lengkap sudah apa yang menjadi kekayaan Loteng dan sulit dimiliki daerah lain. “Maka sangat pantas bila Loteng kini jadi buah bibir dunia,” ulasnya.

Belum lagi posisi kawasan The Mandalia berada persis di pintu masuk NTB. “Tetapi daerah ini sudah menjadi tujuan destinasi wisata domestik dan mancanegara sebelum KEK Mandalika,” ungkapnya.

Sekalipun demikian membuat “Lombok Tengah Mendunia” butuh waktu. Terutama berkaitan dengan peningkatan kapasitas masyarakat.

Apa yang sudah diupayakan pemerintah saat ini harus dilanjutkan dan lebih ditingkatkan akselerasinya. “Kita butuh peningkatan SDM, agar ada dampaknya ke sektor ekonomi,” ulasnya.

SDM yang unggul mampu membuat masyarakat peka dan jeli memanfaatkan potensi alamnya. “Apalagi masih banyak bentangan pantai lain yang tak kalah indah di sekitar KEK Mandalika,” ulasnya.

Memulai semua itu, The Mandalika bisa menjadi core ikon pariwisata dan permodelan investasi. “Sementara kawasan penyangga akan menjadi pelejit peningkatan ekonomi masyarakat, membuka kesempatan investasi bagi pengusaha domestik dan lokal,” ulasnya.

Contoh daerah yang sukses dalam pengelolaan pariwisata yakni Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. “10 tahun lalu Banyuwangi bukan apa-apa,” terangnya.

Tetapi saat ini lebih dari 100 event wisata digelar. Ribuan wisatawan bergelombang-lombang datang dalam setiap bulan.

Loteng dengan potensinya bisa melakukan langkah yang sama atau lebih baik lagi. “Ini sangat inspiratif,” tekannya.

Karena itu hal pertama yang akan dilakukan Masrun bila memimpin Loteng nanti yakni membangun dan mengembangkan kawasan penyangga KEK Mandalika. “Itu harus bisa menjadi destinasi alternatif dengan konsep Desa Wisata modern,” ulasnya.

Seperti apa Desa Wisata Modern? “Setiap desa memiliki sarana amenitas berupa homestay,” detailnya.

Masyarakat akan menyuguhkan atraksi seni budaya sesuai potensi di desa itu. “Tugas kita sebagai pemerintah mengundang investor membangun proyek dan investasi besar,” ulasnya.

Semakin besar dana investasi yang masuk ke daerah, semakin besar perputaran uang. Pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Pemerintah mensupport pembangunan di tingkat desa secara optimal,” ulasnya.

Selain itu perlu disiapkan pula wisata buatan dan atraksi. Sebagai alternatif hiburan di samping destinasi utama.

Penataan pariwisata menjadi lebih baik akan mendorong perbaikan sektor lain. Pertanian misalnya, pasti meningkat oleh permintaan bahan baku makanan yang naik di perhotelan. “Begitu pula peternakan kita,” ujarnya.

Sektor Jasa dan perdagangan juga ikut menggeliat. Dua sektor itu, penyangga utama pariwisata. “Jasa transportasi, travel agent, penyedia kuliner, dan kerajinan pasti tumbuh subur,” ulasnya.

Karena itu ditegaskan Masrun “Lombok Tengah Mendunia” bukan sekadar pemanis kampanye. “Bukan sekadar utopia,” pungkasnya. (zad/r2/adv)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks