alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Pilwali Mataram, Makmur Janji Berdayakan UMKM

MATARAM-Sektor ekonomi begitu terpuruk. Wabah Covid-19 mengubah semuanya. “Ini benar-benar menjadi cobaan berat bagi Kota Mataram,” kata Bakal Calon Wali Kota Mataram HL Makmur Said kepada Lombok Post, Jumat (17/7).

Menurutnya, butuh upaya ekstra keras untuk mengembalikan perekonomian seperti beberapa tahun lalu. “Memulihkan ekonomi ini akan menjadi tugas berat bagi siapapun yang terpilih menjadi Wali Kota Mataram nanti,” jelas Makmur ditemui di kediamannya, Jumat (17/7).

Menurutnya, tidak mudah bagi seorang wali kota mengembalikan kondisi ekonomi itu. Karena pemulihan tidak hanya ditentukan faktor internal daerah. Tapi terkait dengan ekonomi nasional, bahkan dunia. “Dampak Korona ini kan merata di semua daerah,” ungkapnya.

Namun, kata Makmur, pemerintah dan masyarakat tidak boleh menyerah. Mereka harus tetap optimis. Karena tetap ada jalan keluar dari setiap masalah. “Untuk segera memulihkan ekonomi, caranya ya dengan memberdayakan UMKM,” ucapnya.

Menurut mantan pejabat yang hingga kini masih memegang rekor sebagai Sekda terlama (11 Tahun) di Kota Mataram itu, pemerintah harus berusaha membuka lapangan kerja baru. Sebanyak-banyaknya.

“Yang harus dilakukan oleh siapapun yang menjadi wali kota adalah membuka lapangan kerja baru. Bisa juga melanjutkan usaha yang sudah ada, dan meningkatkannya,” jelas tokoh yang digadang-gadang akan berpasangan dengan H Badruttaman Ahda itu.

Jika pandemi Covid-19 berakhir akhir tahun 2020 mendatang, Makmur menilai setidaknya butuh dua tahun memulihkan ekonomi Kota Mataram. Caranya dengan dua hal, memberikan bantuan sosial ke masyarakat serta menggeliatkan roda perekonomian lewat UMKM.

Pemberian bantuan berupa JPS Covid-19 menurutnya bisa menaikkan daya beli masyarakat yang kini sedang terpuruk. Sementara menggerakan roda ekonomi bisa dengan memberikan insentif kepada UMKM.

Karena jika mengandalkan sektor perdagangan dan jasa seperti sebelumnya, kondisinya cukup berat. Lantaran tamu yang datang ke Kota Mataram jauh berkurang akibat penerbangan pesawat dibatasi. Maka UMKM bisa menjadi solusi penopang ekonomi.

“Berikan insentif, kemudahan izin, keringanan pajak, dan bantu pemasaran menggunakan teknologi digital. Karena UMKM kita ini akan memjadi penggerak ekonomi yang bisa mendorong daya produksi, meningkatkan daya beli, dan berdampak pada konsumsi,” paparnya.

Makmur menegaskan, pemerintah tidak perlu jauh-jauh berpikir bagaimana di tengah wabah ini meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Jauh lebih penting mengembalikan kondisi seperti sebelum ekonomi terpuruk akibat Covid-19.

“Jangan berharap pertumbuhan signifikan. Bertahan seperti kondisi kemarin saja sudah cukup baik. Kita butuh dua tahun untuk pemulihan,” tandasnya. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks