alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Jalan Suhaili Menyambung Dinasti

MATARAM-Dinamika politik di Lombok Tengah masih mencari bentuk terbaiknya. Para figur tengah bergerilya mencari pasangan. Semakin dekatnya waktu Pemilihan Bupati (Pilbup) 2020, memaksa para kandiat lebih agresif berburu pendamping.

Dengan siapa nantinya berpasangan, sangat menentukan komposisi dukungan partai politik.

“Foto apel kemarin,” kata Ferdian Elmansyah, menjawab beredarnya foto ia berdiri berdampingan dengan wakil bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri.

Hanya saja, Ferdi enggan mengonfirmasi foto itu sebagai simbol lengketnya hubungan ia dan Pathul. Belakangan nama Pathul kerap dipasang-pasangkan dengan Ferdi untuk berpasangan di Pilbup 2020.

“(masih) tanda tanya,” ujar Ferdi berteka-teki.

Foto itu diambil di sela acara peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus Sabtu (17/8). Di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Lombok Tengah. Keduanya terlihat kompak menghadap kamera.

Kans Ferdi mendampingi Pathul sangat besar. Salah satu alasannya, politik balas jasa antara Pathul dengan Suhaili. Bagaimanapun duduknya Pathul saat ini di kursi wakil bupati, tidak lepas dari peran Suhaili yang merupakan ayah dari Ferdi.

Tidak hanya itu, Pathul masih sangat membutuhkan ketokohan Suhaili. Loyalis dan pendukung Suhaili 2015 lalu sangat dibutuhkan Pathul untuk bisa mulus melangkah ke kursi satu Lombok Tengah.

“Mengalir saja,” ujar Ferdi menanggapi karir politiknya yang masih hijau.

Pathul dan Ferdi sampai saat ini masih malu-malu, mengakui ada peluang berpasangan. Ferdi mengakui kesulitan untuk dapat tiket Pilbup 2020. Ia hanya punya nama besar sang ayah dari sisi partai dan modal politik. Tidak lebih dari itu.

Partai Golkar kendaraan politik ayahnya, tidak mudah digunakan oleh Ferdi. Ada banyak tokoh partai itu yang secara hirarki organisasi lebih berhak daripada Ferdi. Sebut saja dintaranya sang paman Humaidi hingga Ahmad Fuaddi.

Sementara di sisi lain Pathul pun tengah dilanda risau. Partai Gerindra yang dipimpinnya di Lombok Tengah mulai digoyang kiri-kanan. Sejumlah kader internal secara terbuka mengaku siap bersaing melawan Pathul. Rebutan partai Gerindra.

“Masih fokus menyelesaikan tugas-tugas,” kata Pathul normatif.

Pathul sepertinya sadar jalannya tidak semudah dulu. Sejumlah tokoh yang tertarik memakai Gerindra di Lombok Tengah bukan figur biasa. Lalu Wirajaya misalnya tokoh partai Gerindra Lombok Tengah yang sependidikan dengan Pathul di Hambalang.

“Kami sama-sama dididik pak Prabowo,” tegas Wirajaya.

Wakil Ketua DPRD NTB itu terlihat percaya diri bisa merebut Gerindra dari tangan Pathul. Kondisi ini membuat peta politik semakin rumit. Jalan Suhaili pun nampak tak mudah memperpanjang dinasti di Lombok Tengah. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks