alexametrics
Kamis, 22 Oktober 2020
Kamis, 22 Oktober 2020

Kampanye Terbuka di Masa Pandemi, Konser Musik Tetap Dibolehkan

MATARAM–Pilkada di tengah Pandemi Covid-19 membuat gerakan Pasangan Calon (Paslon) serba dibatasi. Hal ini sebagai upaya memutus mata rantai Pandemi Covid-19.

Tetapi pembatasan tidak berarti mengebiri hak Paslon berkegiatan politik sesuai yang diatur dalam Undang-Undang. Rapat tatap muka dan rapat umum atau kampanye tetap dibolehkan.

Hanya dengan jumlah dibatasi. “Rapat umum maksimal 100 orang sedangkan rapat tatap muka maksimal 50 orang,” kata Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin.

Lebih dari itu akan ditegur sampai terancam dibubarkan paksa. Selain itu Para Paslon terancam kena sanksi administrasi hingga pidana bila tidak mengindahkan aturan.

Husni mengatakan dari sisi konsep, rapat umum tidak dibatasi. “Lomba-lomba dan konser musik (dalam kampanye) dibolehkan, tetapi tetap harus dibatasi maksimal 100 orang,” terangnya.

Landasan kampanye telah diturunkan dalam PKPU 4/2017. Kemudian untuk Standar Oprasional Prosedur (SOP) di tengah pandemi diatur PKPU 6 dan 10 tahun 2020.

Namun Husni menyampaikan kekhawatiran potensi pelanggaran dalam rapat umum sekalipun sudah dibatasi. “Kalau masker dan hand sanitizer mungkin bisa ditegakkan, tetapi yang dikhawatirkan Phsyikal Distancing berpotensi ada pelanggaran masif,” terangnya.

Phsyikal Distancing atau jaga jarak paling sulit ditegakkan. Apalagi melibatkan warga dengan jumlah hingga seratus orang.

Disinilah peran Paslon mengendalikan massa agar patuh dan taat menjaga jarak. Jangan sampai mereka berkerumun pada jarak tidak aman. “Susah sekali (meminta mereka) mau jaga jarak minimal satu sampai dua meter,” ungkapnya.

Ranah KPU menegur Paslon yang tidak patuh beracara. Sedangkan untuk rekomendasi pembubaran ada pada Bawaslu. “Jika teguran tidak diindahkan, maka KPU dan PPK akan rapat dan mengarakan (penanganan) ke Bawaslu,” terangnya.

Terpisah Ketua Bawaslu Kota Mataram Hasan Basri menegaskan tidak segan-segan, membubarkan acara politik yang tidak patuh protokol. “Tidak ada beban dan kepentingan apapun yang mengikat kami pada salah satu Paslon, kalau terbukti melanggar kami akan langsung tindak,” tegasnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kenali La Nina, Waspadai Dampaknya

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya, apakah memang musim hujan telah datang ? Berdasarkan prakiraan awal musim kemarau tahun 2020/2021 oleh BMKG, musim kemarau tahun 2020 ini sifatnya memang tidak sekering tahun sebelumnya.

17 Ribu Tenaga Kesehatan NTB Bakal Divaksin Lebih Dulu

Pemprov NTB telah menyetor nama-nama tenaga kesehatan untuk diberikan vaksin anti Covid-19. ”Daftar tenaga medis sudah saya serahkan ke pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (20/10).

Kampanye Sehat di Dompu Pasangan Eri-HI Bagi Masker untuk Para Lansia

PASANGAN Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu Eri Aryani-H Ichtiar (Eri-HI) terus menyuarakan kampanye sehat. Salah satunya dengan bagi-bagi masker saat ada kegiatan kampanye tertutup.

Juri Kampung Sehat NTB Mulai Menilai Pemenang di Sumbawa

Tim Penilai Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi sedang berada di Sumbawa. Penilaian kini sedang dilakukan pada tiga pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di wilayah tersebut. Yang sudah dinilai hingga kemarin Kelurahan Samapuin dan Desa Moyo Hilir.

XL Axiata, Pertama di Asia Tenggara yang Pakai SAP S/4HANA Cloud

“XL Axiata berhasil melakukan transformasi menjadi pemimpin dalam hal penyedia layanan digital dan data. Kami sangat percaya dan berkomitmen penuh terhadap transformasi digital sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan,” kata Yessie D. Yosetya, Director & Chief Information-Digital Officer XL Axiata.

Anggota DPR RI Ragukan NTB Siap Selenggarakan MotoGP

”Kami belum melihat ada promosi besar-besaran di tengah masyarakat,” katanya dalam keterangan pers di restoran Taliwang H Moerad, Rabu (20/10/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7
Enable Notifications    Ok No thanks