alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

HARUM Manjakan Pejalan Kaki, Budayakan Kota Bersepeda

Rancang Sistem Transportasi Terintegrasi

MATARAM-Sebagai kota yang terus berkembang, kemacetan mulai menjadi persoalan di Mataram. Meski belum separah kota-kota besar, namun Mataram membutuhkan solusi jangka panjang untuk mencegah kemacetan yang lebih parah.

Saat ini seluruh jalanan di Mataram melayani sekitar 1,3 juta perjalanan per hari. Karena itu kemacetan kerap terjadi di beberapa titik jalan. Terutama di jam-jam sibuk. Seperti di jalan Pejanggik di saat jam-jam pulang sekolah. Kemudian perempatan Tanah Haji dan perempatan Rembiga.

Banyaknya angkutan pribadi membuat penumpukan kendaraan di jalanan. Di sisi lain  pemerintah tidak mungkin terus membangun jalan untuk mengurai kemacetan. Karena itulah, pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum) menyiapkan sistem transportasi terintergarasi.

Pertama dimulai dengan revitalisasi pedestrian/trotoar agar lebih nyaman digunakan untuk pejalan kaki. “Alat transportasi yang dimiliki sebagian besar warga kota adalah kaki. Karena itu kita akan membenahi seluruh trotoar agar bisa digunakan oleh semua kalangan termasuk para penyandang disabilitas,” ujar H Mohan Roliskana.

Ia mencontohkan hal ini telah mulai dilakukan di kawasan pertokoan Cakranegara. Pedestrian lebar dengan sistem drainase yang baik, serta guiding block timbul untuk tunanetra. Kemudian trotoar didesain khusus agar perpindahan warga menggunakan kursi roda lebih mudah. “Kedepan kita akan terapkan pola ini di seluruh Mataram,” sambungnya.

Solusi Kedua. Mengingat wilayah kota yang relatif sempit, pembiasaan penggunaan sepeda akan digalakkan. Pemkot telah memulai dengan membangun jalur sepeda di ruas-ruas jalan utama.

Kedepan sarana ini akan diperkuat dengan mengharuskan tempat-tempat layanan publik untuk membangun parkir khusus sepeda, kemudian memperbanyak kamar mandi dan ruang ganti.

“Jadi anak-anak yang sekolah atau para pegawai tidak perlu khawatir berkeringat. Mereka bisa mandi sesampai di tujuan. Kamar mandi dan raung ganti kita perbanyak,” imbuhnya.

Untuk menggalakkan penggunaan sepeda ini, pria yang akrab disapa HMR ini tengah mengkaji skema pemberian subsidi pembelian sepeda bagi siswa kurang mampu. Ini untuk mendorong budaya bersepeda. Sehingga kemacetan di saat jam-jam sekolah di jalur utama Mataram bisa berkurang.

“Selain itu, ini sebagai bentuk solusi untuk membiasakan warga hidup sehat dan mengurangi polusi,” katanya.

Solusi Ketiga. Untuk mengurai kemacetan di beberapa titik, Harum menyiapkan sejumlah rencana. Misalnya pembangunan jalur fly over di perempatan Tanah Haji (taman Budaya) ke selatan. Hal ini untuk mengurai kemacetan dari jalan Airlangga dan Majapahit. Demikian halnya dengan kemacetan di perempatan Rembiga. Rencana pembangunan jalur terusan dari Jalan Bung Hatta ke selatan menuju Gegutu Lombok Barat akan dimatangkan.

“Kita akan duduk bersama dengan Pemkab Lombok Barat untuk skema pembangunan ini. Karena kemacetan ini merupakan persoalan bersama. Warga Mataram banyak beraktivitas di Lobar dan sebaliknya,” terangnya.

Sementara itu, untuk mengurai kemacetan di sekitar pasar ACC dan Perlimaan Ampenan, proyek pembangunan jalur inspeksi di sisi sungai Jangkuk menuju pesisir akan dilanjutkan.

Sementara terkait alat transportasi publik, Paslon Harum juga sudah menyiapkan solusi. Sebagai gambaran, baru 23 persen wilayah kota yang terlayani angkutan. Dari jumlah ini, hanya 5 persen penduduk yang terangkut. Angka ini jauh dari target SDGs Indonesia yang menarget 32 persen penduduk terlayani angkutan umum tahun 2019.

Karena itu, Harum berencana merevitalisasi angkutan umum yang ada. Bentuk dan pola pengangkutan tentu harus sesuai dengan protokol pencegahan Covid 19. Jarak duduk antar penumpang diatur dan penggunaan masker diwajibkan.

Kemudian koordinasi antara Pemprov dan Pemkab Lobar akan dioptimalkan. Hal ini untuk mengaktifkan kembali sarana Bus Rapid Transit (BRT) yang pernah digagas pemprov. Ketersediaan fasilitas yang kini ada harus dimanfaatkan untuk melayani warga. Tidak hanya di Mataram namun juga di Lobar.

“Konektivitas dari Mataram menuju kawasan penyangga di Lombok Barat ini penting. Karena itulah kehadiran BRT akan dihidupkan kembali dengan menyiapkan angkutan pengumpan (Feeder) untuk menghubungkan kantong-kantong penduduk dengan BRT di jalur utama,” imbuhnya.

Pengelolaannya akan dilakukan oleh konsorsium dengan menggunakan perusahaan dalam satu badan hukum seperti pola yang dilakukan Trans Jakarta. Kedepan, system ini akan mengakomodir Bemo Kuning sebagai penunjang. Dengan begitu, seluruh angkutan akan terkelola dalam satu system tarnsportasi yang saling melengkapi.

“Tentu kami sebagai regulator akan menyiapkan aturan dan keberpihakan anggaran agar sistem transportasi terintegrasi ini bisa terwujud dan berjalan dengan baik,” imbuhnya.(jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

JPS Mataram Disalurkan Setelah Pilkada

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh patut mendapat dua jempol. Kebijakannya terkait bpenyaluran bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap enam patut diapresiasi. “Penyaluran JPS tahap keenam akan dilakukan setelah Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang,” tegas Ahyar, Selasa (25/11).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks