alexametrics
Rabu, 2 Desember 2020
Rabu, 2 Desember 2020

Manuver Ahyar Bisa Menangkan Putra Mahkota

MATARAM-Manuver Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh bisa membuat pasangan calon (Paslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda melejit. Apalagi, ada kabar bantuan JPS tahap enam, akan disalurkan ke masyarakat terdampak Covid-19 pada awal Desember mendatang.

“Gerakan di akhir pertarungan sangat menentukan,” kata Pakar Komunikasi Politik dari UIN Mataram Dr Kadri.

Ia mengatakan, Ahyar dan pasangan Muda tidak bisa dipisahkan. Karena, H Badruttamam Ahda merupakan putra mahkota atau anak pertama dari Ahyar. “Pak Ahyar kalau bisa dioptimalkan bisa menjadi sumber daya tersendiri. Ahyar tak bisa dinafikkan, masih didengar masyarakat karena menjadi jangkar politik di Kota Mataram,” nilainya.

Karena itu, meski saat ini beberapa lembaga survei masih mengunggulkan pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum), tapi peluangnya dikejar calon lain masih terbuka lebar. Khususnya oleh pasangan yang punya trend kenaikan bagus seperti paslon Muda. “Sekarang ini saat yang tepat untuk bertarung menaikkan elektabilitas,” paparnya.

Pasangan yang elektabilitasnya masih di bawah harus mengejar sekuat tenaga. Sementara yang sudah di atas harus berjuang juga mempertahankan.

Strateginya, bagaimana pasangan calon bertarung merebut suara warga yang ada di daerah zona kuning. “Harus memprioritaskan kuning dan abu-abu sembari menjaga dan merawat yang hijau. Tidak visible lagi sekarang ini menggarap zona merah,” paparnya.

Khusus untuk pasangan Muda, salah satu faktor yang berpotensi mendongkrak elektabilitasnya adalah keberadaan Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh. Meskipun, posisi Ahyar masih berstatus kader partai Golkar bisa dimanfaatkan oleh pasangan Harum, namun Kadri tak yakin jika Ahyar berjuang untuk pasangan ini. Justru, psangan Harum kini tengah dalam posisi bagaimana meredam pergerakan Ahyar. Karena gerakan Ahyar di sisa waktu jelang pencoblosan diyakini Kadri akan membawa pengaruh besar terhadap pelaksanaan Pilkada Kota Mataram.

Untuk pasangan Hj Putu Selly Adanyani-TGH Abdul Manan (Salam), Kadri menilai pasangan ini menunjukkan trend di dua debat cukup bagus. Mereka mendapat simpati masyarakat karena memiliki konsep yang realistis dipaparkan secara gamblang.

Salam berpeluang merebut pemilih swing voters dengan penawaran konsepnya yang kreatif yang disampaikan dalam debat maupun melalui publikasi di media. Ditambah optimalisasi mesin partai politik juga sudah berjalan.

Sementara untuk pasangan H Baihaqi-Hj Bair Diyah Ratu Ganefi (Baru), trend penerimaan di masyarakat cukup bagus karena performa debat yang telah dilaksanakan dua kali. Namun jika melihat elektabilitas di beberapa lembaga survei, peluang Baru untuk mengejar paslon lain menurut Kadri tipis.

“Itu kalau paslon percaya dengan hasil survei. Tetapi saya pikir harus tetap ikhtiar sampai akhir perjuangan,” tambahnya.

Yang kini mesti dilakukan paslon untuk bisa mengejar paslon yang dipercaya memiliki elektabilitas tinggi dari survei, menurut Kadri adalah fokus pada debat terakhir atau debat ketiga. Debat ini menurut Kadri bisa menjadi momentum untuk saling menyerang.

“Karena saya melihat belum ada pertarungan pada debat perdana atau kedua. Sangat normatif. Belum terlihat mana serangan dan bertahan,” sindirnya.

Dua debat yang telah dilaksanakan sebelumnya memang sangat normatif dan membosankan. Sehingga, debat ketiga harus dimanfaatkan untuk menyerang dan bertahan dengan data akurat.

Paslon disarankannya menyiapkan strategi yang bagus dalam debat ketiga. Bagi paslon yang dalam suvei masih di bawah atau penantang harus lihai memancing lawannya berdebat. Agar lawan politiknya blunder dan memperlihatkan kelemahannya.

“Debat Ketiga harus bertarung,” pungkasnya.

Menjelang pencoblosan, tak bisa ditutupi, di kalangan masyarakat, gerakan Ahyar sudah mulai jadi perbincangan. Ia makin rajin turun ke masyarakat mengunjungi warga hingga pengurus organisasi kemasyarakatan. Diduga, masifnya Ahyar turun untuk meminta dukungan bagi putranya yang bertarung di Pilkada.

Namun demikian, gerakan Ahyar ini nampaknya tak terendus Bawaslu Kota Mataram. “Sejauh ini belum ada yang keberatan. Dari hasil pengawasan di kecamatan belum ada laporan,” beber Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Mataram Dewi Asmawardhani.

Biasanya, jika ada informasi dari pengawas kecamatan, laporan langsung masuk ke Bawaslu. Sehingga, ia juga mempersilakan kalau ada dari masyarakat yang merasa keberatan dengan manuver atau gerakan wali kota yang diduga menyalahi aturan, bisa dilaporkan ke Bawaslu.

Sesuai aturan, jika ingin turun berkampanye, Wali Kota atau kepala daerah bisa mengajukan cuti. “Tapi kalau untuk hari libur, tidak harus cuti,” tandasnya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pegadaian Catat Kinerja Positif Meski Pandemi

”Ini dari jumlah total pembiayaan kedua program kami, yakni gadai dan non gadai,” ujar M Arif Fanany, kepala Departemen Mikro PT Pegadaian Persero Area Ampenan, Selasa (1/12/2020).

STIE AMM Disegel, Pihak Terkait Diingatkan Jangan Korbankan Mahasiswa

”Secara psikologis kan trauma itu (mahasiswa, Red),” kata Pengamat Pendidikan Prof H Mahyuni, saat dikonfirmasi Lombok Post, Selasa (1/12/2020).

Dikbud NTB Semprot Kepala Sekolah, Tak Libatkan KTU Susun RKAS

”Kelihatan ini pada saat kita evakin (evaluasi kinerja, Red),” jelasnya, saat pembukaan rapat koordinasi dan evaluasi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik SMA tahap III untuk Pulau Sumbawa, di Senggigi, Senin malam (30/11/2020).

HARUM Jadikan RTH sebagai Pengendali Banjir

Sebagai sebuah wilayah yang berada di hilir sungai Mataram kerap mendapatkan air kiriman dari hulu ketika musim penghujan tiba. Ditambah dengan hujan di Mataram, kiriman air dalam jumlah besar mengakibatkan terjadinya genangan dan banjir.

Menolak Miskin, Pusparini, Tukang Sapu Jalan yang Memilih Keluar dari PKH

Banyak orang kaya bermental miskin. Namun ada juga masyarakat kurang mampu tapi bermental kaya. Pusaparini, warga Lingkungan Karang Anyar Kelurahan Pagesangan Timur salah satunya.

Pemkot Mataram Berencana Gaji 1800 Ketua RT

Rancangan APBD tahun anggaran 2021 telah ditetapkan oleh DPRD Kota Mataram dan eksekutif, kemarin (30/11). Dalam APBD tahun 2021 ini, ada beberapa kebijakan yang dibuat oleh Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh di akhir masa jabatannya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Subsidi Upah, Guru Honorer dapat Rp1,8 Juta

Pemerintah memperluas sasaran penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU). Kali ini, giliran tenaga pendidik dan guru non-PNS yang akan mendapat bantuan hibah sebesar Rp 1,8 juta. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebutkan, bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan ekonomi para dosen, guru, dan tenaga kependidikan non-PNS yang selama ini ikut terdampak pandemi COVID-19.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Selamat! Ini Pemenang Simpedes BRI Periode 1 Tahun 2020

”Mudah-mudahan dengan acara ini, nasabah BRI semakin loyal, semakin berkembang, dan semakin semarak bertransaksi,” tuturnya.
Enable Notifications    OK No thanks