alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

Survei Indikator, Maiq Meres Diklaim Unggul Telak di Pilbup Loteng

PRAYA-Pasangan Calon (Paslon) HL Pathul Bahri-H Nursiah di Pilkada Lombok Tengah (Loteng) diklaim memiliki elektabilitas 40,9 persen. Lembaga survei nasional Indikator besutan Burhanudin Muhtadi merilis hasil survei melalui aplikasi virtual zoom meeting.

Adam Kamil Direktur riset Indikator, mengatakan elektabilitas Pathul-Nursiah sulit dikejar. “Selisih mencapai 16,7 persen dari paslon terdekat,” ulasnya.

Sementara sisa waktu sampai masa pemilihan hanya tersisa 22 hari lagi. “Melihat swing voter juga kecil, peluang berubah sangat kecil,” ulasnya.

Dengan angka yang ada, sekalipun swing voter terdistribusi secara penuh ke salah satu paslon, maka peluang mengungguli pun tidak ada. Apalagi semua paslon sama-sama bergerak sehingga posisi ini dianggap berpeluang besar konsisten sampai pemilihan nanti.

Survei ini digelar antara rentang waktu 28 Oktober-1 November 2020. Jumlah respoden 410 orang dengan margin error 4,9 persen. “Tingkat kepercayaan 95 persen,” terangnya.

Adam mengatakan berdasarkan pengalaman survei dengan interval waktu yang tersisa yang tipis maka peluang berubah mengecil. Sekalipun ada paslon yang menggunakna politik uang.

Dalam temuan indikator, warga Loteng memang banyak yang merespon pemberian uang. Tetapi hal itu tidak berdampak pada pilihan politik. “Belum tentu akan memilih calon tersebut walaupun sudah diberikan uang dengan poin mencapai 60 persen,” ulasnya.

Hasan Masat, koordinator Relawan Pathul-Nursiah mensyukuri hasil survei itu. “Terima kasih atas kepercayaan masyarakat Loteng kepada pasangan Pathul Nursiah Maiq Meres,” katanya.

Menurutnya hasil survei yang tinggi ini tidak lepas dari kontribusi Partai Pengusung dan Tim relawan yang solid. “Tetap semangat untuk Lombok Tengah yang Maiq Meres,” serunya.

Tetapi Hasan tetap mengingatkan relawan agar tidak lengah dan terus bergerak. Hal ini untuk memaksimalkan potensi kemenangan Maiq Meres. “Kita kawal ini sampai Pathul-Nursiah ditetapkan oleh KPU nanti (sebagai pemenang),” optimisnya.

DPD II Golkar Lombok Tengah (Loteng) ikut merespons hasil survei ini. Ketua DPD II Partai Golkar Loteng H Humaidi memerintahkan seluruh pimpinan dan anggota Fraksi Golkar lebih aktif lagi turun ke akar rumput.

Hal ini untuk meyakinkan masyarakat Gumi Tatas Tuhu Trasna, menjatuhkan pilihan ke Paslon Pathul-Nursiah. “Setiap dewan wajib turun bertemu langsung dengan rakyat minimal dua kali sehari,” tegasnya.

Pertemuan bisa dilakukan perkelompok warga atau dengan mendatangi satu persatu kepala keluarga. “Ini perintah langsung dari Dewan Pimpinan Pusat,” imbuhnya.

Jika ada yang tidak mengindahkan DPP atas rekomendasi DPD kabupaten dan DPD provinsi akan menjatuhkan saksi tegas. “Inilah bentuk keseriusan kami memenangkan paslon yang kami usung ini,” tegas Ketua Tim Pemenangan Pathul-Nursiah itu.

Humaidi mengungkapkan gerakan pemenangan di Loteng sepaket dengan di Kota Mataram. “Kader dan pengurus di Lotim juga bergerak untuk pemenangan pilkada di dua daerah,” ungkapnya. (zad/r2)

 

Hasil Survei Indikator untuk Eketabilitas Paslon di Loteng:

Paslon                                                 Elektabilitas

Hj Lale Prayatni-H Sumum                6,7 persen

H Ahmad Ziadi-HL Aswatara            12,4 persen

H Masrun-Habib Ziadi Thohir                       24,2 persen

HL Pathul Bahri-H Nursiah               40,9 persen

HL Saswadi-H Dahrun                       1,7 persen

Tidak Tahu/Rahasia                           14,1 persen

 

Sumber: internal Tim Maiq Meres

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

JPS Mataram Disalurkan Setelah Pilkada

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh patut mendapat dua jempol. Kebijakannya terkait bpenyaluran bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap enam patut diapresiasi. “Penyaluran JPS tahap keenam akan dilakukan setelah Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang,” tegas Ahyar, Selasa (25/11).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks