Sabtu, 4 Februari 2023
Sabtu, 4 Februari 2023

APPMI Dorong PMI Bayar Retribusi Tahunan

MATARAM-Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pekerja Migran Indonesia (APPMI) H Muazzim Akbar menilai peluang PMI berkontribusi terhadap pembangunan daerah sangat terbuka lebar. Sekalipun secara ketenagaan para PMI bekerja di negara lain, tetapi potensial dalam menggerakkan kemajuan ekonomi daerah.

“Makanya saya pernah tanya Disnaker untuk mengkaji, terkait retribusi, apakah mungkin PMI kita yang bekerja ke luar negeri memberikan retribusi,” katanya, kemarin (17/11).

Ia mencontohkan, bila satu PMI dikenakan retribusi Rp 50 ribu setiap tahun maka ada peluang pemasukan bagi daerah hingga belasan miliaran rupiah. Hal ini diyakini tidak akan memberatkan PMI, mengingat saat ini telah berlaku zero cost, biaya pemberangkatan ke negara tujuan bekerja.

“Biaya pemberangkatan PMI seluruhnya ditanggung (perusahaan) negara tujuan sehingga gratis,” ujarnya.

Maka retribusi dipandang sebagai bentuk sumbangsih PMI dalam membangun daerah. Tetapi pemerintah tentu harus mengimbangi dengan memberikan layanan ekstra mempermudah perizinan dan keperluan pemberangkatan bagi PMI ke negara tujuan. “Apakah secara aturan ini memungkinkan, itu yang harus dikaji dulu,” ujarnya.

Ia menghitung potensi PMI yang dapat diberangkatkan dari NTB sejak moratorium dicabut sekitar 30 ribu. Sementara sudah ada belasan ribu PMI diterbangkan ke luar negeri dengan berbagai negara tujuan dalam beberapa bulan terakhir. “Sekitar tiga bulan sudah 12 ribu PMI,” ujarnya.

Baca Juga :  Usulan PAW Ditolak Lagi, Muazzim: Biarin aja Kosong

Jalan lain yang bisa dilakukan dalam memberdayakan PMI adalah mempermudah akses mereka mendapat layanan perbankan daerah. Transaksi pengiriman uang dapat menyertakan layanan bank daerah yang pada akhirnya semakin menyehatkan Bank Daerah yang pada akhirnya manfaatnya akan kembali  bagi pembangunan daerah.

“Kalau 12 ribu PMI, sebelum berangkat dibekali dengan rekening Bank NTB Syariah, maka Bank NTB akan menerbitkan 12 ribu rekening baru, tentu ini akan sangat berdampak besar bagi pertumbuhan bank daerah kita. Saya lihat daerah lain bisa,” ujarnya.

Sebagai Ketua Umum APPMI yang membawahi perusahaan pengiriman PMI ke luar negeri se Indonesia, Muazzim sangat siap meminta para pengusaha mengingatkan PMI agar berbuat bagi daerahnya masing-masing. Bentuk sumbangsih atas kemudahan layanan yang diberikan pemerintah selama ini dalam mendukung pengiriman PMI ke luar negeri.

“Jadi kita juga harus berterima kasih pada pemerintah, kalau pemerintah tidak membuatkan jalan, layanan terintegrasi dan lain sebagainya, mana bisa mengirim PMI semudah saat ini,” ujarnya.

Hal ini juga akan disuarakannya pada stakeholder terkait dalam pertemuan yang akan diinisiasi Bapemperda DPRD NTB, terkait akan dibahasnya Raperda tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Asal Daerah Provinsi NTB. “Tetapi tentu kita juga menuntut ada perbaikan layanan pemerintah lebih baik lagi, agar sama-sama memberi kemanfaatan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pilgub NTB 2024, PAN : Bagaimana Kalau Rohmi-Muazzim?

Terpisah Ketua Bapemperda DPRD NTB Akhdiansyah mengatakan ada enam buah Raperda segera digodok sebagai tindak lanjut arahan dari pemerintah pusat untuk menyesuaikan regulasi di daerah dengan hadirnya Undang-Undang Cipta Kerja. “Sebenarnya ada 11 Raperda, namun yang segera harus ditindaklanjuti berdasarkan surat pemerintah pusat yang meminta kepada pemprov untuk menyesuaikan regulasi dengan UU Cipta Kerja, hanya Enam Raperda,”  terangnya.

Penyiapan aturan ini bersifat segera dan mendesak. Demi memudahkan masuknya investasi ke daerah. Sebab bila tidak ditindaklanjuti akan berdampak pada terhambatnya investasi yang pada akhirnya memperlambat gerak ekonomi daerah.

Raperda itu dinilai krusial antara lain terkait perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Lebih-lebih NTB sebagai salah satu daerah pengirim tenaga kerja ke luar negeri membutuhkan regulasi yang memadai untuk menjamin keamanan dan keselamatan para pahlawan devisa. “Raperda tentang perlindungan PMI ini, khusus membahas mekanisme ke luar daerah, oleh karena itu ini juga menjadi salah satu yang paling diatensi,” terang pria yang akrab disapa Guru To’i ini. (zad/r2)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks