alexametrics
Jumat, 26 Februari 2021
Jumat, 26 Februari 2021

Rohmi Punya Modal Kepercayaan Diri yang Tinggi untuk Jadi Nomor Satu

MATARAM-Benih-benih pecah kongsi antara H Zulkieflimansyah-Hj Sitti Rohmi Djalilah menurut pengamat politik sebenarnya beberapa kali terlihat. Namun benih-benih itu belum cukup memastikan keduanya berbeda jalan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024. Peluang keduanya tetap bersama pun tetap ada.

Hanya saja, jika mengacu pada naluri kekuasaan, Rohmi kemungkinan berkeinginan besar tampil di posisi satu atau gubernur. Tidak selamanya di posisi dua atau wakil gubernur seperti saat ini.

“Kalau melihat hubungan Zul dengan Rohmi mungkin tidak seindah dulu,” kata Pengamat Politik UIN Mataram Agus, Selasa (19/1).

Pengamat Politik UIN Mataram Agus. (lalu mohammad/lombok post)

Agus mengatakan, Rohmi saat ini punya modal kepercayaan diri yang tinggi untuk tampil sebagai nomor satu. “Saya kira Rohmi punya kepercayaan diri,” ujarnya.

Maka dengan situasi seperti ini, Zul dan Rohmi berpeluang berhadap-hadapan di Pilgub 2024 terbuka lebar. “Situasi seperti ini menjadi rasional untuk Zul mencari pendamping lain,” ulasnya.

Belum lagi didukung peta basis elektoral yang meyakinkan bagi Rohmi. “Basis elektoral di NTB ini ada dua yakni Lotim dan Loteng,” ujarnya.

Lotim memiliki 25 persen jumlah pemilih di NTB. “Sementara Loteng 21 persen,” ulas mantan komisioner KPU NTB itu.

Tokoh yang tampil dari masing-masing daerah nanti, berpeluang mengunci basis massanya. “(Misalnya) Rohmi mengunci Lotim,” terangnya.

Sementara Zul yang punya 5 persen pemilih di Sumbawa, dipastikan tetap mengincar figur dari pulau Lombok untuk mendampinginya. “Ini bisa jadi membuatnya melirik tokoh seperti HM Suhaili FT (Bupati Loteng),” ulasnya.

Selain itu, basis elektoral NTB juga ada di Lombok Barat 13 persen, Bima 10 persen. “Sisanya (26 persen) menyebar di daerah lain (Mataram, Lombok Utara, KSB, Dompu, dan Kota Bima),” terangnya.

Dengan pola ini, Agus yakin Rohmi sangat mungkin tampil pede atau percaya diri di Pilgub mendatang. Bahkan selain Rohmi, Agus memprediksi akan muncul banyak kepala daerah yang sudah dua periode tampil sebagai calon Gubernur atau Wakil Gubernur. “Misalnya Loteng, Lobar, Bima,” ulasnya.

Bila Rohmi pede ditinggal Zul, lantas dengan siapa dia akan berpasangan? “Rohmi bisa saja diuntungkan dengan mengambil Fauzan Khalid (Bupati Lobar),” ujarnya.

Hal ini mengacu, pada peta basis elektoral di mana Lobar menempati urutan ke tiga. “Dengan catatan Wabup Lobar (Hj Sumiatun, Red) mendukung penuh Rohmi-Fauzan,” ulasnya.

Pola Zul-Suhaili dan Rohmi-Fauzan, dinilai akan menjadi sajian politik yang seru. Bahkan Agus mengatakan, tidak menutup kemungkinan, bila mendapat pendanaan atau logistik yang cukup Suhaili tetap tampil di posisi satu, seperti Pilgub 2018 lalu.

“Semua masih berpeluang terjadi, termasuk Suhaili mengambil wakil dari Lombok Timur,” ujarnya.

Namun Agus mengatakan langkah Suhaili memang tidak akan semudah 2018 lalu. Usia kekuasaannya yang hanya tinggal menghitung hari dan posisinya di DPD Golkar Provinsi NTB yang belum aman membuatnya terancam sulit memburu kursi Gubernur lagi.

Suhaili harus mampu mencari kendaraan politik secara mandiri, jika Golkar lepas dari tangannya. “Misalnya ternyata Mohan yang jadi Ketua DPD Golkar NTB, tentu peluangnya bisa berubah,” pungkasnya. (zad/r2)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks