alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Irzani dan Nofian Hadi Bicara Lingkungan

MATARAM-Keberadaan dan fungsi strategis Ruang Terbuka Hijau (RTH) sangat berpengaruh pada ketahanan suatu daerah

dari bencana alam. Dampak perubahan iklim global, seperti efek rumah kaca dan polusi kabon yang mempengaruhi kualitas udara, juga bisa ditekan dengan keberadaan RTH yang proporsional.

Karenanya pemerintah daerah diharapkan serius memperhatikan proporsi RTH. ”Terutama di perkotaan, RTH ini sangat berguna sebagai upaya konservasi dan juga mengatasi efek rumah kaca,” kata H Irzani, Calon Anggota DPD RI Dapil NTB Nomor Urut 30, Senin ( 18/2).

Secara aturan, penyediaan dan pemanfaatan RTH dimaksudkan untuk menjamin tersedianya ruang yang cukup bagi kawasan konservasi untuk kelestarian hidrologis. RTH juga berfungsi sebagai kawasan pengendalian air larian dengan menyediakan kolam retensi. Termasuk area pengembangan keanekaragaman

hayati, area penciptaan iklim mikro, dan pereduksi polutan di kawasan perkotaan. ”RTH di perkotaan juga bisa menjadi tempat rekreasi dan olahraga masyarakat,” ucapnya.

Dia yang sejak tahun 2015-2018 menjadi Tim Validasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis ( KLHS) dan RPJMD Provinsi dan Kabupaten/Kota se NTB berdasarkan memang sangat mengerti hal ini. Ia mencontohkan, Surabaya dan Bandung, sudah memulai mengelola RTH sebagai salah satu sumber penggerak perekonomian kota. ”RTH bisa ditanami pohon yang bisa menyimpan air (reservatoir) karena 10 tahun kedepan akibat pemanasan global dan peningkatan emisi karbon, krisis air bersih juga menjadi permasalahan krusial,” ujar Irzani.

Kondisi hutan di NTB juga perlu perhatian serius dari semua pihak. Kawasan kritis akibat pembalakan liar dan alih fungsi lahan, bahkan sudah beberapa kali menyebabkan banjir dan tanah longsor. ”Di Sumbawa yang sedang alih fungsi lahan sebagai ladang Jagung, juga perlu dievaluasi kembali terkait RTH,” ingatnya.

Sementara itu, Caleg DPRD NTB dari PKS nomor 11 Dapil Lombok Utara dan Lombok Barat Lalu Nofian Hadi juga memiliki pandangannya terkait ini. Dia mengatakan, porsi RTH yang ideal harus mulai diterapkan di kabupaten/kota secara menyeluruh. ”Apalagi dengan peningkatan populasi penduduk, maka kualitas udara juga akan semakin turun, terutama akibat banyaknya kendaraan bermotor,” katanya seraya menegaskan hal ini bisa direduksi dengan keberadaan RTH yang proporsional.

Nofian mengatakan, pasca gempa bumi bisa dijadikan momentum, terutrama di Lombok Utara dan Lombok Barat untuk mengevaluasi kembali kawasan RTH. Baginya, keberadaan RTH yang bisa dimulai dari taman-taman perkotaan juga akan memberi nilai tambah untuk keindahan tata kota di daerah bersangkutan.

Penataan RTH dengan konsep milenial bisa menjadi titik-titik pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. ”Sektor UMKM akan ikut terbantu, dan juga RTH ini bisa juga sebagai destinasi wisata yang punya daya tarik tersendiri,” ucapnya. (yuk/r4/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks