alexametrics
Senin, 15 Agustus 2022
Senin, 15 Agustus 2022

Irzani dan Nofian Hadi Bicara Lingkungan

MATARAM-Keberadaan dan fungsi strategis Ruang Terbuka Hijau (RTH) sangat berpengaruh pada ketahanan suatu daerah

dari bencana alam. Dampak perubahan iklim global, seperti efek rumah kaca dan polusi kabon yang mempengaruhi kualitas udara, juga bisa ditekan dengan keberadaan RTH yang proporsional.

Karenanya pemerintah daerah diharapkan serius memperhatikan proporsi RTH. ”Terutama di perkotaan, RTH ini sangat berguna sebagai upaya konservasi dan juga mengatasi efek rumah kaca,” kata H Irzani, Calon Anggota DPD RI Dapil NTB Nomor Urut 30, Senin ( 18/2).

Secara aturan, penyediaan dan pemanfaatan RTH dimaksudkan untuk menjamin tersedianya ruang yang cukup bagi kawasan konservasi untuk kelestarian hidrologis. RTH juga berfungsi sebagai kawasan pengendalian air larian dengan menyediakan kolam retensi. Termasuk area pengembangan keanekaragaman

hayati, area penciptaan iklim mikro, dan pereduksi polutan di kawasan perkotaan. ”RTH di perkotaan juga bisa menjadi tempat rekreasi dan olahraga masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga :  Pilpres 2024, Golkar NTB All Out Dukung Airlangga

Dia yang sejak tahun 2015-2018 menjadi Tim Validasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis ( KLHS) dan RPJMD Provinsi dan Kabupaten/Kota se NTB berdasarkan memang sangat mengerti hal ini. Ia mencontohkan, Surabaya dan Bandung, sudah memulai mengelola RTH sebagai salah satu sumber penggerak perekonomian kota. ”RTH bisa ditanami pohon yang bisa menyimpan air (reservatoir) karena 10 tahun kedepan akibat pemanasan global dan peningkatan emisi karbon, krisis air bersih juga menjadi permasalahan krusial,” ujar Irzani.

Kondisi hutan di NTB juga perlu perhatian serius dari semua pihak. Kawasan kritis akibat pembalakan liar dan alih fungsi lahan, bahkan sudah beberapa kali menyebabkan banjir dan tanah longsor. ”Di Sumbawa yang sedang alih fungsi lahan sebagai ladang Jagung, juga perlu dievaluasi kembali terkait RTH,” ingatnya.

Sementara itu, Caleg DPRD NTB dari PKS nomor 11 Dapil Lombok Utara dan Lombok Barat Lalu Nofian Hadi juga memiliki pandangannya terkait ini. Dia mengatakan, porsi RTH yang ideal harus mulai diterapkan di kabupaten/kota secara menyeluruh. ”Apalagi dengan peningkatan populasi penduduk, maka kualitas udara juga akan semakin turun, terutama akibat banyaknya kendaraan bermotor,” katanya seraya menegaskan hal ini bisa direduksi dengan keberadaan RTH yang proporsional.

Baca Juga :  PAN Pede Usung Nasir di KSB

Nofian mengatakan, pasca gempa bumi bisa dijadikan momentum, terutrama di Lombok Utara dan Lombok Barat untuk mengevaluasi kembali kawasan RTH. Baginya, keberadaan RTH yang bisa dimulai dari taman-taman perkotaan juga akan memberi nilai tambah untuk keindahan tata kota di daerah bersangkutan.

Penataan RTH dengan konsep milenial bisa menjadi titik-titik pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. ”Sektor UMKM akan ikut terbantu, dan juga RTH ini bisa juga sebagai destinasi wisata yang punya daya tarik tersendiri,” ucapnya. (yuk/r4/*)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/