alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Baihaqi-Diyah Ganefi Disurvei Tiga Partai

MATARAM-Tensi politik ibu kota semakin hangat. Partai-partai mulai membentuk pola koalisi.

Partai Demokrat (PD), PAN, dan Partai NasDem yang mewacanakan Koalisi Biru serius menggodok figur yang akan diusung. “Iya dia (Baihaqi, Red) masuk dalam radar kami,” kata Ketua DPW Partai NasDem NTB H Muhammad Amin.

Kota Mataram berpeluang jadi pilot project pertama tiga partai itu memulai komitmen membangun Koalisi Biru. Selanjutnya diteruskan ke daerah-daerah lain.

Amin menambahkan sekalipun koalisi terbangun, tidak mengenyampingkan proses di masing-masing partai. “Partai punya mekanisme termasuk NasDem,” terangnya.

Saat ini NasDem sedang menyurvei figur-figur potensial. “Semua kita survei sebelum nanti diputuskan siapa yang diusung,” tegasnya.

Khusus pasangan H Baihaqi dan Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi atau paket BARU, Amin menilai paket ini menarik. NasDem akan memberi kesempatan pada dua figur untuk diuji popularitas dan elektabilitasnya. Jika hasil survei menunjukkan statistik menjanjikan, maka tak menutup peluang NasDem mengusung paket BARU.

DPD Partai Demokrat (PD) merupakan inisiator sekaligus pengusung Baihaqi. Saat ini partai berlambang bintang mercy ini tengah menggelar survei respons publik. “Kalau kami mengusung Pak Baihaqi,” kata Ketua DPD PD NTB TGH Mahally Fikri.

Survei untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan Baihaqi. Sebagai bahan merancang strategi pemenangan. “Kami yakin partai ini solid (PD, PAN, dan NasDem),” yakinnya.

Pertemuan akan digelar lagi untuk membahas lebih teknis terkait koalisi. Sehingga tiga partai dapat keuntungan politis dari koalisi. Khusus di Kota Mataram, Mahally melihat PAN dan NasDem merespon positif pasangan BARU. “Termasuk di Kota Mataram solid,” optimisnya.

PAN juga akan menggelar survei. Mengukur popularitas dan elektabilitas semua figur termasuk pasangan BARU. “Apa yang disampaikan tadi (dalam pertemuan) sudah jelas,” kata Muazzim pendek. (zad/r1)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks