alexametrics
Jumat, 26 Februari 2021
Jumat, 26 Februari 2021

Dianggap Tidak Jelas, Dewan Ancam Coret Anggaran Program Zero Waste

MATARAM-Program Zero Waste Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB tengah menjadi sorotan. Persoalan sampah di sejumlah kabupaten/kota yang semakin serius, tidak berbanding lurus dengan gembar-gembor Zero Waste.

Apa yang salah dengan program ini? Ada yang menilai, program ini bagus tetapi sumber daya manusia (SDM) yang tidak bisa bergerak optimal di provinsi.

Tetapi pandangan berbeda disampaikan Wakil Ketua DPRD NTB H Mori Hanafi. “Bukan salah kadis (kepala Dinas LHK), memang desain programnya nggak jelas, terutama dari sisi koordinasi dengan kabupaten/kota,” kritiknya.

Gaung program ini begitu nyaring. Tetapi tidak ada konsep yang jelas dan padu dalam pengerjaannya. Program ini dinilai kehilangan ruh. “Seperti bukan program unggulan,” nilainya.

Karenanya, politisi Gerindra itu menilai upaya menyegarkan SDM saja tidak cukup. Letak persoalan seriusnya ada di konsep yang tidak terstruktur dan terukur. “Biar ganti kadis berkali-kali juga nggak bakal sukses,” kritiknya tajam.

Wajar bila ada yang beranggapan program ini hanya buang-buang anggaran. Publik ingin melihat hasilnya tetapi tidak ada indikator yang jelas, persoalan sampah tertangani melalui program ini.

Lantas bagaimana sikap dewan terkait hal ini, mengingat uang daerah tidak sedikit yang telah keluar? Apakah aparat penegak hukum (APH) akan didorong menelisik potensi kerugian negara? “Nggak perlu APH,” ujarnya.

Saat ini Mori mengatakan dewan sedang serius mengamati program ini. Jika sampai paro tahun, program tetap tidak ada konsep jelas, maka dia berharap program ini dicoret saja. “Kita beri kesempatan sampai pembahasan APBD-P 2021 ini, kalau masih tidak jelas road map-nya, kita akan coba usulkan program ini dihentikan saja,” tegasnya. (zad/r2)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks