alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Gerindra NTB : Pasangan Makmur-Ahda Final!

MATARAM-DPD Partai Gerindra NTB memanggil HL Makmur Said. Pemanggilan itu untuk mengklarifikasi rumor Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda goyang.

Usai klarifikasi, Ketua DPD Partai Gerindra NTB H Ridwan Hidayat heran isu itu santer dibahas. “Saya bingung padahal sampai saat ini tidak ada yang berubah,” ungkapnya seraya tertawa kecil, Jumat (19/6).

Ditegaskannya Gerindra NTB konsisten mengusulkan SK Partai untuk Bapaslon Makmur-Ahda ke DPP Gerindra. “Bila ada perubahan tentu disampaikan pak wali tapi ini kan tidak ada,” imbuh kakak kandung Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh itu.

Selama ini Ahyar ikut membangun komunikasi politik dengan Gerindra untuk pasangan ini. “Dulu ada komunikasi (merestui) pasangan ini,” imbuhnya.

Tetapi saat isu goyang ini ramai di bahas, Ahyar tidak pernah bicara hal itu pada Gerindra. Tetapi malah ramai dibahas di berbagai media.

Dia curiga ada pihak yang mulai khawatir dengan Bapaslon ini. “Lah kita ini kan mau usung pasangan yang akan menang,” optimisnya.

Berpatokan hasil survei internal Gerindra paket ini punya dukungan suara besar dan berpotensi menang. Atas dasar itu pula terbit surat tugas dari DPD Partai Gerindra NTB untuk membangun koalisi. “Jadi tidak ada yang berubah Makmur-Ahda sudah klir,” tegasnya.

Menanggapi pernyataan bersayap Ahyar pasangan Makmur-Ahda belum final, Ridwan menilai pernyataan itu bukan argumentasi kuat pasangan ini akan bubar. “Itu kan beda tafsir orang berandai-andai, kami tidak mau andai-andai yang pasti-pasti saja,” terangnya.

Dalam proses usulan berkas pasangan ke DPP Partai Gerindra, pun didasari sikap politik yang pasti dan terang. “Masa kita mau usulkan andai-andai ke DPP, tentu karena ini pasti makanya kita bawa ke DPP,” tegasnya.

Ketua DPC Partai Gerindra NTB I Gede Sudiarta ikut membantah pasangan ini goyang. Semua proses dan mekanisme partai telah ditempuh ke dua pasangan.

Pria yang akrab di sapa Gede Batu itu menegaskan tidak mungkin pasangan ini langsung runtuh hanya karena isu politik. “Makmur-Ahda itu telah mendaftar, kemudian mengikuti proses fit and proper test, dan hasilnya keluar surat tugas untuk mereka,” ulasnya.

Gerindra tidak akan memproses usulan pasangan yang abu-abu dan tidak punya sikap politik yang jelas. “Kami maunya yang pasti-pasti, Gerindra tidak mau jadi pengkhianat dan tidak mau dikhianati,” imbuhnya dengan nada tinggi.

Saat ini proses komunikasi tengah dibangun dengan partai politik lain. Gerindra tidak bisa mengusung pasangan sendiri sehingga harus berkoalisi. “Kita ikutilah mekanisme berikutnya,” pungkasnya.

Sementara itu, TGH Mujiburrahman menanggapi kalem rumor Bapaslon H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman ikut terancam karena ada upaya menyatukan Mohan dengan Ahda. “Ikhtiar politik harus terus dijalankan tetapi jangan lupa terhadap takdir Allah,” katanya.

Tokoh agama kharismatik itu pun siap menerima apapun hasil dari usaha politik dan menganggap itu yang terbaik. “Apapun ending dari ikhtiar kita, semua itu adalah bagian dari takdir Allah yang harus kita terima dengan lapang dada,” pungkasnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks