alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Jalan Sukiman Pimpin Demokrat NTB Kian Terang

MATARAM-Arah dukungan untuk menjadikan Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy sebagai nahkoda baru DPD Partai Demokrat NTB semakin kencang. Setelah adanya pertemuan internal antara Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bima HM Qurais H Abidin bersama Sukiman di Hotel Lombok Astoria Mataram pada Rabu (17/11) lalu.

Meski alasan pertemuan hanyalah silaturahmi antara sahabat yang lama tak berjumpa. Namun, Qurais tak menampik pada pertemuan itu akan membahas rencana musyawarah daerah (musda) pada bulan Desember mendatang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lombok Post, pertemuan itu tidak hanya membahas musda semata. Melainkan, memastikan tiga suara  yang dikantongi TGH Mahally Fikri bakal beralih ke Bupati Lotim HM Sukiman Azmy.

Artinya, tiga suara dari DPC Partai Demokrat Kota Mataram, KLU dan Kabupaten Bima telah dipegang Sukiman. Hal ini membuat jalannya kian lancar masuk sebagai calon ketua partai. Disinyalir, pada skenario menjelang musda seluruh suara milik DPD Partai Demokrat NTB dilimpahkan kepada Sukiman.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bima HM Qurais H Abidin mengatakan, selain bersilaturahmi pertemuan dirinya dengan Sukiman turut berdiskusi ringan soal musda. Salah satunya, Sukiman mengatakan sudah mendapat tiga dukungan DPC sebagai syarat calon ketua DPD Partai Demokrat.

“Sukiman sendiri yang ngomong, jadi kemungkinan (Musda, Red) ada tiga calon. TGH Mahally Fikri, Indra Jaya Usman dan HM Sukiman Azmy,” katanya, kemarin (18/11).

Pertemuan di Hotel Lombok Astoria itu, kata Qurais, menunjukkan kepastian Sukiman maju telah sesuai dengan peraturan organisasi (PO). Meski dukungan secara fisik DPC belum ada untuk Sukiman, namun diyakini Sukiman terus berkoordinasi dengan tiga DPC tersebut.

“Sekarang tahapan pembicaraan Sukiman dengan TGH Mahally Fikri perihal pengalihan dukungan ini,” terangnya.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Mataram HM Zaini mengisyaratkan pemberitaan tersebut benar adanya. Politik yang bersifat dinamis, maka semua hal bisa saja terjadi. Termasuk kemungkinan bertambahnya suara dukungan kepada Sukiman.

“Dengan tiga suara yang dimiliki Sukiman, sudah klir (sebagai calon ketua, Red). Belum tahu nanti suara Lombok Timur (bertambah kepada Sukiman, Red), ya,” ucapnya.

Diakui Zaini, sebelum Qurais bertemu dengan Sukiman terlebih dahulu ada pertemuan dengan para DPC Partai Demokrat di Pulau Lombok. Terkait tudingan Sukiman bukanlah kader sehingga tidak layak jadi calon ketua, dijelaskan Zaini, selama Sukiman mempunyai Kartu Tanda Anggota (KTA) maka disebut kader, baik lama ataupun baru.

“Kalau sudah punya KTA ya kader, mau kader lama atau baru,” ucap mantan pimpinan DPRD Kota Mataram itu.

Zaini menuturkan, terlepas dari nama kandidat calon ketua, siapapun yang berkomitmen dan mampu membesarkan partai berlambang bintang mercy dipersilakan bergabung.

“Kita kader militan pun ingin melihat partai ini semakin besar dan berjaya. Yang punya kemampuan untuk itu, silakan,”  katanya.

Kalaupun Sukiman menjadi nahkoda baru, kata dia, tak menutup kemungkinan Partai Demokrat semakin besar di NTB. Terlebih, Kabupaten Lotim merupakan lumbung suara terbesar di NTB. Sehingga dapat membawa dampak positif bagi kemenangan dan eksistensi partai di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudoyono (AHY) itu. Artinya, potensi untuk membesarkan partai dapat dilakukan siapa saja. Apalagi Demokrat adalah partai terbuka, tidak bersifat eksklusif pada golongan tertentu.

“Kalau dia bisa membesarkan partai, kenapa tidak. Dulu saat awal Pak AHY awal-awal memimpin, banyak yang meragukan, tapi kenyataannya semakin besar. Jadi kenapa tidak untuk NTB,” terangnya.

Baginya, polemik menjelasng musda adalah hal biasa sebagai bagian dinamika. Toh, pada akhirnya dari sejumlah nama-nama yang diusulkan dan memenuhi syarat pencalonan, untuk keterpilihannya ditentukan oleh DPP Partai Demokrat.

“Musda ini kan kita mengusulkan, tidak memilih. Yang menentukan adalah DPP, kalau DPP sudah tentukan ya harus hprmati dan loyal,” ucap Zaini.

Ketua DPC Partai Demokrat Loteng Ahmad Ziadi mengatakan, hingga kini suara dukungan DPC pada salah satu calon kandidat belum mengarah kepada siapapun. Demokrat Loteng masih memilih menjadi penengah.

Namun sebagai kader, siapa pun ketua yang akan memimpin Demokrat NTB harus mampu mengimbangi kompetitor partai tetangga dan menjadi pemenang. Harus mampu linier dengan Ketua Umum AHY dan meningkatkan elektabilitas partai.

“Biar kami jadi penengah dulu sementara,” singkatnya.

Terpisah, Ketua DPD Partai Demokrat NTB TGH Mahally Fikri yang dihubungi Lombok Post belum merespon terkait kabar tersebut. Meski sebelumnya, Ketua Komisi V DPRD NTB itu telah membantah adanya pengalihan dukungan suara kepada Sukiman. Dan menegaskan, dirinya sebagai ketua DPD masih berkeinginan untuk menjadi nahkoda di Partai Demokrat NTB. (ewi/r2)

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks