alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Sah, PDIP Usung Pasangan SALAM di Pilwali Kota Mataram!

JAKARTA–PDI Perjuangan kian mematangkan persiapan menghadapi Pilkada Serentak 2020. Kemarin (19/2) PDIP mengumumkan nama-nama pasangan calon (paslon) kepala daerah yang direkomendasi maju pilkada September mendatang. Untuk Pilkada Kota Mataram, DPP PDIP merekomendasikan pasangan Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan yang disebut pasangan SALAM.

Dalam pengumuman kemarin, sebenarnya ada 50 putusan dukungan yang masuk daftar. Tapi, ada satu yang tidak diumumkan, yaitu Kabupaten Lamongan. Khusus untuk NTB, selain pilkada Kota Mataram, diumumkan pula untuk kandidat di Pilkada Sumbawa Barat. Di mana PDIP merekomendasikan bupati dan wakil bupati petahana untuk kembali maju.

Selain paslon bupati dan wakil bupati, serta calon wali kota dan wakil wali kota, PDIP mengeluarkan satu rekomendasi untuk calon gubernur. Yaitu, Olly Dondokambey sebagai calon Gubernur Sulawesi Utara. Dia akan bergandengan dengan Steven Kandouw. Olly merupakan gubernur petahana.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, sebagian besar paslon yang mendapat rekomendasi adalah petahana. Walaupun bisa mengusung sendiri calonnya, PDIP tetap membuka diri untuk membangun kerja sama dengan seluruh partai politik.

“Khususnya partai politik pendukung Jokowi–Ma’ruf,” terang dia usai acara penyerahan rekomendasi pilkada di kantor DPP PDIP Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat kemarin (19/2).

Menurut dia, pengumuman kemarin merupakan gelombang pertama. Setelah ini, partainya akan kembali mengumumkan rekomendasi. Namun, dia belum bisa memastikan waktunya. Sebenarnya ada beberapa daerah yang sudah siap diumumkan, tapi pihaknya masih menunggu waktu yang tepat.

Bagaimana dengan Pilkada Solo? Menurut Hasto, rekomendasi untuk Pilkada Solo sebenarnya siap diumumkan. Namun, PDIP memutuskan mengumumkannya bersamaan dengan rekomendasi untuk Pilkada Bali dan Makassar. Dia belum mau membuka siapa calon yang akan diusung dalam Pilkada Solo. Apakah Gibran Rakabuming Raka atau Achmad Purnomo? Hasto belum bisa memberikan kepastian.

Yang jelas, kata dia, elektabilitas Gibran terus meningkat. Banyak anak-anak muda yang antusias bergabung dengan putra sulung Presiden Jokowi itu. ”Tetapi sekali lagi, keputusan ada di tangan Ibu Megawati Soekarnoputri,” tegas dia.

Bagaimana dengan Pilwali Surabaya? Politikus asal Jogjakarta itu mengatakan, Wali Kota Surabaya yang juga ketua DPP PDIP Tri Rismaharini sedang melakukan konsolidasi sampai anak ranting. Dia yakin, sebagai wali kota dua periode, Risma mampu menjabarkan seluruh gagasan Megawati.

Penetapan calon wali kota Surabaya, menurut Hasto, akan mendengar masukan dari Risma. Hasto belum bisa memastikan kapan rekomendasi untuk Surabaya diumumkan.

Sementara itu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta para kandidat menjaga diri agar tidak berurusan dengan hukum. Kasus Bupati Ngada Marianus Sae yang ditangkap KPK menjadi pelajaran bagi PDIP. Saat itu, Marianus yang berpasangan dengan Emilia J. Nomleni diusung PDIP sebagai calon Gubernur NTT pada Pilkada 2018. ”Saya menjadi trauma ketika Pilkada NTT. Coba bayangin, hanya tinggal beberapa hari, tahu-tahu yang namanya Marianus langsung ditangkap,” ungkap Megawati. Dia menilai kasus yang menimpa Marianus tidak fair. Namun, dia tetap berupaya menahan diri.

Presiden kelima itu menegaskan, jika ada paslon pilkada yang hendak ditangkap, lebih baik dilakukan saat-saat seperti sekarang ini. Sebab, para kandidat belum ditetapkan secara resmi oleh KPU. Yang penting, kata dia, jangan ada pesanan dalam penangkapan itu. ”Tolong dicatat sama wartawan, jangan ada pesanan,” tegasnya. Dia meminta semua pihak fair dalam mengikuti pilkada.

Megawati berpesan kepada semua paslon agar berhati-hati. Khususnya, para calon petahana. Sebab, KPK tidak mungkin menangkap mereka jika tidak melakukan pelanggaran. Kalau masih ada saja yang melakukan pelanggaran, dia akan lepas tangan. (lum/oni/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks