alexametrics
Senin, 27 Juni 2022
Senin, 27 Juni 2022

Benarkah Muzihir dan Akri Dikawin Paksa?

MATARAM-H Muzihir dan Muhammad Akri akhirnya terpilih berpasangan menakhodai DPW PPP NTB periode 2021-2026. Muzihir sebagai ketua, Akri di posisi sekretaris.

Tetapi di balik bersatunya dua politisi yang sempat menjadi rival berebut kursi ketua DPW PPP itu, muncul rumor tak sedap bila keduanya dipaksa menerima berpasangan
atau “kawin paksa”. Muzihir menginginkan figur lain, selain Akri sebagai sekretaris. Sedangkan Akri tetap berupaya keras sampai detik terakhir membidik kursi ketua.

Tetapi isu kawin paksa ini dibantah keduanya. “Jadi bukan (kawin paksa), apa yang pernah terjadi (antara Akri dan Muzihir, Red) hanya dinamika politik biasa,” kata Sekretaris DPW PPP  NTB terpilih Muhammad Akri, Senin (19/4/2021).

Menurutnya perbedaan pandangan politik ditegaskannya, wajar dan biasa dalam organisasi. Persaingan di antara kader karena terpicu oleh panggilan partai untuk berlomba-lomba memberikan ide, gagasan, dan tenaga terbaik bagi partai. “Begitu lima formatur telah tanda tangan (keputusan partai diambil) ya semua menerima (dan kembali bersatu),” imbuhnya.

Baca Juga :  Bukan Baihaqi, Isvie Akan Menangkan HARUM di Pilwali Mataram

Dia dan Muzihir bahkan sudah lebih maju melangkah, meninggalkan rivalitas di arena Muswil VIII PPP NTB. Komitmen membangun sikap saling terbuka dan menghormati tugas dan fungsi masing-masing telah dibicarakan berdua dan disepakati. “Kami sudah
komitmen untuk tidak menyembunyikan sekecil apa pun informasi yang kami dengar. Ibarat suami dan istri kami tidak boleh beda persepsi,” timpal Ketua DPW PPP NTB terpilih H Muzihir.

Keterbukaan menurutnya kunci utama harmonisasi dan sinergi kepemimpinan dirinya dibantu Akri di posisi sekretaris. “Sehingga kami sekarang fokus pada target-target yang ingin kami capai,” imbuhnya.

Salah satunya menambah perolehan kursi di Pileg 2024 mendatang untuk DPRD NTB. Dari perolehan saat ini 7 kursi ditarget minimal 8 kursi. “Dapat sama saja (7 kursi) di Pileg 2024 kami dianggap gagal, jadi mau tidak mau target minimal 8 kursi harus tercapai, kalau bisa lebih,” tegasnya.

Baca Juga :  Kantongi PAN dan Demokrat, Pasangan BARU Hanya Butuh Satu Kursi Lagi

Dengan target ketat DPP itu, tidak ada waktu lagi berdebat soal pasangan. Saat ini fokus dia dan Akri mengejar target politik yang telah ditetapkan. “Kami harus segera mulai bekerja, mempersiapkan muscab, kemudian agenda silaturahmi kami berdua ke semua cabang, setelah itu membuat long list calon anggota DPRD provinsi,” rincinya.

Muzihir menyebut perpaduan antara dia dan Akri saat ini merupakan kombinasi terbaik. “Saya yang sudah tua atau senior didampingi yang muda, saya orang lapangan dan Akri dari (organisasi) pergerakan,” ulasnya. (zad/r2)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/