alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Jangan Terpengaruh Ajakan Rusuh

MATARAM-Adanya isu pergerakkan massa pada 22 Mei mendatang, untuk menolak hasil pemilu  patut diwaspadai.

Kapolda NTB Brigjen Pol Nana Sudjana mengatakan, pelaksanaan Pemilu 2019 di NTB berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Dirinya juga tidak membantah, kerawanan sosial pasti ada. Mulai dari saat pelaksanaan kampanye kemudian di masa tenang hingga pemungutan suara.

“Riak-riak itu pasti ada,” terangnya, kemarin (20/5).

Meski demikian kerawanan sosial itu masih bisa diatasi. Dirinya mengingatkan, pada dasarnya keterlibatan langsung masyarakat sampai saat pemungutan suara saja. Selanjutnya tinggal KPU yang bekerja dalam penghitungan suara.

“Nah, pekerjaan ini kita serahkan kepada yang mempunya kewenangan yakni KPU,” tegasnya.

Terkait isu pergerakan massa tersebut Nana berharap, masyarakat NTB bersikap dewasa, tidak perlu sampai mengikuti adanya ajakan-ajakan dari oknum tertentu.

“Saya mengharapkan tidak perlu sampai ada mengikuti adanya ajakan-ajakan misalnya harus ke Jakarta, dari sini pun kita masih bisa mengikuti seperti apa penetapan hasil pemilu itu,” jelas Nana.

Meski demikian, Polda NTB tetap meningkatkan antisipasi dan kewaspadaan pada 22 Mei besok. Bisa jadi ada juga imbauan dari massa pendukung peserta Pemilu 2019 untuk mendatangi KPU dan Bawaslu. Asalkan kegiatan yang dilakukan secara damai, ia merasa itu masih tahap yang wajar.

“Tetap kita lakukan pengamanan-pengamanan di KPU maupun Bawaslu,” tandasnya.

 Kepala Bakesbangpoldagri NTB H Lalu Syafi’I menyebut, situasi jelang penetapan hasil Pemilu 2019 di NTB sampai saat ini masih aman. Karena dari kacamata politik, pasangan Prabowo-Sandi di NTB menang telak.

“Kemudian, tipe masyarakat NTB kan agamis, jadi ibadah itu lebih utama dari segala-galanya, sehingga Ramadan ini ibadah mereka tidak ingin ternodai dengan hal-hal politik,” terangnya.

Mahalnya harga tiket pesawat ternyata mempengaruhi minat masyarakat untuk bepergian ke Ibukota. Kalau pun ada, pasti dalam jumlah yang sangat sedikit. Karena itu, dirinya berpesan pada masing-masing pendukung paslon, menyerahkan semua mekanisme penghitungan suara pada KPU, yang telah bekerja secara maksimal. Terkait pengerahan massa, pihaknya mendeteksi belum ada laporan mengenai hal itu.

“Mari kita jaga persatuan dan kesatuan, siapapun presidennya yang penting kita sejahtera, aman dan damai,” tegasnya. (yun/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks