alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

KPU Siap Ladeni Gugatan Farouk

MATARAM-Bawaslu NTB tengah mengkaji laporan caleg DPD RI Dapil NTB Prof H Farouk Muhammad. Laporan itu terkait adanya dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan dua calon DPD RI NTB yakni penggunaan foto yang tidak sesuai ketentuan.

“Sedang dipelajari,” kata Komisioner Bawaslu NTB Umar Achmad Seth.

Hanya saja Umar belum bisa menjawab kapan proses verifikasi itu tuntas. Apakah syarat-syarat meteril dan formil telah sesuai dan memperkuat dugaan. Umar mengatakan saat pihak dari Prof H Farouk Muhammad menyerahkan bukti, komisioner ada di Jakarta.

“Kita saat itu sedang ikuti proses pleno rekapapitulasi nasional,” ulasnya.

Sehingga sampai senin (20/5) kemarin, belum bisa dipastikan apakah foto calon DPD RI yang dilaporkan yakni Evi Apita Maya dan HL Suhaimi Ismy melanggar ketentuan atau tidak.

 Terpisah Suhaimi merespon dingin laporan pihak Farouk. Melalui pesan singkat, Suhaimi mencium ada aroma politis dibalik laporan itu. Tidak murni, dilatarbelakangi dugaan pelanggaran administrasi semata.

“Biasa dinamika politik,” kata Suhami.

Ia pun merasa tidak ada yang perlu ditanggapi. Yang malah akan membuat persoalan melebar dan akhirnya memperkeruh suasana. “Kita konsetrasi ibadah Ramadan saja,” tutupnya.

Ketua KPU NTB Suhardi Soud mengatakan pada dasarnya KPU telah bekerja sesuai dengan mekanisme yang ada. Para calon telah memberikan syarat-syarat administrasi. Sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam PKPU RI no 21 tahun 2018. Termasuk dalam hal ini syarat foto.

Namun Suardi meyakini syarat itu telah dipahami dengan baik oleh para calon. Sehingga, telah dipatuhi dengan ketentuan yang ada.

“Buktinya pada saat penyerahan syarat-syarat, mereka paraf,” terangnya.

Seharusnya itu sudah menegaskan, para calon siap mempertanggungjawabkan keaslian syaratnya dengan sebenar-benarnya. KPU pun telah menerima syarat itu untuk selanjutnya di gunakan sebagaimana mestinya.

“Termasuk foto calon, itu mereka paraf sebagai foto terbarunya,” ulasnya.

Terkait kebenaran foto, apakah melanggaran ketentuan administrasi Suhadi enggan terlalu ambil pusing. Ia mempersilakan pihak yang keberatan untuk menempuh mekanisme seanjutnya yakni melayangkan keberatan melalui MK.

Menurutnya terkait waktu pengambilan foto masih debatable. Apakah foto itu bukan enam bulan yang terakhir atau masuk enam bulan. Ia hanya melihat para calon termotivasi menyerahkan foto terbaik.

Sehingga, bisa saja foto itu menggunakan tenaga profesional sehingga hasil kualitasnya lebih maksimal.

“Ya silakan saja kalau mau gunakan (ahli fotografi) itu urusannya dengan MK, tapi itu bisa saja benar foto yang terkini, hanya menggunakan pose yang sama (seperti foto Suhaimi),” terangnya.

Pihaknya hanya akan berpegangan pada paraf atau tanda tangan yang dibubuhkan para calon saat mendaftar. Sebagai komitmen para calon bertanggungjawab atas kebenaran data dan syarat yang diserahkan pada KPU.

“Saya pikir akan sangat masalah, kalau misalnya foto Evi ditaruh foto Dian Niatmi (artis), tapi itu fotonya kan?” tukasnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks