alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Dianul-Badrun Terancam Tak Lolos ke Pilwali Mataram

MATARAM-Satu-satunya bakal calon independen yang mendaftar di KPU Kota Mataram terancam tak lolos. Atau batal bertarung di Pilkada Kota Mataram 2020. Sebab, jumlah dukungan yang mereka kantongi kabarnya tak memenuhi syarat.

Informasi yang diperoleh Lombok Post, dari hasil verifikasi administrasi (vermin) KPU Kota Mataram terhadap surat dukungan Balon tersebut, yang dinyatakan memenuhi syarat hanya sekitar 13 ribu. Padahal, untuk bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram, dibutuhkan 24. 922 dukungan.

Namun, saat informasi ini dikonfirmasi ke Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin, yang bersangkutan membantahnya. “Belum bisa kita umumkan (hasil vermin),” tegasnya.

Hingga saat ini, kata dia, pihaknya belum tahu pasti berapa jumlah surat dukungan pasangan peseorangan (H Dianul Zayedi-H Badrun Hadianto) yang lolos verifikasi administrasi. Padahal, pada 24 Juni mendatang KPU akan melakukan verfikasi faktual (verfak) kepada pasangan jalur perseorangan. “Verfak ini bisa maju, bisa mundur. Yang penting sudah selesai sebelum 14 Juli,” terang dia.

Namun, kata dia, jika jumlah dukungan masih kurang, bakal pasangan calon akan diberikan waktu untuk melengkapi. “Tapi, itu dua kali lipat jumlahnya. Misalnya kurang 500, maka harus diganti 1.000 dukungan,” kata dia.

Untuk verfak sendiri ujar dia, pihak Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang akan turun ke rumah-rumah warga secara langsung. Alias door to door. Jika ada diantara warga yang mendukung calon perseorangan tersebut, namun sedang dinyatakan postif Korona, maka verfak akan dilakukan secara online. “Kita akan video call bagi warga yang positif Korona,” tutur Husni.

Sementara itu Bakal Calon Wakil Wali Kota Jalur Perseorangan H Badrun mengatakan, masih menunggu undangan dari KPU terkait berapa jumlah dukungan yang sah. Jika pun nantinya ada kekurangan kata dia, pihaknya siap untuk mengganti. “Kita sudah siapkan 30 ribu KTP jika ada kekurangan,” kata Badrun.

Melihat pengalaman di Pilkada di Kabupaten Lombok Tengah tahun lalu. Dia tidak ingin kecolongan. Ia yakin bisa lolos sebagai calon wakil wali kota di Pilkada Kota Mataram. “Kalau kekurangan akan diganti dua kali lipat. Kita sudah siapkan tiga kali lipat,” terangnya.(jay/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks