alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Memuliakan TKI Misi Masrun di Pilbup Loteng

PRAYA-Nama H Masrun menjadi buah bibir setelah menyatakan diri ikut Pilbup Lombok Tengah (Loteng). “Loteng kaya dengan Sumber Daya Alam, tetapi masih jadi kantong TKI NTB. Ini sudah lama membuat saya berpikir,” katanya, Senin (20/7).

Menurutnya, Loteng seharusnya menjadi daerah yang kokoh dari sisi ekonomi. Kekayaan alam membuat darah lain iri. Kultur dan budaya masyarakat mempesona melengkapi potensi besar Loteng.

Data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mencatat TKI tahun 2019 sebanyak 276 ribu orang. Di Provinsi NTB tahun itu di posisi empat dengan 30.706 TKI.

Loteng urutan kedua setelah Lombok Timur. Sementara di Nasional urutan ke tujuh. “Saya melihat masyarakat kita terpaksa jadi TKI karena memang SDM kita belum dikelola secara maksimal,” ulasnya.

Umumnya TKI Loteng bekerja di sektor informal. “Tujuannya Malaysia dan sebagian negara Asia lain dan Timur Tengah,” terangnya.

Devisa yang disumbangkan TKI di NTB sangat besar. Total mencapai Rp 1,2 triliun. “Uang itu berasal dari remitensi gaji yang mereka bawa pulang kampung,” ulasnya.

Dari jumlah itu, Loteng menyumbang di atas Rp 350 miliar. “Para saudara kita itu memang pahlawan devisa,” ungkapnya.

Tidak hanya ikut membuat daerah sejahtera, tidak sedikit TKI jadi tulang punggung keluarganya. “Membantu keluarga di kampung dan ikut menggerakan ekonomi daerah dari hasil kerja mereka di luar negeri,” ujarnya.

Tetapi para TKI tidak bisa terus-menerus bekerja di luar negeri. Ada saatnya usia produktif mereka usai dan kembali ke kampung halamannya.

Pada saat itu para TKI dituntut bisa survive memanfaatkan potensi yang ada di daerahnya. Mereka harus bangkit dan mampu menyejahterakan hidupnya di daerah sendiri. “Dan saya rasa waktunya adalah saat ini,”  tegasnya.

Masrun awalnya tidak pernah berpikir ikut Pilbup Loteng. Tetapi desakan masyarkat luas membuatnya akhirnya memutuskan ikut bertanding. “Desakan itu begitu kuat dari tokoh masyarakat dan generasi muda,” tuturnya.

Latar belakang dorongan itu, salah satunya agar Masrun memperbaiki nasib para TKI. “Saya dititipi harapan agar mengapresiasi lebih baik lagi buruh migran kita. Baik perlindungan saat bekerja di luar negeri, pembinaan, pendampingan, ketika mereka telah kembali ke kampung halaman,” ulasnya.

Panggung demokrasi inilah yang akan jadi jalan perjuangannya menyejahterakan TKI. “Demokrasi harus berbanding lurus dengan kesejahteraan dan  kemakmuran masyarakat,” terangnya.

Bukan tanpa sebab Masrun dipercaya dan didorong mampu memperbaiki ekonomi TKI bila menjadi Bupati Loteng. Latar belakang pengusaha kayu sukses menjadi acuan masyarakat mendorongnya.

Penguasaanya pada persoalan TKI pun bukan “kaleng-kaleng”. Bukti kompetensi itu terlihat saat Masrun menjadi tokoh sentral di balik berdirinya Layanan Terpadu Satu Pintu Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LTSP-P2TKI).

Kala itu Wakil Presiden Jusuf Kalla yang langsung memberikan penghargaan. “Alhamdulillah Loteng pernah meraih daerah terbaik di Indonesia dalam Pelayanan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI),” kenangnya.

Prestasi itu satu dari sederet catatan manis Masrun selama menjadi kepala dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Loteng. “Lombok Tengah Mendunia visi yang akan menyejahterakan masyarakat Loteng,” tegasnya.

Masrun optimis tidak lama lagi warga Loteng akan menjadi masyarakat kelas dunia. “Kita akan jadi tuan rumah event internasional motoGP, tetapi ingat kita juga harus siap bersaing dengan para pendatang yang akan mencari rizki di sini,” ujarnya.

Untuk memastikan warga Loteng tidak menjadi penonton di negeri sendiri Masrun telah menyiapkan jurus ampuh. Terumus dalam agenda penting yang tergambar dalam jargon kampanyenya. “Sejahtera Rakyatnya, Agamis Daerahnya,” pungkasnya. (zad/r2/adv)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks