alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

PKS Lirik Lale Prayatni di Pilbup Loteng

MATARAM-Figur Lale Prayatni diperhitungkan PKS. Kemunculannya mendorong partai bulan sabit kembar itu membuka opsi survei ulang.

PKS nampaknya tidak ingin setengah-setengah dalam membaca peta politik Loteng. Ketatnya persaingan para figur di Loteng membuat PKS ingin mencari figur yang terbaik untuk diusung.

Lale pun terbuka peluang disurvei menyusul istri Sekda NTB HL Gita Aryadi itu  belum masuk namanya dalam survei PKS sebelumnya. “Bisa jadi. Iya (belum disurvei),” katanya Ketu DPW PKS NTB H Abdul Hadi, Senin (20/7).

Tetapi rencana survei itu masih tergantung dari upaya gigih Lale merebut partai lain sebagai kendaran politik. Bila istri Sekda Loteng itu tidak mendapat partai koalisi maka PKS kemungkinan tidak akan survei lagi. “Bisa tidak (survei). Cukup dengan yang sudah ada itu,” imbuhnya.

Normatifnya tahapan di PKS saat ini masih dalam proses usulkan Bapaslon yang sudah berproses. Antara lain HL Suryade-Habib Ziadi, H Dwi Sugianto-HL Normal Suzana, dan H Masrun-HL Aksar Ansori.

Para Bapaslon itu tengah bersaing ketat meyakinkan PKS. Terutama untuk gambaran koalisi partai yang dibangun.

Mengingat PKS tidak bisa mengusung Calon Kepala Daerah (Cakada) tanpa koalisi. “Ya (Suryade-Habib) dengan PBB itu bisa. Tetapi calon lain (Dwi-Normal dan Masrun-Aksar) juga bisa dengan partai lain (dan telah bangun koalisi),” ulasnya.

Dengan persaingan itu, PKS masih harus melakukan kajian lebih dalam lagi. Sebelum memutuskan arah dukungan politik. “Ya untuk saat ini mengerucut ke nama yang sudah diusulkan,” terangnya.

Usulan itu masih berpeluang berubah. Kuncinya ada di DPD PKS Loteng.

Bila ada nama yang kembali masuk — termasuk nama Lale — maka usulan itu akan diakomodir. “Selama SK DPP belum terbit, masih mungkin. Tergantung dari DPD apakah ada usulan lagi,” ungkapnya.

Apakah nama Lale sudah daftar? “Nggak tahu (belum dapat info dari DPD). Tetapi bisa saja beliau datang ke DPD mendaftarkan diri. Bisa jadi,” terangnya.

Menurutnya kesempatan mendaftar masih terbuka. Selama DPP belum memfinalkan arah dukungan di Loteng.

Sementara itu, Lale dikonfirmasi belum mau menyebutkan partai mana lagi yang diincar selain Gerindra. Cucu mantan Bupati Loteng HL Srinate itu hanya menyebutkan ada opsi lain yang telah disiapkan sebagai kendaraan politik. “Yang pasti sudah ada kendaraan lain,” katanya. (zad/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks