alexametrics
Selasa, 16 Agustus 2022
Selasa, 16 Agustus 2022

Tim Jarot-Mokhlis, Bakal Jadikan “Program Bagi-bagi Sapi” Sebagai Bukti

MATARAM-Pasangan Calon (Paslon) H Mahmud Abdullah-Dewi Noviany (Mo-Noi) dituding melakukan pelanggaran pemilu bersifat Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM).

Yang menyampaikan tudingan yakni Paslon H Syarafuddin Jarot-H Mokhlis (Jarot-Mokhlis). Memperkuat tudingan itu, berbagai bukti telah disiapkan berupa saksi, dokumen, video, hingga foto.

Salah satu bukti yang disiapkan Jarot-Mokhlis terkait keterlibatan Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah secara TSM untuk menggiring pemilih memenangkan Mo-Novi yakni program bagi-bagi sapi.

Hal ini terungkap saat digelar Sidang Pemeriksaan Pendahuluan Pelanggaran Administrasi Bersifat TSM. “Disamping anggaran Sapi dan Kambing Bansos yang dianggarkan melalui APBN, pasangan calon nomor urut 4 juga melakukan bagi-bagi uang,” kata Majelis Sidang Suhardi saat membacakan Posita Jarot-Mokhlis.

Program bansos itu dituding diarahkan demi kepentingan pemenangan Mo-Novi. Seperti diketahui, Gubernur Zul merupakan kakak kandung Novi, calon wakil bupati Sumbawa nomor urut 4.

Baca Juga :  Bantuan JPS Harus Untungkan Petani Bukan Segelintir Pengusaha

Salah satu yang disoroti saat pembagian sapi di Desa Sekokat, Kecamatan Labangka Sumbawa. “Money politic Gubernur NTB untuk mempengaruhi pemilih melalui pembagian 200 ekor sapi dengan berkedok program Program Food Estate di Labangka, bukti berita dan video,” kata majelis sidang Hj Yuyun Nurul Azmi, saat membacakan posita Jarot-Mokhlis.

Program itu dilaksanakan pada Jumat, 4 Desember 2020 atau tiga hari jelang pencoblosan. Selain itu Jarot-Mokhlis juga mengajukan bukti TSM melalui penemuan 175 ekor kambing yang dibawa dengan truk di desa Labuhan Burung, kecamatan Buer.

Dituding TSM dan diperkarakan di Bawaslu NTB, Ketua Tim Pemenangan Mo-Novi Sambirang Ahmadi menanggapi santai. “Iya itu hak mereka untuk menggugat, kami positive thinking aja,” katanya.

Baca Juga :  Serap Aspirasi, Lale Syifa' Kunjungi Warga

Pada dasarnya, pihaknya telah mempersiapkan diri membantah berbagai tudingan itu. “Kami siap ikuti seluruh proses persidangan di Bawaslu, insya Allah kami akan buktikan tudingan itu tidak benar,” tepisnya.

Sementara terkait tudingan TSM melibatkan Gubernur NTB, salah satunya melalui program bagi-bagi sapi, Anggota DPRD NTB dari fraksi PKS itu membantahnya. “Tidak benar. Tunggu saja jawaban kami nanti pada waktu yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Pemaparan bantahan akan disampaikan oleh Tim Hukum yang ditunjuk Mo-Novi. “Kalau nggak salah hari Selasa,” tandasnya. (zad/r2)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/