alexametrics
Selasa, 9 Agustus 2022
Selasa, 9 Agustus 2022

Datang ke Mandalika, Warga Teriakkan “Anies Presiden”

MATARAM-Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan datang ke Lombok, pada Sabtu sore (19/3). Kehadirannya diagendakan untuk ikut menyaksikan Balap MotoGP di Sirkuit Mandalika pada Minggu (20/3).

Dalam video yang beredar tentang kedatangan Anies di Bandara Internasional Lombok (BIL) terpantau disambut sejumlah warga.

Bahkan beberapa di antaranya meneriakkan Anies sebagai presiden.

“Izin pak Presiden,” kata seorang warga yang meminta foto.

Sementara warga yang lain, meneriakkan Anies Pilpres 2024 mendatang.

Dalam perjalanannya, Anies kemudian tiba di Masjid Hubbul Wathon, Islamic Center, Mataram. Setelah melaksanakan salat Magrib berjamaah, sejumlah jamaah menodong Anies memberikan kata-kata pengantar perjumpaan.

“Insya Allah warga NTB saya melihat terpancar kecintaan pada tanah air,” kata Anies.

Baca Juga :  AHY dan Anies Akrab di Arena Formula E

Dia lantas mengungkapkan kedekatannya dengan NTB. Mantan Menteri Pendidikan itu menuturkan saat masih berstatus mahasiswa untuk meraih gelar doktor, pernah menulis disertasi tentang pulau Sumbawa.

“Saat masih kuliah dulu, saya sering datang ke sini (NTB, Red), jadi ini bukan tempat yang jauh bagi saya. Khususnya di Pulau Sumbawa, karena disertasi saya dulu tentang Sumbawa, ketika belum jadi (kabupaten) Sumbawa Barat,” jelasnya.

Lebih jauh Anies juga menuturkan, kedekatannya dengan salah satu tokoh di Sumbawa Barat yang juga mantan Bupati KH Zulkifli Muhadli.

“Saya tinggal (selama riset) di Kyai Zulkifli yang kemudian menjadi Bupati Sumbawa Barat,” kisahnya.

Sementara itu dorongannya untuk tampil di Pilpres 2024 dijawab Anies dengan normatif.

Baca Juga :  Sinyal Kursi Ketua Golkar NTB Untuk Ahyar

“Saat ini saya melaksanakan tugas di Jakarta, sampai Oktober (2023, Red) besok, doakan semoga amanah,” imbuhnya.

Anies kemudian menekankan pentingnya azan, ketika waktu memang telah tiba.

“Kalau azan sebelum waktunya, orang-orang nanti bertanya, jam berapa ini, bahkan dikiranya nanti kita latihan,” imbuhnya.

Barulah ketika waktunya tiba, azan boleh dikumandangkan. Bahkan kemudian pentingnya jamaah bersiap-siap menyongsong ibadah salat.

“Baru kita bersiap dengan rapi, rapatkan Syaf,” ujarnya.

Anies memang tidak menjelaskan detail, maksud dari perumpamaannya itu. Namun, sejumlah politisi kerap menggunakan istilah ‘azan’ untuk menggambarkan waktu yang tepat melaksanakan segala sesuatu.

Termasuk menyatakan tampil di panggung politik.

“Terima kasih atas perjumpaan ini, insya Allah ini bukan perjumpaan terakhir,” pungkasnya. (zad/R2)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/