alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Musda Golkar NTB, Ahyar Dijegal Lewat “Dosa” Pilkada

MATARAM-Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Provinsi NTB kembali ditunda. “Penundaan Musda Golkar yang seyogyanya dilaksanakan 22 Juli 2020 di kawasan KEK (Mandalika) Kuta,” kata Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Antar Lembaga DPD Partai Golkar Provinsi NTB Hasan Masat, Selasa (21/7).

Hasan menepis rumor penundaan karena rivalitas tinggi H Ahyar Abduh dan HM Suhaili. “Tidak dalam urusan persetujuan atau tidak setujunya siapa yang akan menjadi Ketua Golkar NTB (melatarbelakangi penundaan),” katanya.

Ditegaskannya, penundaan murni karena persoalan teknis. “Berkaitan dengan penjadwalan dari teman-teman DPP yang tidak bisa hadir pada tanggal itu,” imbuhnya.

Hasan meyakinkan Musda Golkar provinsi NTB akan digelar sebelum tanggal 31 Juli. Tanggal itu menjadi batas atau deadline yang diberikan DPD provinsi se Indonesia. “Ini semata-mata soal teknis, tidak akan mempengaruhi konfigurasi politik eksternal maupun internal Golkar,” ulasnya.

Untuk saat ini kepengurusan masih dipegang Suhaili. Tetapi setelah tanggal 31 Juli, kepengurusan akan berakhir.

Bila Musda terus molor melewati tanggal itu maka kepengurusan berpeluang dipimpin Plt. “Mungkin kalau keluar dari tanggal 31 baru ada Plt,” pungkasnya.

Sementara itu, pada Senin malam berlangsung rapat pleno tertutup DPD Golkar Provinsi NTB. Rapat itu dihadiri pengurus DPD Partai Golkar Provinsi NTB dan sayap partai.

Selain itu hadir Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar H Mesir Suryadi dan Wakil Ketua Dewan Penasihat HL Azhar.

Rapat itu kabarnya sebagai momentum menyatukan pandangan semua pengurus partai Golkar NTB. Sampai pada kesimpulan mengusung kembali Suhaili menjadi Ketua DPD Golkar Provinsi NTB periode 2020-2025.

Dikonfirmasi terkait kabar itu, Ketua Steering Committee Musda Golkar Provinsi NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda enggan menanggapi.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan H Mesir Suryadi mengatakan rapat Senin malam memang membahas tentang persiapan Musda dan kandidat yang berpeluang tampil di Musda. “Kita juga dengar seperti apa persiapan panitia,” terangnya.

Dari informasi yang berkembang dalam rapat, baru muncul dua kandidat. “Ini baru kandidat ya. Belum calon,” terangnya.

Dua kandidat itu antara lain HM Suhaili FT dan H Ahyar Abduh. Hanya saja munculnya nama Ahyar sempat jadi perbincangan serius di forum itu.

Mesir menilai Ahyar sulit lolos masuk ke tahap pencalonan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi NTB. “Kalau dilihat Pak Ahyar itu ada semacam kendala luar biasa,” katanya.

Kendala itu terkait dengan kode etik Ahyar sebagai kader Golkar. Wali Kota Mataram itu dianggap pernah melawan keputusan partai saat mencalonkan diri sebagai Gubernur di Pilkada  NTB lalu. “Dan bersaing dengan ketua DPD Golkar Provinsi. Ini tidak diperkenankan dalam kaderisasasi,” tekannya.

Terlebih Ahyar kemudian mencalonkan diri lewat partai lain. “Itu tidak boleh,” tegasnya.

Hal inilah yang dinilai berpeluang besar menjegal Ahyar mencalonkan diri sebagai ketua DPD Partai Golkar NTB. Menurutnya, Ahyar perlu dibina lagi untuk meningkatkan militansinya terhadap partai. “Ya silakan saja mendaftar. Tetapi kemungkinan akan didiskualifikasi,” prediksinya.

Bagaimana bila Ahyar mendapat diskresi dari DPP? “Kita di dewan pertimbangan akan semacam memberi peringatan,” ujarnya.

Sehingga dalam kesimpulan rapat semalam jika dua kandidat itu yang tampil, arah DPD Golkar NTB mengerucut ke Suhaili. “Tetapi belum bisa diputuskan, karena kan masih kandidat. Bisa saja ada muncul dua-tiga calon lain (di luar Ahyar) yang lebih memenuhi kriteria,” pungkasnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks