alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Pilbup Sumbawa, PKS Minta Andy Tirta Segera Cari Pasangan

MATARAM-Langkah Dr Andy Tirta semakin sulit ke panggung Pilbup Sumbawa 2020. Mantan Rektor UTS itu diberi waktu kuräng dari seminggu, mencari pasangan dan partai koalisi. “Kita beri waktu sampai tanggal 28 (Februari) mendapatkan pasangan,” kata Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPPD) Sumbawa, Sambirang Ahmadi.

Di sisi lain Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) H Mahmud Abdullah-Dewi Noviany sudah mendaftar di PKS. “Kita sudah menerima pendaftaran dari Mo-Novi kemarin,” imbuhnya.

Langkah sang adik Gubernur NTB itu mendampingi Wakil Bupati Sumbawa nampak semakin mulus dengan mundurnya satu figur internal PKS, Muhammad Takdir. “Calon internal kita sudah mundur satu (Takdir,Red)” terangnya.

Mundurnya Takdir membuka lebar, peluang Mo-Novi diusulkan ke DPP PKS. Mengingat ketentuannya yang diusulkan ke DPP PKS harus dua pasang.

Bahkan Mo-Novi terbuka peluang jadi satu-satunya pasangan yang diusulkan PKS ke DPP. Jika sampai penghujung bulan Andy gagal mendapat pasangan dan partai koalisi. “Kita belum survei (seperti apa popularitas calon di Sumbawa) sedang dalam proses,” ulasnya.

DPW PKS NTB  memberi target sampai akhir bulan Februari. Bapaslon di 6 kabupaten/kota selain Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sudah harus diusulkan ke DPP. Harapannya agar di bulan Maret semua figur yang diusung PKS sudah kantongi SK. “KSB sudah lebih dahulu (keluar SK untuk HW Musyafirin-Fud Syaifudin)” terangnya.

Sambirang optimis pada bulan Maret semua Bapaslon yang diusung PKS kantongi SK. “Kalau DPP nggak lama (proses) yang penting sudah klir di tingkat bawah (DPD dan DPW)” pungkasnya.

Ketua DPW PKS NTB H Abdul Hadi menyebut laporan pengunduran diri sebagai Muhammad Takdir belum di terima DPW. “Belum disampaikan ke kita,” terangnya.

Hadi membenarkan SK di KSB sudah keluar untuk pasangan Firin-Fud. “Sudah ada dukungan survei, semua sudah selesai. Lalu komunikasi banyak hal yang kita tuntaskan (di KSB) dan baru dia (Firin-Fud) yang siap (dan kantongi SK)” pungkasnya.

Sementara itu, Lombok Post menerima broadcast yang diklaim sebagai hasil survei. Ada beberapa simulasi pasangan di sana. Hasilnya simulasi Nurdin-Andy sebagai peraih suara terbesar dengan elektabilitas mencapai 30 persen.

Sedangkan adik Gubernur NTB disimulasikan dengan tiga figur. Namun tak satupun berhasil melampaui survei elektabilitas Nurdin-Andy. Diantaranya Novi-Burhanuddin Jafar Salam 27 persen, Jarot-Novi 28 persen, dan Husni-Novi 29 persen. Simulasi untuk Mo-Novi tidak ditampilkan.   

Simulasi Husni-Ihsan mencapai elektabilitas 29 persen. Lalu ada Talif-Sudir 28 persen, Mo-Muchlis 27 persen, dan Rasyid-Dirman 25 persen.

Andy Tirta dikonformasi Lombok Post apakah mengetahui hasil survei itu menjawab sebaliknya. “Saya malah tidak tahu (ada survei itu) tapi semoga,” harapnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks