alexametrics
Minggu, 28 Februari 2021
Minggu, 28 Februari 2021

Jelang Musda Golkar NTB, DPP Ancam Kader Tak Patuh

MATARAM-Wakil Bendahara Umum, Pengurus DPP Partai Golkar Sari Yuliati menebar peringatan. “Bagi yang tidak patuh pada DPP akan dipinggirkan sementara!” serunya di hadapan Fraksi Partai Golkar NTB dan pengurus DPD kabupaten/kota yang mengikuti acara penyerahan SK Pelaksana Tugas (Plt) DPD Provinsi NTB, Minggu malam (21/2).

Sari tidak menjelaskan secara eksplisit ke siapa peringatan itu ditujukan. Namun jika melihat kondisi DPD Partai Golkar NTB belakangan terkotak-kotak, sepertinya Anggota DPR RI Dapil Lombok itu menginginkan semua kader dan pengurus tegak lurus terhadap keinginan DPP.

Selama ini dikabarkan 15 pemilik suara dalam Musyawarah Daerah (Musda) belum seragam terkait siapa calon Ketua DPD Golkar NTB. Tetapi kabarnya sebagian besar atau 9 DPD kabupaten/kota menginginkan HM Suhaili FT sebagai ketua Golkar NTB.

Selebihnya, 6 suara masih berserakan. Ada yang menginginkan H Ahyar Abduh dan H Mohan Roliskana.

Bahkan, organisasi sayap Golkar NTB yang tergabung dalam Organisasi Pendiri dan Organisasi yang Didirikan belum kompak akan mengusung siapa.

Sari lantas menegaskan, bila dirinya membawa amanat DPP terutama Ketua Umum Golkar H Airlangga Hartarto.

Airlangga menginginkan, agar proses pemilihan ketua berlangsung aman dan tertib. “Jauhi kegaduhan,” tekannya.

Instruksi menjalankan Musda agar tidak gaduh itu harus diamankan. “Bagi yang tidak mau melaksanakan (perintah DPP), akan kita tinggal,” ancamnya.

Langkah untuk menertibkan ini semata-mata menyolidkan partai. “Kalau DPP tidak lupa, maka akan dikembalikan ke tempatnya (posisi sebelum dipinggirkan), tapi kalau lupa ya mohon maaf (tidak jadi apa-apa, Red),” celetuknya.

Friksi dan perbedaan pandangan politik sudah saatnya disudahi. “Friksi itu wajar dan menunjukkan Golkar partai yang demokratis, tetapi jangan juga sampai dibawa mati,” sindirnya.

Sementara itu, Plt DPD Golkar NTB Gde Sumarjaya Linggih atau Demer langsung memulai persiapan penyusunan kepanitiaan Musda. Dia berharap target Musda, tanggal 2 Maret dapat terlaksana dengan baik.

“Agar saat Rakernas dan Rapimnas nanti (5 Maret, Red) yang hadir adalah pengurus definitif,” katanya.

Demer berupaya mengakomodir dan menyolidkan kembali pengurus dan kader Golkar di NTB. Semua kader yang ingin tampil dan telah memenuhi syarat pendaftaran dapat ikut berkompetisi secara sehat mengadu gagasan memajukan Golkar di NTB.

“(Siapa saja figurnya) belum kita tahu, kan pendaftaran belum dibuka, bisa saja pak Misbach (H Misbach Mulyadi) nanti tampil kan, atau Ibu Isvie,” celetuknya, sembari tersenyum.

Sementara itu, politisi Golkar Hj Baiq Isvie Rupaeda, yang hadir di konferensi pers, saat ditanya apakah akan ikut tampil di Musda tak berkata sedikitpun.

Tetapi dari gesturnya yang menggelengkan kepala sembari tersenyum mengisyaratkan Ketua DPRD NTB itu tidak akan ikut dalam perebutan kursi ketua Golkar NTB. (zad/r2)

 

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks