alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Evi Buka Rahasia Foto Cantiknya

MATARAM-Lolosnya Evi Apita Maya jadi DPD RI jadi buah bibir. Tak hanya sekedar lolos, Evi bahkan meraih suara tertinggi. Melibas para incumbent. Banyak yang menuding kesuksesannya tak lepas dari foto cantiknya di kertas suara.

Bahkan kubu incumbent Prof Farouk Muhammad, sampai menuding foto itu bukan foto terbaru Evi.

“Sebenarnya saya sudah bosan (menanggapi itu),” celetuk Evi.

Namun akhirnya Evi memilih buka cerita. Fakta di balik foto cantiknya. Evi pun menepis rumor foto itu hasil karya make up artis di Jakarta.

“Saya make up di salon Permata Hati di sini (di Mataram) fotonya pun di Blitz,” bebernya.

Buat yang masih belum percaya, Evi menantang orang-orang itu untuk datang langsung ke salon dan studio foto yang ia sebut. Ia tak menepis bila, foto itu ada sentuhan editing. Tapi bukan untuk mengubah bentuk wajah dan badannya.

“Tapi editing pencahayaan saja, ya namanya cahaya tiga blap… blap… blap… bagaimana tidak bagus pencahayannya,” terangnya.

Terkait editing pencahayaan sebelum dicetak itu, Evi yakin semua foto caleg juga menggunakan teknik demikian. Dan itu sah-sah saja, selama tidak mengubah wajahnya dengan sosok lain.

“Jadi itu memang foto enam bulan terakhir,” yakinnya.

Marwan, Liaison Officer (LO) Evi Apita Maya, Marwan mengomentari foto evi yang beredar di dunia maya. Dalam foto itu ia membandingkan wajah Evi dalam stiker kampanye dengan foto aslinya.

“Itu kan foto yang diambil dulu usai ibu Evi melahirkan, jadi belum sempat merias diri,” ujar Marwan.

Foto itu rupanya diambil dalam akun media sosial Evi. Lantas oleh seseorang di kolase dengan foto dalam stiker. Foto itu pun kata Marawan sempat mengundang tanya sejumlah politisi nasional yang mengenal sosok Evi lebih dekat.

“Mereka tanya ‘dapat foto jelek ibu Evi dari mana?’ karena mereka memang tahu wajah ibu Evi ya tidak seperti itu aslinya,” kisahnya.

Marwan melanjutkan raihan fantastis 283.932 suara Evi, tidak semata karena parasnya yang rupawan di surat suara. Tetapi juga karena timnya memang turun ke lapangan. Dalam sehari mereka menyisir 4-5 titik selama masa kampanye.

“KPU juga sebenarnya tidak percaya, kami menghabiskan dana kampanye Rp 116 Juta tapi ini faktanya,” tandasnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.
Enable Notifications    Ok No thanks