alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Golkar-PPP Sepakat Usung Mohan Roliskana – TGH Mujiburrahman di Pilwali Mataram

MATARAM-Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman semakin mesra. Bahkan, selangkah lagi, mereka akan mendapatkan SK partai. Sebab, salah satu perintah dalam Surat Tugas DPP Partai Golkar ke paket Harum untuk membangun komunikasi dan koalisi dengan partai lain, sudah terpenuhi.

Kemarin, DPD Partai Golkar Kota Mataram dan DPC PPP Kota Mataram meneken kesepakatan koalisi mengusung paket Harum. “Ini langkah kebersamaan yang sangat baik,” kata Ketua DPD Partai Golkar Kota Mataram H Mohan Roliskana, Senin (22/6).

Dengan demikian, selangkah lagi paket Harum akan kantongi SK partai. Dalam proses administrasi pengusulan Bapaslon di Partai Golkar dikenal dua istilah surat partai. “Ada Surat Perintah Sementara dan Surat Tugas,” terangnya.

Secara hirarki, surat di DPP Golkar, Surat Tugas lebih tinggi posisinya daripada Surat Perintah Sementara. Atau selangkah lagi menuju Surat Keputusan (SK). “Kami optimis paket Harum akan menerima SK,” tegasnya.

Sementara di PPP tidak menggunakan istilah Surat Tugas. Tetapi langsung memproses SK setelah para calon mengikuti proses Fit and Proper Test (FTP) di DPP PPP.

Selain Golkar dan PPP peluang partai lain ikut gabung dalam koalisi masih terbuka. Mohan mengatakan masih terus berupaya membangun komunikasi politik dengan partai-partai lain. “Mekanisme dan tahapan partai lain tetap kami ikuti sebagai salah satu langkah membangun komunikasi,” terangnya.

Hanya saja Mohan masih belum bisa mendetailkan partai mana saja yang paling berpeluang merapat setelah PPP. “Yang jelas kami terus berupaya,” tegasnya.

Keberhasilan membangun koalisi di tingkat daerah semakin mengukuhkan soliditas paket Harum. Peluang paket ini kocok ulang seperti yang ramai diisukan belakangan ini pun terbantahkan.

Mohan pun mengisyaratkan keinginannya, paket Harum dan koalisinya tetap kokoh sampai panggung Pilwali 2020 digelar di penghujung tahun nanti. “Semoga kebersamaan ini tetap kuat tidak tergoyahkan,” pungkasnya.

Sementara itu, yang menarik DPW PPP NTB langsung turun menyaksikan proses teken koalisi antara Golkar dan PPP di tingkat Kota Mataram. “Jadi karena Kota Mataram ini istimewa, ada hubungan spesial, saya diperintah langsung oleh bu Ketua (Warti’ah, Red) untuk mengawal kesepakatan ini,” kata Sekretaris DPW PPP NTB Muhammad Akri.

Akri pun memberi jaminan hasil dari kesepakatan koalisi itu akan dikirim dan dikawal sampai DPP. Dengan harapan agar SK partai bisa segera terbit untuk paket Harum di Kota Mataram.

“Teman-teman media kerap bertanya kenapa PPP lebih condong ke Harum ya, karena Golkar dan PPP ini satu fraksi, masa kita mau berbeda arah politik di Pilwali,” ulasnya.

Seharusnya, hal itu menurutnya cukup terang jadi isyarat PPP akan selaras sampai di panggung Pilwali. “Belum lagi bicara popularitas dan elektabilitas pak Mohan saya rasa PPP ingin mengusung calon yang menang,” pungkasnya. (zad/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks